Hampir Gila di Gerbang Tol Cililitan

cililitan 3Hampir gila di gerbang tol Cililitan. Terkesan dramatis memang, namun inilah momok yang selalu berkumandang di benakku setiap melintasi pintu tol satu ini.

Momok ini dimulai dari logika terbodoh di kepalaku. Di tempat ini akan ditemui 18 gardu pembayaran di pintu tol Cililitan yang terbagi menjadi tiga bagian; pintu tol Cililitan 1, pintu tol Cililitan dan pintu tol Cililitan 3.

Mimpi buruk di tol Cililitan
Mimpi buruk di tol Cililitan

Menjelang ke-18 gardu ini, lajur yang awalnya cuma empat lajur seketika melebar menjadi 18 lajur untuk dipilih oleh setiap pengemudi. Pada masing – masing gardu telah siap 18 pegawai Jasamarga untuk menerima pembayaran biaya jasa jalan bebas hambatan dari setiap pengemudi yang melintas.

Bebas hambatan? Ya, sebatas pengistilahan saja, bukan arti yang sebenarnya.

Dan problema dengan pintu tol Cililitan kembali harus aku hadapi pada hari Rabu, 12 Maret 2014. Bersama si putih (GL SV AT), aku mesti melewatinya untuk menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan. 

Mesti ekstra sabar dan hati - hati lewat rute satu ini.
Mesti ekstra sabar dan hati – hati lewat rute satu ini.

Jarum jam di pergelangan tangan kiriku menunjukkan waktu 13:20 WIB, dan deretan gerbang pembayaran tol pun terbentang di depan mata. Sementara di sisi kiri kanan, sisi depan dan belakang, nampak rentetan mobil lain menghadapi situasi yang sama. 

Sebuah teriakan fatamorgana seperti berkumandang menjelang pintu tol itu. “Ayo mari… mari ke sini dan bayar yah!”

Setelah merambat tersendat – sendat, aku akhirnya tiba di salah satu pintu tol pembayaran dan menyerahkan uang Rp Rp 8.000 ke penjaganya. Tol lancar? Ya, itu hal fatamorgana bak ilusi mata air di padang pasir.

Selepas loket pembayaran, dua tantangan pun menanti. Pertama, kepadatan kendaraan yang membuat mobil berjalan perlahan, bahkan sesekali berhenti cukup lama. Mau tahu puncak dari kegilaan di sini? Anda harus berebutan ruas jalan, karena seketika lajur jalan yang tadinya 18 kembali menjadi empat.

Karakter asli manusia – manusia di ibukota bisa nampak di sini. Biasanya, para pengemudi dari tiga lajur secara bergantian masuk ke sebuah lajur, dan persoalan pun bisa selesai dengan damai. Namun hal itu tidak berjalan kali ini, mungkin salah satu faktornya adalah cuaca yang panas. Mungkin.

Aku tidak ingin bergumul untuk urusan jalan seperti ini. Di sisi kiri dan kanan nampak ada beberapa pengemudi membuka jendela mobilnya seperti ingin memaki atau memukul badan kendaraan lain yang memotong laju mobilnya. Hmm…

Setidaknya ada sekitar 10 sampai 20 mobil yang memotong dan berebut sebuah lajur dari arah kanan dan kiri mobilku. Beberapa pengemudi nampak kekar dengan lengan kemejanya yang menyingsing hingga pergelangan siku. Garis muka mirip seperti preman atau para penagih hutang. Aku tidak ingin berurusan dengan orang – orang semacam ini, sambil mengingat wajah anak – anakku yang lucu – lucu di rumah, aku menghibur diri sekaligus menetralisir luapan potensi emosi.

Di belakangku, deretan gerbang tol itu seolah kembali berteriak, “Terima kasih sudah membayar yah. Semoga Anda beruntung melewati jalan di depan!”

Jam di tanganku menunjukkan pukul 13:55 WIB, dan sudah pasti terlambat tiba tepat waktu pukul 14:00 WIB di area Kelapa Gading.

Sebuah kesimpulan pun mengemuka di benakku. Di tol satu ini, loket pembayaran dibuat banyak – banyaknya, agar mempermudah proses pembayaran. Ya, sebatas kelancaran pembayaran, karena untuk urusan pelayanan dan kenyamanan para pengguna jasa mengemuka sebuah pesan, “Silahkan Anda pikirkan sendiri!”

2 Replies to “Hampir Gila di Gerbang Tol Cililitan”

  1. Thanks for sharing. Saya beberapa kali lewat tol cililitan tapi baru kemarin bener2 ngerasa konyol banget mengalami macet di situ. Seharusnya kalau bisa loket pembayaran tol tetap dibuat 4 lajur sesuai lajur jalan, tapi dibuat 3-5 loket tol berturut2 seperti di tol semanggi I. Gak masuk akal banget 4 lajur melebar skitar 10 lajur, trus menyempit lagi jadi 4 lajur. X_X

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s