Mulianya Negeri Ini – Indonesia

sumber foto: http://chic-id.com
sumber foto: http://chic-id.com

Aku ingat sempat untuk sekian lama tidak suka dengan negeri ini, tapi itu dulu. Setelah menikah, berkeluarga dan punya anak – anak, aku harus mengakui begitu indahnya negeri ini. Cita – cita untuk mengelilingi dunia dan mengejar beasiswa pendidikan saat masa bujang sudah bukan lagi prioritas. Aku ingin terus di negeri ini…

Negeri ini dibangun atas dasar plurasime dan keanekaragaman budaya, dimana hingga hari ini masih banyak saja orang di bangsaku yang berjibaku untuk mempertahankan warna ini. Hebat, bukan…

Di negeri ini begitu banyak kebenaran sejarah dihilangkan, sementara pemerintah dan para politisi sudah terbiasa pongah dan mengeluarkan kebijakan publik yang kerap memberatkan kehidupan rakyatnya. Agama di negeri ini juga kerap menjadi komoditas untuk memperkaya diri sebagian pemukanya, atau yang terfatal mendeklarasikan ormas berinisial agama namun menjadi perusak.

Ya, di negeri ini banyak orang mengaku sebagai “pemuka agama” dan bergaya bak selebiritis di layar kaca, serta menetapkan tarif yang tinggi jika masyarakat ingin mendengar dakwahnya. Mereka seperti vampir yang mengendarai sportcar dan jip mewahnya. Di negeri ini pula begitu banyak pelaku korupsi uang negara yang bebas, atau dihukum lebih ringan dibanding maling ayam dan sandal. Setelah itu mendapat remisi atau bebas bahkan dalam waktu tidak berapa lama. Maling ayam dan sendal, yah, mesti merungut lebih lama di balik jeruji.

Di saat korupsi merajalela, kita sudah terbiasa dengan kabar mengenai kenaikan harga BBM, kenaikan tarik listrik, kenaikan harga gas, kenaikan harga bahan pokok makanan, dan serangkaian kebijakan publik lainnya. Katanya beban keuangan negara terlalu berat, sementara pelaku korupsi terus berjalan dan bebas, serta dewan legislatifnya sibuk membuat undang – undang (entah untuk siapa) dan plesiran ke luar negeri dengan uang negara.

Tapi jiwa dan pikiran rakyat di negeri ini memang patut dipuji. Memang setelah kebijakan – kebijakan menekan keluar dari pemerintah, untuk beberapa saat rakyat Indonesia akan gusar. Namun itu tidak berlangsung lama, dan seperti menjadi sebuah arus budaya bangsa ini, rakyat kembali berjalan dan berjuang. Betapa indah dan mulianya budaya rakyat negeri ini.

Tuhan memang sepertinya tengah penuh cinta sangat membuat negeri ini, karena kekayaan alam di negeri ini sangat berlimpah, meski secara mayoritas di depan lahannya terpasang bendera – bendera negara lain.

Beberapa waktu lalu, negeri ini baru saja merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-68. Di negeri ini aku juga masih punya mimpi – mimpi. Aku ingin punya usaha sendiri dan sukses, serta bisa mempekerjakan orang lain dan menggajinya dengan layak. Aku juga ingin membahagiakan ibuku, walaupun kita sangat kerap tidak akur. Aku berdoa bisa langgeng dan bahagia bersama istriku tercinta. Aku ingin anak – anakku tumbuh beragama dan sukses. Untuk diriku pula, aku tentu ingin naik haji dan semakin dekat dengan Tuhan (bukan berarti ingin mati cepat lho, anak – anak masih kecil soalnya).

Indonesia, terima kasih telah banyak mengajarkan dan berbagi. Aku semakin bangga bisa berdiri dan menjadi bagian dari bangsa ini. Bangsa yang mulia, dan berdaya tahan tinggi. Jayalah terus Indonesia-ku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s