Cerita Para Pemudik Lebaran 2014

mudikSetiap tahun arus mudik Lebaran semakin tinggi, termasuk pengguna mobil pribadi. Berdasarkan data kantor berita Antara, jumlah pemudik yang menggunakan mobil pribadi pada tahun 2014 ini kembali meningkat 6,03 % dibanding tahun 2014.

Otomatis waktu tempuh perjalanan makin tidak manusiawi. Saya sendiri merasa berhasil membujuk istri untuk tidak mudik ke Ciamis pada tahun ini. Tahun lalu, kami harus menempuh waktu perjalanan 12 Ciamis dari Bogor ke kampung halaman istri itu.

Untuk membuktikan asumsi saya soal kemacetan yang makin akut, maka saya menghubungi beberapa kenalan yang melaksanakan tradisi mudik tahun 2014 ini dengan menggunakan mobil pribadi.

Hasilnya bisa Anda simak sendiri di bawah ini…

Jakarta – Jawa Barat: Tembus 20 Jam

Dua rekan berhasil bercerita singkat soal momen mudiknya tahun ini yang berada di wilayah Jawa Barat. Satunya seorang tetangga yang mudik ke Tasikmalaya yang melintasi jalur Selatan Jawa.

“Mudik tahun ini Jakarta – Tasikmalaya gue tembus 20 jam,” ungkap Gusmar, tetanggaku yang bekerja sebagai karyawan Swasta di wilayah Jakarta Barat. Ia memang mudik di puncak arus mudik, Sabtu 26 Juli 2014, dengan menggunakan Toyota Yaris bersama seorang anak dan istrinya.

Saya juga mengontak seorang kenalan bernama Budianto, pemilik bengkel khusus mobil Korea (Hyundai, Kia dan Timor) di jalan raya Ciater BSD. Pria ini mudik menggunakan Hyundai H-1 CRDi (diesel) ke Ciamis bersama anak dan istrinya. “Waktu arus mudik tembus 13 jam, sementara pas arus balik tembus 18 jam,” terang Budi yang mengaku melakukan arus balik pada puncak arus balik, Minggu 3 Agustus 2014.

Traffic terparah itu dari Tasikmalaya ke Ciamis dan sebaliknya,” imbuhnya. “Untung Hyundai H-1 meski berpostur besar, tapi gak berasa besar pas dibawa. Tenaganya mantap dan bahan bakar solar kan mudah didapat sepanjang jalan.”

Jakarta – Jawa Tengah = Puluhan Jam

Lain lagi cerita perjalanan mudik ke Jawa Tengah. “Saya dan anak istri mudik dari Jakarta ke Madiun 37 jam, dan pulangnya lebih parah lagi 45 jam. Sebenarnya kalau ditotal non stop tanpa waktu istirahat perginya sekitar 32 jam, dan pulangnya sekitar 39 jam,” ungkap Bambang, bekas teman kerja saya di majalah EuroCars yang bermarkas di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan.

Pria yang pede minta dipanggil ‘wong tampan’ ini mudik menggunakan Suzuki Swift menggunakan jalur tengah Jawa pada saat berangkat, sementara pulangnya menggunakan jalur Selatan. “Beruntung pihak kepolisian Jawa Barat sangat cekatan dalam memecah dan mengalihkan arus jalan saat macet terjadi. Salut buat kepolisian Jawa Barat,” imbuh Bambang.

Cerita mudik ke Jawa Tengah pun hadir dari seorang kawan bernama Almi yang mudik ke Purwokerto bersama anak istri dan adiknya. “Saya mudik dari Jakarta ke Purwokerto lewat jalur Utara habis 35 jam di jalan, padahal jaraknya hanya 435 km. Ini mudik yang terparah yang pernah saya jalani,” ungkap Almi yang mudik menggunakan Hyundai Tucson generasi terbaru.

“Itu pun  non stop. Paling istirahat 10 menit untuk Shalat,” imbuhnya.

Saat arus balik, Manager Public Relation di sebuah perusahaan otomotif ini menggunakan jalur Selatan Jawa yang relatif lebih baik. “Purwokerto ke Bandung sekitar 17 jam, sebelum kami istirahat dulu di rumah keluarga.”

Baik menurut Bambang dan Almi, tantangan terbesar saat mudik Lebaran 2014 adalah perilaku mengemudi yang tidak tertib. “Kalau ada polisi, pengguna jalan jadi tertib jadi satu lajur, kalau tidak ada langsung pecah jadi tiga,” ungkap Almi.

“Bahkan ada yang ambil bahu jalan dan jalur paling kanan. Sudah padat, makin tidak karuan lalu lintasnya,” tukas Bambang.

Kedua rekan tersebut juga menyebutkan, populasi pemudik menggunakan mobil tahun ini juga meningkat pesat, sayangnya kurang disertai dengan etika berlalu lintas yang baik.

Saya sendiri masih berpendapat soal ketidaktertiban di atas disebabkan oleh masih banyak pembeli mobil pemula yang ikut tradisi mudik, namun tidak dibarengi dengan perubahan pola pikir, etika dan wawasan mengemudikan mobil yang berbeda dengan mengemudikan sepeda motor.

Jakarta – Jawa Timur: 3 Hari

Untuk perjalanan ke Jawa Timur, saya kebetulan juga mendapat informasi dari tetangga di kompleks perumahanku.

“Saya mudik ke Banyuwangi dari Jakarta tembus 3 hari waktu,” terang tetanggaku yang bernama Syamsir, seorang mandor proyek bangunan di Jakarta Utara, yang mudik menggunakan Toyota Avanza bersama anak – anak dan istrinya.

“Pokoknya sampai pegel di mobil,” imbuh istrinya yang tengah hamil anak ketiga.

Hmm, kira – kira tahun tambah berapa lama lagi yah macetnya… Ampun, DJ… 🙂

One Reply to “Cerita Para Pemudik Lebaran 2014”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s