Pedang Mimpi Terhunus ke Bali

“There is only one thing that makes a dream impossible to achieve: the fear of failure.” 
― Paulo CoelhoThe Alchemist

Bali Themes 5Setiap kisah tentu butuh cerita, dan setiap cerita butuh mimpi agar dapat bergerak. 

Tidak terasa sudah sekitar 12 tahun, aku menetap di Jakarta. Ada banyak mimpi yang dulu kutancapkan di kota ini. Di sini konon para petarung terbaik di negeri ini berada dan berebut eksistensi menuju puncak. Dan ego mudaku dulu meneriakkan hal yang sama. Aku pikir mimpi menjadi yang terbaik merupakan mimpi kebanyakan orang. 

Tidak mudah awalnya bertarung di kota ini, sebab ada banyak begitu lamaran kerja yang kukirim dulu dengan berbekal selembar fotokopi ijazah S1 dari sebuah universitas negeri di Makassar.

“There is only one meaning of life: the act of living itself.” (Eric Fromm)

Dalam merealisasikan mimpi ini, aku sadar bukanlah individu terbaik. Ada amunisi yang cukup mumpuni, namun modalitas adalah semangat bertarung yang berlimpah. Maka “pedang” selalu kuhunus ke depan untuk menyeruak masa depan sekeras dan sebaik yang aku bisa di Jakarta, bahkan terkadang mungkin melebihi kapasitas energi.

Dalam paradigmaku, ini adalah kisah yang akan kutulis, untuk itu dibutuhkan rajutan cerita jika semangat bertarung itu bukan sekedar angan yang mengendap di imajinasiku.

Mimpiku Berikutnya

Norton Commando 961
Norton Commando 961

Itu mimpi 12 tahun silam. Kini Jakarta makin sesak, bergegas dan emosional. Ini bukan lagi medan bertarung yang layak buat para petarung terbaik. Ada banyak yang absurd di sini.

Maka sebuah mimpi baru kutorehkan dan menjadi angan yang ingin kuhunus dengan pedangku, menjadikannya riil di bumi manusia, di bumiku. Tempat itu adalah pulau dewata, Bali.

Bukan di Denpasar-nya tentu yang sudah identik dengan kemacetan a la Jakarta. Aku ingin berada di pesisir Bali. Entah kapan terealisasi, tapi aku tentu berusaha dan berdoa, agar mimpi ini dapat menjadi kenyataan. Di sini aku ingin bersanding dengan alam, bersepeda di jalan setapak persawahan, berjalan di pantai, berkendara di rute perbukitan, dan melihat langit biru.

Yah, sebuah obsesi yang harus kurintis sejak sekarang. Ku motivasi diriku, berbekal kemampuanku yang cukup baik di bidang penulisan dan foto. Kelak aku berharap ini cukup sebagai modal untuk menyelesaikan semua angan. Mengantarkan anak – anakku hingga menjadi dewasa dengan latar belakang pendidikan yang cukup, baik agama dan formal, agar mereka dapat bertanggung jawab pada hidupnya masing – masing.

Lalu aku akan menetap bersama istriku tercinta di Bali. Dalam mimpiku dia akan sibuk dengan bisnis- bisnis jualannya, yang mengharuskan dia harus sering ke Denpasar. Aku sendiri berobsesi meninggalkan rumah setelah Subuh, dengan sepeda motor klasik buatan Norton. Dengan celana pendek selutut, jaket army look, kacamata hitam dan helm half face. Jelang Magrib aku akan akan pulang, bersih – bersih, beribadah dan bercinta di bawah langit Bali:d

Dalam benak anganku, aku akan tetap bekerja dengan mengabadikan momen -momen yang inspiratif dan berbau motivasi dalam bentuk rajutan kata dan foto untuk website-ku. Entah seberapa banyak uang yang dapat kuhasilkan nanti, tapi aku berharap dapat cukup untuk dapat mensyukuri setiap momen kehidupan yang dikaruniakan-Nya kepadaku.

Bismillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s