Enam Tahun Sudah dan Semoga Selamanya

21 Juli 2007
Ciamis, 21 Juli 2007

Pernikahan itu adalah pertautan dua hati dan dua pikiran, tidak ada yang namanya “satu hati”, inilah nasihat ibuku yang masih selalu kuingat.

Tepat tanggal 21 Juli 2013 lalu, tanpa terasa pernikahanku telah menjejak waktu enam tahun. Sama halnya dengan orang pada umumnya, telah banyak rekam jejak yang terjadi selama kurun waktu itu. Ada banyak bagian – bagian yang memuat kisah kebahagiaan dan kesenangan, namun tentu ada pula pula beberapa bagian pertengkaran yang turut mewarnai.

Tidak ada selebrasi khusus untuk merayakan hari jadi satu ini, meski alhamdulillah aku masih bisa mengingatnya. Sayangnya aku termasuk orang yang memiliki kapasitas memori sederhana dalam merekam jejak – jejak yang pernah ada. Penggalan – penggalan kisah lebih banyak terikat pada waktunya masing – masing, hanya sebagian yang tetap aku bawa ke tempatku berada sekarang dan ke depan.

Terkadang aku tersenyum, kala mengingat cukup banyak penggalan indah yang telah terjadi. Terima kasih yah Allah SWT atas segala nikmat dan berkah setiap detiknya. Aku ingat kita pernah berdua mudik lebaran naik Honda Tiger kesayanganku (yang kini sudah berpindah tangan) ke Ciamis. Aku juga ingat kita pernah ngontrak rumah petak yang berbeda. Satu rumah petak kecil, namun bersih dan berhantu. Satu lagi rumah petak cukup luas, namun agak tua bangunannya dan banyak tikus di dapurnya. “Ayah, aku sampai buang air kecil di rantang, karena takut ke belakang,” ujarmu kala itu.

Rumah petak itu tempat dimana janin Riyory Rahmaoka Andjani (Oka) ada dalam rahimmu. Ini hanya sebagian kecil memori yang aku rekam dan dapat aku ceritakan saat ini, tapi yang jelas aku berharap setiap penggalan yang ada akan menjadi doa yang semakin menguatkan rajutan dan pertautan hubungan kita, Aamin.

Di antara itu semua, memang ada pula penggalan yang bermuatan amarah, dan iblis seolah bergembira merayakan hembusan bisikannya, “Sudahi saja!”

Muhammad Arasy Akiyory ada di kandungan Bunda
Riyory Rahmaoka Andjani saat di kandungan Bunda

Syukur alhamdulillah kita masih senantiasa dapat terjaga dari setiap kemunculan amarah. Kita hanya perlu menghela nafas sejenak untuk membuat pandangan kita kembali jernih. Toh, di bumi manusia memang tidak ada yang sempurna, karena itu adalah otoritas penuh dari Sang Khalik, Pemilik sah kehidupan.

Tentang kita, memang begitu banyak perbedaan sebenarnya, dari pola pikir dan cara pandang. Tapi tetap ini bukanlah rintangan yang tidak terselesaikan. Melihat masa silam dengan segala pernak – perniknya yang indah tentang kita, membuatku tersenyum dan bersyukur. Jalan kita memang bukanlah jalan yang gemerlap, dimana banyak kilasan blitz kamera menyorotnya. Jalan ini mungkin hanya ditemani temaram merkuri yang kekuningan di antara cahaya malam, atau sepenggal sketsa di antara keramaian orang yang berjibaku di saat siang datang. Dan kita memang sederhana saja untuk membiarkan rangkaian cerita kita tidak disimak banyak orang,dan jauh dari tepuk tangan atau decak kagum pihak lain.

Cukup kau dan aku serta anak – anak kita yang mengerti, dan kita berlima bisa tetap berbagi kebahagiaan hingga di ujung jalan nanti.

Sujud syukur pada Allah SWT atas segala karunia dan nikmat-Nya, Aamiin.

BSD, July 31st 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s