Mobil di Bawah Rp 100 Juta

mobil murah di bawah 100 jutaTahun 2015, kelas menengah Indonesia menghadapi tantangan lebih tinggi untuk membeli mobil baru. Beberapa faktor yang mempengaruhi seperti kebijakan pengalihan subsidi BBM, naiknya inflasi dan suku bunga BI, serta kenaikan tarif dasar listrik. Membeli mobil baru pun jadi lebih sulit untuk direalisasikan.

Berdasarkan data Asian Development Bank, GDP di Indonesia memang diprediksi tumbuh dari 5,3% tahun 2014 menjadi 5,8% tahun 2015. Namun, pada sisi lain negeri kita juga dibayangi dengan kenaikan inflasi dari 5,8% tahun 2014 menjadi 6,9% tahun 2015.

Alhasil meski daya beli tetap ada, konsumen kelas menengah dituntut untuk bisa lebih taktis dan efisien merealisasikan niat membeli mobil baru. Naiknya suku bunga BI besar kemungkinan dapat mempengaruhi kebijakan perbankan pemberi fasilitas kredit untuk turut menaikkan suku bunga kredit.

Kondisi ini juga sesuai prediksi Gaikindo, jika pasar mobil murah yang justru punya kans untuk tumbuh pada tahun 2015. Nah, menyinggung soal mobil murah, setidaknya ada tiga klasifikasi harga yang bisa dijadikan rujukan, LGCC di bawah Rp 100 juta, LCGC Rp 100 juta – Rp 125 juta, dan city car antara Rp 125 juta – Rp 150 juta.

LCGC di Bawah Rp 100 Juta

Di bawah harga Rp 100 juta, pilihan ada Daihatsu Ayla tipe transmisi manual, beberapa tipe Suzuki Karimun Wagon R, serta Datsun Go.

Untuk wilayah Jakarta, konsumen bisa memilih Daihatsu Ayla tipe D, M dan X MT (Rp 77,75 juta – Rp 99,2 juta, on the road Jakarta – harga sewaktu – waktu dapat berubah). Mobil compact ini memiliki ukuran dimensi panjang 3,6 m x lebar 1,6 m x tinggi 1,52 m, serta jarak antar sumbu roda 2,45 m. Data ini menunjukkan kapasitas kabinnya cukup lapang untuk lima orang penumpang dewasa. Begitu pula dengan kapasitas bagasinya, untuk ukuran mobil sekelasnya. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah kapasitas ruang car port di rumah Anda, saat membelinya. Agar bisa masuk ke dalam area rumah.

Dengan mesin 1,0-liter 3-silinder, Daihatsu Ayla didukung desain yang cukup stylish untuk para pembeli mobil pertama, atau yang ingin migrasi dari mobil bekas. Ditunjang jaringan purna jual yang luas, sehingga mudah untuk perawatan kendaraan. Nilai jual kembali pun tergolong kuat.

Suzuki Karimun Wagon R menawarkan desain berbeda dari para rivalnya yang berdesain hatchback atau sedan tanpa buntut. Mobil LGCC dari Suzuki ini hadir dalam desain compact MPV atau mobil keluarga yang mungil. Buat konsumen di Jakarta, bisa memilih tipe R GA Rp 85 juta atau R GL Rp 98 juta, on the road (harga sewaktu – waktu dapat berubah). Ukuran dimensi panjang 3,6 m x lebar 1,475 m x tinggi 1,67 m, serta jarak antar sumbu roda 2,4 meter. Dari perbandingan lebar, kelegaan ruang duduk dan bahunya kalah dari Ayla. Plusnya, ruang kepala lebih tinggi 15 cm.

Dengan desain compact MPV, Suzuki Karimun memberikan kesan gesit yang lebih. Ini dibuktikan dengan kemampuan radius putar minimumnya yang hanya 4,6 meter. Hal ini tentu berpengaruh pada kemampuan bermanuver, berbelok di jalan sempit dan parkir.

Berdasarkan data teknis rasio perbandingan tenaga ke bobot dari masing – masing produsen, Suzuki Karimun sedikit lebih akselaratif dibanding Ayla.

Daihatsu Ayla memiliki bobot kosong 755 kg (tipe D dan M AT), 765 kg (M MT) dan 785 kg (X MT). Tenaga puncak yang dihasilkan 65 ps/6.000 rpm dan torsi maksimum 85 Nm/3.600 rpm. Artinya setiap satu tenaga kuda dipakai untuk mendorong 0,086 kg, 0,084 kg, hingga  0,082 kg. Untuk torsi atau momen puntir, setiap 1 Nm dipakai untuk mendorong bobot 0,11 kg.

Suzuki Karimun Wagon R memiliki mesin 1,0-liter 3-silinder, dengan tenaga maksimum 68 ps / 6.200 rpm dan torsi puncak 90 Nm / 3.500 rpm. Bobot kosong kendaraan 835 kg. Artinya 1 setiap tenaga kuda dipakai untuk mendorong 0,081 kg. Untuk momen puntir, setiap 1 Nm dipakai mendorong bobot 0,107 kg.

