Bab 3: Kenyamanan Nissan Grand Livina

Kami di GWK, mengendap - ngendap di pagi hari untuk dapat masuk secara gratis.
Kami di GWK, mengendap – ngendap di pagi hari untuk dapat masuk secara gratis.

Sebelum disiksa turing Jawa – Bali lebih dari 3.000 km, Nissan Grand Livina SV AT produksi tahun 2012 milik kami telah menjalani servis berkala di bengkel resmi Nissan Depok pada pertengahan November 2014. Aku termasuk orang yang percaya, jika mobil harus dirawat sesuai rekomendasi pabrikan biar tetap sehat dan nyaman dikendarai.

Untuk ukuran mobil keluarga kelas menengah ataupun kalangan first time buyer, Nissan Grand Livina termasuk nyaman dikendarai. Parameterku sederhana. Handling dan kemampuan bermanuver bisa diandalkan. Posisi duduk enak, bisa diatur pula maju mundur kursi baris pertama dan kedua. Material jok lumayan tebal, sehingga tidak capek saat perjalanan jauh atau di tengah kemacetan. AC mobil dingin hingga kursi baris ketiga. Meski AC hanya single blower, namun ada kisi – kisi di antara dua kursi baris pertama untuk suplai udara ke penumpang baris kedua dan ketiga.

Rute Cibinong - Bali kami tempuh sejauh 1.459,3 km. Total bensin yang digunakan 132 liter, dan konsumsi BBM rata - rata 16,239 km/liter.
Rute Cibinong – Bali kami tempuh sejauh 1.459,3 km. Total bensin yang digunakan 132 liter, dan konsumsi BBM rata – rata 16,239 km/liter.

Ada fitur standar headunit dengan pemutar DVD dan televisi 10,1-inchi terpasang di bagian atap sebagai fasilitas hiburan untuk penumpang baris kedua dan ketiga.

Kursi baris ketiga dapat dilipat serata lantai, sehingga bisa memuat lebih banyak barang bawaan. Kinerja kaki – kaki handal untuk melibas tikungan dan jalanan berlobang, dan apiknya penumpang di kabin tetap merasa nyaman.

Jarak Bojong Gede ke Tegal berdasarkan Google Map. Khusus rute ini lupa dicatat soalnya...:)
Jarak Bojong Gede ke Tegal berdasarkan Google Map. Khusus rute ini lupa dicatat soalnya…:)

Kinerja mesin berkapasitas 1.500cc juga cukup handal untuk diajak berakselerasi, mendahului kendaraan lain, ataupun dipacu hingga kecepatan 120 km/jam – 130 km/jam tetap stabil. Bisa lebih cepat sebenarnya, hanya saja aku menganggapnya sebagai mobil keluarga bukan mobil balap.

Konsumsi BBM juga cukup irit. Waktu perjalanan dari pulau Jawa menuju Bali, konsumsi BBM berkisar antara 14 km/liter – 18 km/liter dengan menggunakan bensin RON 92. Di Bali, mobil dua kali aku isi BBM jenis Premium, karena jarak harga yang lumayan terpaut jauh dari Pertamax. Di Jawa (di luar Jabodetabek), harga Pertamax Rp 10.300 dan Premium Rp 8.500, bedanya cuma Rp 1800 / liter. Di wilayah Bali bedanya sekitar Rp 3.000.

Fitur standar TV 10,1-inchi di atap kabin plus DVD player, membuat putri sulungku dan adik lelakinya anteng menonton film Frozen berulang kali sepanjang perjalanan ini.
Fitur standar TV 10,1-inchi di atap kabin plus DVD player, membuat putri sulungku dan adik lelakinya anteng menonton film Frozen berulang kali sepanjang perjalanan ini.

Konsumsi terboros mobil kami saat perjalanan dari Denpasar ke Ketapang. Waktu itu, mesin dibiarkan selalu menyala selama berada kapal Ferry. Lebih dari sejam, mesin mobil menjadi sumber tenaga untuk menghidupkan AC dan DVD player untuk memutar film Frozen (lagi). Itupun masih bisa tembus lebih dari 11 km/liter. Irit, khan…

Selama perjalanan dari pelabuhan Ketapang hingga kabupaten Ciamis, konsumsi BBM rata – rata antara 13,4 km/liter dan 13,6 km/liter. Pengisian dilakukan empat kali, yaitu di Lumajang, Batu, Tawang Mangu dan Gombong. Bensin kembali menggunakan RON 92.

