A Tribute to Djuhri Masdjan

jojonKata Mamaku, rumah nenek itu dulu luasnya sekitar 400 meter. Di rumah dua lantai yang terletak di kompleks Sosial di jalan Cendrawasih, Makassar, itu aku punya sebuah kamar mungil sekitar 2 x 3 meter. Cukup kontras, bukan…:)

Di kamar mungil itulah dulu, aku banyak menyimpan kenangan mulai masa SD hingga SMA. Satu di antara yang paling kuingat adalah beberapa koleksi kaset lawakan dari Jayakarta Group. Hampir setiap pulang sekolah, aku suka sekali mendengar lawakan dari para anggotanya, yaitu Jojon, Cahyono, Ester, Uuk dan Eddie Gombloh dari sebuah mini compo, sampil duduk dan berusaha fokus mendengar jalannya cerita.

Dan entah kenapa aku hampir tidak pernah merasa bosan untuk mendengarnya berulang – ulang…

Menurutku, proses rekaman suara para pelawak legendaris tersebut cukup hebat. Pasalnya suara drama komedi yang terdengar seperti kejadian betulan, misalnya bunyi mobil yang kabur atau pintu dibanting. Hanya melalui rangkaian bunyi, para pendengarnya seperti diriku mampu dibuat berimajinasi tentang rangkaian kejadian dan cerita yang coba dipaparkan melalui rekaman kaset tersebut. Ruaarrr biasa…:)

Saking terpesonanya, aku sangat ingin sekali ketemu para personil Jayakarta Group. Samar – samar , aku masih ingat Papaku almarhum mengabulkan pintaku. Dulu di kompleks stadion olahraga Mattoanging di Makassar ada sebuah banguan seni. Kalau tidak salah, group lawak Jakarta Group pernah hadir. Dan yah, sosok yang paling aku kagumi adalah Jojon, dengan identitasnya celana gombrongnya yang ngatung dari pusar hingga sekitar lutut. Serta yang pasti kumis a la Charlie Chaplin.

Ya, samar – samar aku ingat, aku berhasil ketemu Jojon, namun biar aku beritahu sebuah rahasia kecil yang juga mungkin dialami kebanyakan orang. Sebagai seorang bocah sekolah dasar, aku sempat termangu menatap sosok Jojon dengan celana panjang, kemeja dan tanpa kumis. Meski mengenali itu sosok Jojon, tapi rasanya ada seperti yang hilang. Unsur kejutan yang aku harapkan pun seperti tereduksi.

Seiring jalannya waktu, kehadiran Jayakarta Group membuatku sangat suka dengan dunia lawak. Di jaman sekolah dasar, aku ingat pernah minta pada wali kelasku untuk melawak dengan dua orang teman di depan kelas. Meski tidak sukses, aku mulai terus mengikuti perkembangan grup lawak di tanah air. Mulai dari kehebohan trio grup lawak legendaris Warkop DKI, lalu disusul kehadiran Bagito, Patrio, Cagur dan terakhir Bajaj.

Uniknya, aku merasa sosok Jojon seperti tetap melekat di benakku. Meski bisa aku sebut tidak terlalu istimewa, tapi tetap hebat. Bagiku pelawak senior yang ternyata bernama asli Djuhri Masdjan adalah sosok komedian yang rendah hati. Hingga akhir hayatnya pada hari Kamis, 6 Maret 2014 lalu, Jojon yang aku ingat tidak pernah memaksakan diri sebagai tokoh utama dalam lawakannya. Ia justru konsisten sebagai sosok yang selalu dikerjai oleh lawan mainnya dalam lawakan.

Sekilas terkesan bloon yang konsisten dan statis, tapi bagiku itu adalah sebuah dedikasi dan loyalitas pada pilihan hidup. Bagiku ini adalah manifestasi jalan pedang. Di tengah cemooh banyak orang mungkin, almarhum seolah tahu jalan kebahagiaan yang dia pilih. Tidak mudah, bukan…

Bagiku pula, Jojon adalah satu di antara sosok komedian terbesar yang pernah dimiliki negeri ini, selain Benyamin Sueb. Ia sosok cerdas dan jauh dari gosip murahan.

Jojon seakan telah meninggalkan pesan, jika hidup dengan sederhana dan loyal pada sebuah pilihan hidup adalah juga kemuliaan. Aku juga baru tahu setelah engkau meninggal, jika dirimu adalah seniman berdarah Sunda. Untuk itu ijinkanlah aku mengucapkan, “Selamat jalan, kang. Terima kasih telah menghibur Indonesia selama ini.”

Teriring surah Al-Fatihah untukmu, semoga Allah SWT berkenan memberimu tempat terbaik di sisiNya, Aamiiin.

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Umum and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s