PDB, Kompetisi Kelas Menengah & Level Kompetisi Yang Meninggi

239862441_640Pada dasarnya saya tidak terlalu paham mengenai permasalahan ekonomi, namun saya beberapa kali mendengar jika PDB (Product Domestic Bruto) di Indonesia telah berada di atas US$3 ribu.

Berdasarkan sebuah sumber, situasi ini telah berjalan sejak tahun 2010. Di tahun 2012, PDB di Indonesia menduduki rangking ke-18 di rangking negara – negara dengan PDB terbesar di dunia (baca di sini). Di tahun 2013, PDB di Indonesia telah tembus di atas US$4 ribu, serta di tahun 2014 ini SBY optimis (baca di sini), PDB di Indonesia mampu tembus di atas US$5 ribu.

Penjelasan ini ada keterkaitannya dengan dunia yang telah saya senangi dari kecil, otomotif. Berdasarkan informasi dari situs kemenperin, jika sebuah negara telah mencapai PDB di atas US$3 ribu, berarti negara tersebut telah masuk ke dalam periode motorisasi.

middle-classPada periode ini disebut, kelas menengah berintelektualitas tumbuh pesat. Selain cerdas dan kreatif, kelas menengah ini termasuk memiliki kemampuan daya beli yang cukup tinggi. Sederhananya mereka konsumtif.

Mereka tidak lagi melirik motor sebagai kendaraannya, kalau pun “iya”, motornya sudah minimal Kawasaki Ninja 250 yang harganya sudah di atas Rp 50 juta. Saya juga kerap kali menanyakan kepada beberapa petinggi APM (Agen Pemegang Merek) mobil di Indonesia, sebenarnya batas psikologis harga kendaraan masih tersekat di bawah Rp 200 juta dan di atas Rp 200 juta?

Rata – rata jawaban mereka sama, “Masih!”

Saya pribadi berpendapat, fakta ini kemungkinan sudah bergeser. Masyarakat kelas menengah Indonesia sudah banyak yang berpindah ke segmen kendaraan roda empat di rentang harga antara Rp 200 juta – Rp 400 juta.

Kompetisi Kelas Menengah & Warisan Sejarah

Picture Quote ~ Never Give Up ~ 01-767200Di sub chapter ini saya ingin mengutip tiga kisah. Pertama dari kisah yang saya kutip dari account FB seorang teman, tentang Pak Anwar (seorang pejuang kemerdekaan dengan pangkat Letnan) yang terpaksa menghabiskan masa tua sebagai pengemis, sebelum akhirnya wafat pada 12 April 2011. Di akhir masa hidupnya, ia kabarnya hanya berujar tidak butuh apa – apa, selain sesuap nasi atau makan.

Kisah kedua, Anda bisa baca di sini. Intinya tentang kakek berusia 74 tahun yang tidak ingin menyerah pada hidup. Beliau tetap gigih mencari nafkah di tengah keterbatasan.

Kisah ketiga adalah kisah getir sang proklamator di akhir hidupnya (baca di sini).

Bagi saya ketiga hal itu ada keterkaitannya dengan kondisi Indonesia sekarang, di periode yang namanya “motorisasi” ini, jika hidup harus terus berjalan dengan apa yang kita yakini benar.

Jangan berhenti untuk terus berkreasi, atau konsekuensinya adalah tergilas oleh peradaban. Sejarah yang tertuang di atas kertas umumnya adalah milik pemenang, terlepas dia baik atau buruk (baca di sini). Pihak yang lebih banyak termangu, pasif, tidak berusaha, tentu akan sulit menjadi pemenang.

Terlebih di tengah tumbuhnya kelas menengah, dengan penciptaan standar kompetisinya yang terus meninggi. Ada baiknya meminjam filosofi pada para pembalap, “Saatnya kencangkan sabuk pengaman, dan gas poll.”

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Umum and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s