Artinya jika area car port di rumah Anda agak sempit dan ada beberapa trek menanjak, Suzuki Karimun Wagon R lebih pas dipilih. Tapi jika car port di rumah Anda cukup luas dan banyak polisi tidur atau jalanan berlobang, Daihatsu Ayla lebih tepat dipilih. Ini karena Daihatsu Ayla punya jarak terendah ke tanah lebih tinggi 1,5 cm (18cm) dibanding Suzuki Karimun Wagon R (16,5 cm). Plus Ayla sudah ada versi transmisi otomatisnya.

Ada dua pilihan lagi untuk mobil di bawah Rp 100 juta, yaitu Datsun Go (5-seater) dan Datsun Go+ (5+2-seater). Sayangnya harga tersebut kemungkinan naik di awal 2015 (sumber Kompas.com). Kabar baiknya masalah karat pada bagian kaki – kaki sudah tidak ada lagi (sumber AutoNetMagz).

Kedua model kendaraan dari Datsun ini didukung mesin 1,2-liter. Lebih besar dibanding Daihatsu Ayla dan Suzuki Karimun Wagon R yang bermesin 1,0-liter. Sayangnya baru tersedia dalam pilihan transmisi manual, sama dengan Suzuki Karimun Wagon R.

Datsun Go memiliki ukuran panjang 3.785mm, lebar 1.635mm, tinggi 1.485mm, serta jarak antar sumbu roda 2.450mm. Dengan genre desain hatchback sama dengan Ayla, Datsun Go lebih panjang 185mm dan lebih lebar 35mm, tapi lebih pendek 35mm. Ini berarti jika car port Anda cukup luas, plus kebutuhan pada mobil murah bermesin lebih besar, Datsun Go lebih pas sebagai pilihan.

Saudaranya, Datsun Go+ merupakan satu – satunya mobil yang masuk kategori “murah” dengan kapasitas tempat duduk untuk tujuh penumpang. Namun dua penumpang di baris ketiga lebih pas buat anak – anak atau penumpang dengan tinggi maksimum 150cm. Datsun Go+ punya panjang 3.995mm, lebar 1.635 dan tinggi 1.490mm, serta jarak antar sumbu roda 2.450mm.

Semoga bermanfaat.

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Otomotif Roda Empat and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Mobil di Bawah Rp 100 Juta

  1. Adi says:

    Terima kasih sekali untuk informasi yg mencerahkan Pak..

  2. Adi says:

    Saya sedang merencanakan membeli mobil pertama.. Mohon masukkannya diantara ketiga mobil tersebut, mana yang paling disarankan..

    • jbkderry says:

      Hi, Pak Adi

      Soal pilihan mana yang dijatuhkan pada akhirnya pasti kembali pada selera dan kebutuhan Anda. Meski demikian saya coba membantu memberikan masukan lebih lanjut. Jika Anda mengedepankan desain yang stylish, Daihatsu Ayla dan Datsun Go lebih pas. Jika mengedepankan desain stylish dengan kapasitas mesin lebih besar, Datsun Go lebih pas. Jika mengendepankan fungsionalitas dan kepraktisan berkendara, nampaknya Suzuki Karimun Wagon R lebih pas. Jika mengedepankan jaringan layanan purna jual, setahu saya jaringan Daihatsu dan Suzuki lebih luas dibanding Nissan – Datsun. Jika mengedepankan nilai jual kembali, nampaknya di pasar mobkas brand Daihatsu dan Suzuki punya nilai jual sedikit di atas Datsun. Untuk biaya perawatan berkala, setahu saya PT SUzuki Indomobil Sales punya paket khusus dalam memasarkan Suzuki Karimun Wagon R (sebaiknya Anda mengecek lebih lanjut di masing – masing dealer biaya perawatan selama 3 – 5 tahun pertama). Mudah – mudahan bisa lebih membantu.

      • Adi says:

        Terima kasih untuk masukannya. Kalau secara pribadi, anda lebih memilih yang mana atau mungkin ada alternatif lainnya?

      • jbkderry says:

        Halo, pak Adi. Maaf, baru sempat balas. Kalau kenyamanan berkendara (baik untuk pengemudi dan penumpang) untuk produk Jepang selama pengalaman jadi jurnalis, saya memilih Nissan. Artinya dalam hal ini Datsun tentunya. Hanya saja jujur saya belum pernah mengetes/mengendarai Datsun. Kalau punya budget lebih sih mungkin bisa memilih Nissan Grand Livina atau Suzuki Ertiga. Keduanya nyaman, cuma biaya perawatan Nissan sepertinya lebih mahal dibanding Suzuki. Mudah – mudahan menjawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s