Kelompok Ayam Sayur dan Kemasan Trend

chickenAlkisah di sebuah negeri yang indah permai, hiduplah sekelompok ayam sayur.

Kelompok ayam sayur ini menjalani sekian peran pada kehidupannya masing – masing. Anda yang jadi pemuka religi buat cari makanlah, ada yang jadi politisi yang tujuan utamanya mencari kekuasaanlah, ada yang jadi akademisi untuk merasa paling benarlah, ada yang jadi pewarta bayaranlah, hingga ada yang pilih jadi masyarakat yang memang tidak ingin berkembang dan makan dedak sepanjang hidupnya.

Syahdan di negeri indah permai itu, ada biduan wanita yang posturnya kate. Ya, sebutlah namanya ayam sayur kate dari pinggiran suku kota bunga.

Nah, sebelum membaca lebih lanjut. Ada tips kuncian jika sempat bertemu, melihat dan mendengar kicauan dan gerak dari komunitas ayam sayur, yaitu “JANGAN PAKAI NALAR & LOGIKA”. Anggap saja hiburan, tapi jangan sampai dihirup juga, karena racunnya berbahaya dan dijamin bisa membuat Anda bloon, dan akhirnya masuk ke dalam jajaran kelompok ayam sayur.

Kembali ke soal ayam sayur kate yang berjenis kelamin betina ini. Seperti telah disebut sebelumnya, ayam sayur kate ini adalah seorang biduanita, tapi alih – alih dikenal dengan suaranya yang merdu, ia lebih dikenal dengan kontroversi kemasan trend.

Beruntung, industri dapat mengubah cara pandang dari para kelompok yang jadi masyarakat ayam sayur tadi. Di dalam industri itu, sang biduanita didukung dengan ada yang namanya manajemen dan pewarta bayaran tadi.

Di dalam tim sang biduan, ada sejumlah uang yang tidak kecil untuk memuaskan kehidupan lingkaran mereka. Uang itu bertujuan untuk mempopularkan segala tingkah laku gak penting dari sang ayam sayur kate tadi. Sang ayam sayur kate itu memang juga rupawan. Meski artifisial, ia telah menjalani metamorfosa yang tidak murah di bagian rupa, buritan dan dada.

Muaranya pun simpel, yaitu arus deras informasi di layar kaca dan saluran komunikasi publik lain di kalangan kelompok masyarakat ayam sayur. Informasi pun dapat mencekoki tanpa sadar, telanjang bulat masuk ke otak dan hati ke dalam kelompok masyarakat ayam sayur, baik anggota lama ataupun anggota yang baru saja masuk.

Dampaknya pun masif. Bahkan para serdadu yang mestinya gagah dengan atribut dan senjatanya menjaga kewibawaan bangsa dan negara, pun jadi ikut – ikutan latah. Mereka pun turut masuk dalam kemasan strategi sang biduanita dan timnya, berjalan lentje a la bumbu ketoprak yang sedang diulek.

Geram, gusar? Jangan, cukup tekan tombol pemindah di remote tivi Anda, atau jangan klik info singkat yang judulnya berisi racun dari tim ayam sayur kate.

Jangankan melihat anak laki – laki seperti itu, melihat anak perempuan jalan menggal – menggol maju mundur seperti itu, dijamin Anda akan segera mencari kantong plastik untuk menampung muntah.

Yah, namanya juga racun ayam sayur…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s