Kiat Pintar Membeli Mobil Baru

ImageMau beli mobil? Kabar mengenai regulasi LCGC (Low Cost Green Car) atau sederhananya mobil murah telah masuk babak final. Artinya menjelang akhir semester 2 akan semakin banyak varian mobil murah di Indonesia, dan konsumen berkesempatan lebih memilih.

Beberapa pelaku industri otomotif di tanah air yang sudah menyatakan kesiapannya, yakni duo Toyota dan Daihatsu, Honda, Suzuki dan Nissan (melalui brand Datsun).

Ini tentu merupakan pertanda baik bagi perkembangan industri otomotif di Indonesia.  Terlebih disebut populasi kelas menengah di Indonesia berkembang pesat saat ini, dengan PDB (Produk Domestik Bruto) pada tahun 2013 ini diproyeksi menembus angka US$4.000, serta pertumbuhan ekonomi di atas 6 %.

Sketsa kondisi ini disebut pula telah masuk ke dalam periode motorisasi, karena PDB  negara (dalam hal ini Indonesia) telah menembus angka US$3.000. Dalam proyeksi ini, disebut kemampuan masyarakat mobil akan meningkat, sementara kecenderungan minat membeli sepeda motor menurun. Hal ini telah terjadi di Indonesia pada tahun 2012 lalu.

Minat membeli mobil

Dengan meningkatnya kuantitas kelas menengah berdaya beli, serta semakin beragamnya pilihan mobil dengan harga terjangkau, maka konsumen tentu dituntut lebih cerdas dalam memilih dan membeli kendaraan yang sesuai.

Lantas bagaimana? Persoalannya di Indonesia, sebagian konsumen masih terjebak dengan brand minded. Atau alih – alih, pertimbangan nilai jual kembali. Hal ini tentu tidak salah, namun juga menunjukkan pespektif lain mengenai kelemahan konsumen seperti ini.

Dengan semakin majunya jaman, para pelaku industri telah dituntut untuk lebih kompetitif untuk memenangkan hati konsumen. Dimulai dengan kualitas kendaraan itu sendiri, fasilitas fitur dan aplikasi teknologi berlimpah, jaminan ketersediaan dan harga suku cadang, kualitas layanan purna jual, hingga kebijakan untuk membeli kembali mobil konsumen.

Mari jawab satu per satu. Kualitas kendaraan, sudah menjadi rahasia publik sebenarnya jika kendaraan di segmen low MPV menggunakan bahan material bodi dan realibilitas struktur chassis paling minim. Berbagai insiden yang melibatkan varian kendaraan tersebut bisa dijadikan satu di antara parameter atau bukti premis tersebut.

Jika sudah demikian, mengapa sebagian konsumen seolah melupakan faktor terpenting, di luar pertimbangan brand dan nilai jual kembali, yakni faktor keamanan dan keselamatan selama berada di kabin kendaraan?! Silahkan dipikirkan.

Mengenai hal ini ada baiknya calon konsumen lebih aktif mencari tahu mengenai hal tadi, kekuatan bodi dan chassis kendaraan, misalnya berapa ketebalan material bodi antara satu kendaraan dengan kendaraan sejenis lainnya, bagaimana hasil rekaman tes benturan dari mobil tersebut, atau bagaimana pihak produsen masing – masing dalam merancang atau merekayasa kedua faktor penting tadi dalam membangun kendaraan.

Intinya kecelakaan itu bisa jadi faktor nasib, tapi langkah preventif atau pencegahan untuk mengeleminisir potensi cidera juga tentu harus diprioritaskan bukan…

Fitur dan teknologi canggih. Ada dua kendaraan di market di Indonesia yang bisa menjadi contoh hal ini, yakni All New Ford Focus dan Honda CR-Z. All New Ford Focus menjadi breakthrough point atau titik terobosan dari Ford di Indonesia. Bayangkan dengan harga di bawah Rp 400 juta, Anda sudah dapat memiliki mobil yang bisa mengerem sendiri (active city stop) dan memarkir sendiri (active park assist).

Atau contoh lainnya adalah Honda CR-Z, dimana belum pernah sebelumnya ada mobil sport dengan teknologi mesin hybrid dibandrol di bawah Rp 500 juta. Artinya dapat disimpulkan mobil berteknologi dan berfitur canggih makin murah pula untuk dimiliki.

Beberapa mobil di kategori di bawah Rp 200 juta juga telah dilengkapi dengan perangkat rem pintar ABS dan EBD, seperti pada varian teratas Suzuki Ertiga.

Layanan purna jual, saat ini selain fasilitas bengkel resmi semakin canggih dan nyaman, beberapa fasilitas penunjang juga makin menarik, misalnya layanan booking service, kursi pijat dan makanan/minuman ringan, hingga fasilitas bermain untuk si buah hati. Kedua bentuk layanan ini dapat Anda temui di beberapa fasilitas bengkel Nissan dan Hyundai di Indonesia.

Demikian pula dengan jaminan ketersediaan spare part dan harganya, Hyundai misalnya memiliki kebijakan khusus mengenai ini dan berlaku nasional. Demikian pula dengan divisi resmi mobil bekas yang siap membeli kembali mobil Anda dengan harga yang relatif lebih sesuai. Hal ini bisa ditemui pula pada Nissan dan Hyundai di Indonesia.

Jika sudah demikian, konsumen pun dituntut lebih selektif untuk menentukan pilihan. Jangan sampai hanya karena pertimbangan brand dan nilai jual kembali saja, maka Anda melupakan 3 faktor yang tidak kalah pentingnya, yaitu faktor kenyamanan, keamanan dan keselamatan selama Anda dan keluarga berada di dalam kendaraan dan berkendara.

Semoga membantu.

One Reply to “Kiat Pintar Membeli Mobil Baru”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s