Naik Motor Itu Menyenangkan

Norton 500
Norton 500

Menurut hasil sebuah survey yang dirilis oleh VisorDown pada pertengahan Juli 2013, disebutkan jika mengendarai sepeda motor adalah hal yang paling menggembirakan.

Dari 1.514 orang yang disurvey secara acak di wilayah Inggris Raya oleh Gardener’s World, mengendarai sepeda motor juga menjadi pilihan mayoritas responden sebagai hobi di luar ruangan yang paling membahagiakan, melebihi hobi kemping dan memancing.

Hasil survey ini mengingatkanku pada sebuah film yang dirilis pada tahun 2004, Motorcycle Diaries. Film ini mengisahkan perjalanan Ernesto Guevara muda (23 tahun), bersama kawannya Alberto Granado, menggunakan sebuah sepeda motor melintasi wilayah Amerika Selatan. Dalam plot film di tahun 1952 itu, kedua anak muda ini mencanangkan rute ambisius sejauh lebih dari 14.000 km selama 4,5 bulan, dengan menggunakan motor Norton 500.

*****

Suzuki RGR 150
Suzuki RGR 150

Di tahun 2006, aku pun pernah melakukan perjalanan solo touring sejauh lebih dari 2 ribu kilometer, menuju gunung Bromo. Dengan mengandalkan sebuah Honda Tiger yang kubeli pada peringatan hari kelahiranku di tahun 2004. Dan ya, mengendarai sepeda motor telah sejak lama kulakukan dan menyenangkan. Di jaman SMA dulu, Suzuki Crystal dan Suzuki RGR 150 adalah dua varian sepeda motor yang kukendarai.

Yamaha Xeon
Yamaha Xeon

Di atas sepeda motor, alam merupakan sahabat yang senantiasa mengiringi perjalanan kala itu di berbagai kesempatan. Mulai dari udara sejuk dan pepohonan Pinus di Malino, tikungan – tikungan menantang di Camba yang merupakan daerah lembah, jalur panjang Pantura, jalur selatan Jawa yang penuh tikungan tajam, hingga pasir Bromo. Di wilayah – wilayah ini, tapak sepeda motorku pernah menjejak.

Kini hobi itu memang tidak bisa lagi mengemuka, karena aku telah memiliki tiga anak (empat malah seandainya Aray ada). Bersama mereka, perjalanan dilalui di atas sebuah kendaraan low MPV. Meski demikian kebiasaan bermotor tidak berarti punah sama sekali. Di atas sebuah Yamaha Xeon tahun 2011,  aku bisa merasakan hembusan angin sepanjang jalan dari rumahku di Depok menuju kantor di kawasan BSD, dan sebaliknya.

Enaknya di rute itu bisa disebut belum ada kemacetan akut layaknya di wilayah sentral Jakarta. Meski demikian kusarankan sebaiknya tidak mengendarai mobil. Pada beberapa titik tertentu, Anda tidak jarang bertemu dengan pengendara motor ugal – ugalan, dan nekad memacu gas motornya untuk mengambil lajur kendaraan Anda dari arah berlawanan. Edan…

Itulah juga yang menjadi alasanku pada istri untuk tetap bermotor. Selain lebih irit, lebih cepat dan lebih gampang berhenti, Anda pun relatif lebih aman di jalan raya. Nah, jika Anda Anda merasa belum punya hobi sebagai harmoni, jawabannya simpel saja, cobalah bermotor. Ride safe, mas bro. Stay focus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s