Tantangan Mudik di Jalur Selatan Jawa

IMG_9880Yang namanya mengemudi di saat momen mudik tentu sangat melelahkan. Sebagai contoh adalah pengalaman saya pribadi, jika mengantarkan istri mudik ke Ciamis, Jawa Barat.

Di waktu normal, perjalanan santai Jakarta – Ciamis dapat ditempuh antara enam hingga tujuh jam. Namun di saat momen mudik Lebaran, waktu perjalanan bisa antara 12 – 14 jam.

Bahkan di tahun ini sangat mungkin waktu tempuh jauh lebih panjang lagi. Pihak Dishub DKI pada pertengahan Juli lalu telah menjelaskan, jika pemudik menggunakan mobil pribadi tahun ini diprediksi meningkat sekitar 21 persen. Hal ini tentu akan menjadi problematika tersendiri seiring kemampuan daya beli masyarakat terhadap mobil baru semakin meningkat, setidaknya untuk segmen mobil LCGC.

Mengapa menjadi problematika? Sangat mungkin, jumlah 21 persen itu terdiri juga dengan para pembeli mobil pemula. Artinya ada pemudik yang kini telah migrasi dari roda dua ke roda empat, namun tidak dibarengi dengan migrasi persepsi  dan wawasan mengenai perbedaan karakter mengemudikan mobil dan motor.

Apalagi kali ini rute perjalanan yang ditempuh adalah jarak menengah hingga jauh.

Menurut pengalaman saya , mengemudi bukan hanya sekedar kemampuan menjalankan mobil dengan baik, tapi lebih jauh lagi adalah mengenal dan memahami karakter mengemudikan mobil. Misalnya yang paling saya kerap temui adalah perpindahan lajur seketika atau mendadak.

Hal tersebut bisa saja dilakukan lebih leluasa ketika mengendarai motor, namun tidak demikian saat mengemudikan mobil. Mengemudikan mobil tidak lagi bisa sekenanya berpindah lajur seperti mengendarai motor. Hal ini tentu membahayakan baik sang pengemudi, ataupun pengguna jalan lainnya.

Lantas apalagi tantangan lain yang telah menanti pemudik di Jalur Selatan Jawa? Pihak BMKG Cilacap juga telah menjelaskan, jika cuaca ekstrim akan mengancam pemudik di jalur Selatan.

Tantangan mudik tahun ini juga makin diperparah dengan kondisi jalan dan bertumpuknya kendaraan yang melintasi jalur ini, akibat amblasnya jembatan Comal (baca di sini).

Tidak urung, satu di antara walikota yang paling diidolakan di Indonesia, Ridwan Kamil (Walikota Bandung), mengemukakan jika mudik adalah ritual paling mematikan di dunia (baca di sini).

Sebagai seorang Jurnalis di bidang otomotif sekitar 12 tahun terakhir, saya menyarankan jika Anda lelah mengemudi dalam perjalanan, sebaiknya segera menepi sejenak dan beristirahat. Pasalnya jika Anda lelah, ada banyak marabahaya mengintai Anda, mulai dari mengantuk, respon yang melambat, hingga emosi yang kurang terjaga jika menghadapi situasi lalu lintas yang di luar ekspektasi Anda.

Kalau marah khan puasa Anda bisa jadi makruh dan pahalanya jadi berkurang, bukan… 🙂

Jangan lupa cek kondisi kesehatan kendaraan, termasuk di antaranya aki, lampu – lampu, rem, suspensi, rem hingga kondisi dan tekanan angin pada ban.

Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s