Catatan Kelam Keadilan – Oktober 2013

“Jika Anda terlahir dalam kemiskinan itu bukanlah kesalahan Anda, tetapi jika Anda mati dalam kemiskinan itu adalah kesalahan Anda.” (Bill Gates)

Image: http://nailkita-designs.com/portfolio-item/symbol-of-justice/
Image: http://nailkita-designs.com/portfolio-item/symbol-of-justice/

Ya, setiap orang punya keinginan untuk kaya, meski caranya tentu berbeda – beda. Di awal Oktober 2013, ada beberapa kabar mengejutkan, mulai dari para pengemis yang menuntut gaji Rp 10 juta per bulan dari walikota Bandung (1/10), hingga yang paling ironi tertangkapnya ketua mahkamah konstitusi pada hari Rabu malam (2/10).

Bayangkan saja, jika ketua dari lembaga pemegang kekuasaan kehakiman di Indonesia justru yang diindikasi terlibat korupsi.  Uniknya dalam penangkapan Akil Mochtar, ada tokoh lainnya yang turut “diamankan”, yaitu anggota DRI RI dari Fraksi Golkar, Chairun Nisa.

Unik, karena Chairun Nisa adalah sosok perempuan perjilbab dan mantan seorang guru. Ia juga ternyata pernah diperiksa sebagai saksi kasus korupsi Al-Quran yang melibatkan nama Zulkarnain Djabar dan Dendy Prasetya. Saya jadi teringat petuah klasik, “Jangan melihat buku dari sampulnya.”

Yah, saya masih tidak habis pikir, bagaimana mungkin manusia bisa sampai berani korupsi dan memperkaya diri sendiri dari Tuhan, sebagai Sesuatu Tertinggi yang telah menciptakan manusia dan jagad raya.

Mungkin saja hari ini memang banyak iblis bersolek a la malaikat, mungkin. Mungkin plurisme atau keberanekaragaman lebih baik, dan soal keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebaiknya dikembalikan kepada pilihan dan kepercayaan masing – masing.

Jauh di belahan dunia yang lain, sebuah negara yang kerap diasosiasikan sebagai “Land of Dreams“, Amerika Serikat juga tengah dilanda persoalan kenegaraan. Tepat tanggal 1 Oktober 2013 lalu, pemerintah Amerika Serikat resmi mengumumkan menutup  pemerintahan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Seperti yang telah banyak dipublikasikan, hal ini terkait penolakan House of Representatives (DPR-nya Amerika) untuk mencairkan dana anggaran, khususnya dari partai republik, karena kebijakan asuransi kesehatan yang diberi nama “Obamacare”.

Padahal kebijakan ini telah disahkan oleh Obama pada tahun 2010 dan diketahui oleh kedua belah pihak. Melalui program Obamacare, sang presiden berharap dapat membantu sekitar 10.000 warga Amerika Serikat yang meninggal tiap tahun, karena tidak memiliki asuransi kesehatan.

Akibat penutupan pemerintahan Amerika Serikat ini, ada sekitar 800 ribu pegawai “dirumahkan” tanpa digaji. Bagaimana dengan para anggota House of Representative? Sama halnya dengan di Indonesia, mereka tetap digaji.

*****

Terkadang terpikirkan, jika pemerintah itu sama halnya dengan preman atau pedagang yang terlembaga dan dilindungi oleh undang – undang (karena mereka yang membuatnya). Pemerintah merupakan bagian kelompok masyarakat yang memiliki otoritas, dengan tujuan utama yang umum, yakni menguntungkan kepentingan sendiri dan kelompok, baru kalau ada lebihnya disedekahkan. Sebuah sifat yang mungkin akan diambil sebagian manusia jika ada kesempatan.

Saya tiba- tiba jadi teringat dengan pemikiran Ivan Illich jaman kuliah dulu. Menurutnya, pendidikan melalui jalur sekolah, apalagi kehadiran di ruang – ruang kelas bukanlah metode yang layak. Saya menangkap esensinya, sebagian manusia banyak “terjebak” dalam satu alur lokomotif yang panjang, atau tidak berani keluar dari “keterjebakan” atau “keterbatasan”. Padahal ini mungkin saja skenario pembodohan yang terstruktur, disadari ataupun tidak bukanlah intinya. Karena intinya, jika Anda masuk maka akan jadi korban, sementara yang membuat tertawa terbahak – bahak, “Anda telah masuk jebakan.”

Sederhananya, Anda mau banyak tapi tidak mau berusaha dan bertarung dengan adil. Padahal pertarungan yang adil, nikmatnya paripurna. Hasil jerih payah dari peluh, meski tentu sekarang tidak perlu basah berkeringat seperti orang – orang tua kita dahulu. Ruangan kerja sekarang sudah berpendingin udara. Sementara pertemuan dan transaksi bisa dilakukan melalui media dunia maya.

Seperti kutipan pendiri Microsoft dan orang terkaya di dunia tahun 2013 (versi Bloomberg) di awal, adalah pilihan kita sendiri untuk berani tidak mati miskin, seperti refleksi gaya hidup  orang kaya Indonesia berikut ini.

Saya sendiri mendoakan agar aku dan anak turunku dapat menjadi orang yang kaya raya, baik hati dan beriman, Aamiiin.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS 13:11)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s