Dani Pedrosa: “Yes, you can!”

Dani Pedrosa

Dani Pedrosa

“Serius dukung Dani Pedrosa, dari dulu apa baru sekarang?” seorang teman mencecar pertanyaan.

*****

Tingginya hanya 1,58 cm, mungkin ini juga sebabnya dia dijuluki The Little Spaniard. Ya, Dani Pedrosa. Sejak awal kemunculannya di ajang MotoGP tahun 2006, popularitas nama Pedrosa memang masih kalah dari Valentino Rossi, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, atau kini Marc Marquez.

Sebagian pendapat menyebut, postur bekas juara dunia kelas 125 cc dan 250 cc ini tidak cukup proposional di kelas para raja MotoGP yang bermesin 1.000cc. Sebagian pendapat lain mengakui kehebatannya, namun Dani disebut masih kalah nyali dibanding empat nama di atas. Ya, sebagian orang memang lebih senang dengan “yang terbaik”, dan cenderung meninggalkan “kuda hitam”.

Pedrosa*26

Pedrosa*26

Bagiku, Dani Pedrosa lebih dari “kuda hitam”. Kalau pun hingga saat ini, Dani Pedrosa belum dapat jadi juara dunia bukan karena ia kalah hebat. Menurutku musuh terbesar Dani adalah dirinya sendiri dan cidera. Di kelas 250cc dulu, ia kerap bertarung wheel to wheel dengan Casey Stoner, dan lebih sering memenangkan pertarungan.

Di kelas MotoGP tahun 2006 atau tahun debutnya di kelas para raja, ia pernah menang dari Valentino Rossi . Di tahun 2007, Dani bahkan mengungguli Valentino Rossi di klasemen akhir dan meraih posisi kedua di bawah Casey Stoner. Sekedar menyegarkan ingatan, pada saat itu Valentino Rossi masih menunggangi Yamaha.

Tahun 2012 lalu sebenarnya bisa menjadi mementum terbaik, Dani dapat menjadi juara dunia. The Little Spaniard merupakan pemenang seri terbanyak, dan ia membuktikkan diri mampu melewati Jorge Lorenzo dan Casey Stoner di tikungan dalam berbagai kesempatan. Sayang di seri Australia, akibat terlalu memaksakan diri, Dani terjatuh dan akhirnya Jorge Lorenzo yang menjadi juara dunia.

Di tahun 2013 ini, meski Casey Stoner secara mengejutkan memutuskan pensiun dini, namun musuh baru yang tidak kalah hebatnya telah muncul. Ya, dia adalah rekan setim Pedrosa kembali di team Repsol Honda. Namanya Marc Marquez, juara dunia kelas 125 cc dan juara dunia kelas Moto2. Marquez dikenal dengan gaya balapnya yang agresif dan pantang menyerah. Beberapa pihak menyebutnya sebagai “Valentino Rossi masa depan.”

Terbukti anak muda yang juga rekan senegara Pedrosa ini mampu memimpin klasemen sementara MotoGP hingga seri ke-10. Dari 18 seri yang direncanakan di tahun 2013 ini, Marquez memimpin klasemen dengan nilai 188 atau unggul 25 poin di atas Pedrosa di posisi kedua.

Masih ada delapan seri tersisa, dan aku berharap Dani bisa memberikan kejutan di tahun 2013. Posisi runner-up dan julukan Mr. Almost tidak akan mengemuka dalam lembaran sejarah yang mampu menarik perhatian publik. Hanya posisi terbaik yang akan mendapat porsi pembicaraan yang sifatnya melegendaris dari waktu ke waktu.

Harapanku Dani mampu melakukan itu. Sekarang atau tidak sama sekali. “Dani Pedrosa! Yes, you can!”

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in OTOMOTIF RODA DUA and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s