Benarkah LCGC Menakutkan?

Carlos Ghosn, Chairman & CEO Renault - Nissan Alliance.

Carlos Ghosn, Chairman & CEO Renault – Nissan Alliance.

Semester kedua 2013 ini, industri otomotif di Indonesia telah menciptakan sebuah ruang bisnis baru. Setelah lama dinanti, akhirnya regulasi Low Cost Green Car (LCGC) disahkan pada awal Juli 2013. Melalui regulasi ini, harga mobil jadi lebih terjangkau untuk dibeli.

Satu di antara mobil “murah” itu, Toyota Agya hadir dalam lima varian, dengan harga antara Rp 110,25 juta hingga Rp 120,75 juta (on the road Jakarta). Toyota Agya dibekali mesin 3 silinder 1,0-liter dengan pilihan transmisi otomatis atau manual. Sementara Daihatsu Ayla “saudara kembarnya” dibanderol antara Rp 75,5 juta hingga Rp 114,15 juta (on the road Jakarta).

Masih ada lagi model kendaraan lain yang bermain di segmen ini, mulai dari Honda Brio Satya 1,2-liter, Datsun Go dan Go+, dan Suzuki Karimun Wagon R. Walhasil mulai akhir tahun 2013 ini atau selambat – lambatnya kuartal pertama di 2014, akan mulai banyak mobil LCGC berseliweran di jalan – jalan Indonesia. Pasalnya kini keinginan masyarakat untuk memiliki mobil jadi lebih mudah dan terjangkau dibanding sebelumnya.

Lantas benarkah regulasi LCGC adalah mobil murah? Jika dibandingkan dengan India, harga mobil di Indonesia agak jauh lebih mahal, meski kita membicarakan mobil yang sama seperti Toyota Etios atau Honda Brio (Simak link ini). Jadi LCGC sebenarnya bukanlah mobil murah, melainkan harganya lebih terjangkau dan merupakan strategi dagang para produsennya untuk meraup keuntungan lebih besar tentunya.

Mobil Murah & Problematika

Beberapa pemerintah Daerah bereaksi antipati pada kebijakan LCGC ini, mengingat ditenggarai akan semakin meningkatkan kemacetan di wilayah daerah kepemimpinannya.

Bahkan ada sebagian pandangan ekstrim, jika kebijakan LCGC hanya tekanan terhadap pemerintah untuk (kembali) menguntungkan perusahaan asing. Padahal di sisi lain, mega investasi untuk pengembangan LCGC juga telah menciptakan lapangan kerja yang lebih besar, bahkan dalam skala masif. Sementara wacana mobil nasional pun disebut bukan sepenuhnya nasional, karena tetap mengimpor komponen – komponen pentingnya dari luar negeri dan hanya melibatkan sebagian orang yang skalanya lebih kecil dibanding proyek – proyek LCGC yang melibatkan para perusahaan mobil asing tadi.

Jika kembali kepada masyarakat, bagaimana kira – kira tanggapannya? Jika ingin jujur, meski akan banyak yang setuju LCGC akan menambah tingkat kemacetan, namun implementasinya pasti akan lain. Ya, saat masyarakat punya dana lebih, meski sadar jalanan sudah makin macet dari waktu ke waktu, namun urusan membeli mobil menjadi prioritas yang lebih besar. Indikatornya sederhana, tanpa LCGC, penjualan mobil di Indonesia terus meningkat selama 3 tahun terakhir (2010 – 2012).

Ada beberapa indikator kenapa “mahluk” yang bernama mobil sangat dibutuhkan, mulai dari kebutuhan kendaraan transportasi yang lebih luas dan nyaman, gaya hidup, hingga simbol prestise sosial.

Di ajang IIMS 2013 lalu yang hanya berlangsung selama 11 hari, sebanyak 19.367 unit kendaraan baru laku dibeli pengunjung, dengan jumlah transaksi sebesar Rp 4.937.649.709.992,- (baca: nyaris Rp 5 triliun).

Jadi alih – alih ketakutan akan macet yang semakin parah, sebagian masyarakat punya antusiasme yang lebih besar ketika ada uang lebih di kantong. Bener gak…

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
Aside | This entry was posted in Otomotif Roda Empat and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s