Fanatisme Kaum Intelektual = Sporter Bola?

Di antara semua sosok penjahat yang menggemaskan, mungkin Anda sepakat, jika sosok penjahat dengan sosok yang santun dan “agamis” paling menyeramkan.

Secara pribadi, saya sebenarnya tidak senang dunia politik. Satu di antara alasannya, karena di panggung ini terlalu banyak makna yang diumbar oleh para pelaku politik. Bahasa kalimat dan gerak tubuh politisi handal kerap kali bersayap. Semakin lihai seorang politisi maka makin sulit membaca apa makna yang ingin disampaikannya. Jika demikian, “dinginnya” sikap dari seorang politisi handal lebih berbahaya dari seorang mafia kelas kakap.

Tapi peristiwa semalam (10/1) membuat saya cukup tertegun, ada beberapa tokoh dan teman dengan kualitas intelektualitas yang handal turut prihatin sang tokoh idola masuk bui. Menurut mereka kebenaran akan menang dan tokoh – tokoh hebat di masa lalu biasanya masuk bui dulu. Seolah – olah masuknya sang tokoh adalah proses ketidakadilan.

Benarkah sang tokoh bersih? Masih terlintas tentu di benak negeri ini, bagaimana sang tokoh lolos dari jerat hukum pada kasus korupsi KPU tahun 2004, sehingga sang ketua dan beberapa koleganya saat itu merasakan hidup di balik jeruji besi. Saat itu sang tokoh lolos dan para pengagumnya diam.

Lalu saat kongres di partainya tahun 2010, jelas sang tokoh bukanlah jagoan yang disokong sang empu. Tapi sang tokoh mampu membuktikan kepiawaiannya yang “licin” dan berhasil memenangkan kursi nomor satu.

Hingga kemudian, sang tokoh mulai masuk dalam radar tembak para penegak hukum, setelah bendahara umum di periodenya tersandung kasus korupsi dan tertangkap di luar negeri dalam pelariannya. Dalam logika sederhana, posisi strategis sang kolega sebagai bendahara umum partai terbesar tentu tidak diberikan jika tanpa unsur kedekatan dengan sang tokoh.

Kejahatan sang playmaker adalah adalah instruksi sang pelatih. Alhasil ketika playmaker disalahkan, dia pun mulai bersuara menyebut nama “Coach” yang menjerumuskannya.

Seperti diketahui kemudian, meski cukup pelik dan memakan waktu cukup lama, sang tokoh akhirnya ditahan semalam. Kumandang kebesaran Tuhan diteriakkan oleh para pendukungnya. Terlepas dari masalah politik, mungkinkah sang tokoh sedemikian bersih atau ini hanya sekedar fanatisme para pendukungnya, sama halnya dengan dukungan sporter tim sepak bola pada tim kesayangannya, terlepas dari timnya menang (baca: benar) ataupun kalah (baca: salah).

Common, guys… Rasanya tidak perlu mencari kesamaan dengan para tokoh hebat di masa lalu untuk mengasosiasikan dengan jalan hidup sang tokoh idola Anda. Setiap entitas hidup punya  ceritanya masing – masing…

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Umum and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s