Bon bensin waktu pergi, Cibinong - Bali.
Bon bensin waktu pergi, Cibinong – Bali.

Mekanisme pengujian konsumsi BBM menggunakan metode konvensional, fuel to fuel. Bensin diisi penuh setiap pengisian di SPBU. Lalu aku membagi jarak tempuh antara satu SPBU dan SPBU pengisian berikutnya dengan total tambahan bensin yang masuk ke tangki. Setelah didapatkan hasil konsumsi BBM rata –rata km/liter, maka informasi digital odometer atau jarak tempuh dikembalikan ke posisi nol. Mekanisme ini dilakukan berulang.

Bon tol dan penyebrangan.
Bon tol dan penyebrangan.

Sebagai misal, dari SPBU km. 26 Surabaya – Porong menuju ke SPBU Sukorejo Situbondo, total jarak tempuh yaitu 250,4 km dan isi tambahan BBM hingga penuh di tangki sebanyak 13,594 liter. Hasilnya didapatkan konsumsi BBM rata – rata 18,42 km/liter (250,4 : 13,594).

Atau saat dari SPBU jalan Raya Beji Junrejo – Batu menuju SPBU Popongan – Tawang Mangu Solo jaraknya 270,5 km. Total tambahan bensin yang masuk ke tangki 19,875 liter. Hasilnya didapatkan konsumsi BBM rata – rata 13,61 km/liter. Padahal, kami sempat melewati kawasan wisata Telaga Sarangan di kaki gunung Lawu.

Bali - Cibinong lewat jalur selatan Jawa dengan jarak 1.569,1 km.  Total bensin yang digunakan 110,93 liter, dengan konsumsi BBM 13,04 km/liter.
Bali – Cibinong lewat jalur selatan Jawa dengan jarak 1.569,1 km. Total bensin yang digunakan 110,93 liter, dengan konsumsi BBM 13,04 km/liter.

Rute Sararangan penuh dengan lintakan tanjakan dan turunan tajam, sehingga pengemudi harus sering menggunakan gigi satu. Selepas melewati kawasan Sarangan, mataku terasa berat alias ngantuk. Demi keselamatan, mobil aku tepikan di tepi jalan menjelang wilayah Karanganyar. Aku pun terlelap sekitar setengah jam. Mesin mobil dibiarkan tetap nyala untuk menghidupkan AC dan DVD player yang memutar film Frozen (lagi).

Menyinggung soal tidur selepas rute Sarangan, aku jadi ingat ketika solo turing menggunakan Honda Tiger 200cc tahun 2006. Selepas rute Sarangan, mataku juga tiba – tiba berat dan akupun akhirnya sejenak terlelap di sebuah SPBU di jalan Raya Sarangan Plaosan. Entah karena perubahan adaptasi suhu di ketinggian yang melelahkan, atau karena memang karena rute yang berat, atau karena pengaruh cerita mistis yang ada di gunung Lawu…

****

Setelah berjalan delapan hari, tepat pada hari terakhir 2014, Rabu 31 Desember, Nissan GL kami akhirnya dicuci di Ciamis.
Setelah berjalan delapan hari, tepat pada hari terakhir 2014, Rabu 31 Desember, Nissan GL kami akhirnya dicuci di Ciamis.

Perjalanan balik kami dari Denpasar ke arah Barat berlangsung lebih lama. Untuk sampai ke Ciamis yang merupakan kampung halaman istri, kami butuh empat hari tiga malam perjalanan. Hari pertama kami berakhir dan menginap di sebuah hotel di Jember, lalu hari kedua di Nganjuk dan terakhir di Kebumen sebelum tiba di Ciamis. Waktu perjalananselalu dimulai sekitar pukul enam pagi dan berakhir maksimal jam delapan malam.

Bon bensin Bali - Citayam.
Bon bensin Bali – Citayam.

Selama perjalanan, kenyamanan Nissan Grand Livina bukan berarti tanpa catatan. Sejak kami beli bulan Februari 2013, ada dua cacat bawaan produksi. Pertama, sandaran kursi pengemudi yang ada bunyi per saat di sandari. Kedua adalah karet pintu penumpang baris kedua sebelah kiri yang tidak rekat dan kerap lepas. Hal ini sudah aku keluhkan ke pihak bengkel, hingga bersurat ke APM PT Nissan Motor Indonesia, tapi tidak pernah mendapat respon.

Untuk kualitas rancang bangun berdasarkan pengalamanku, kualitas kendaraan Nissan masih di bawah kendaraan produksi Ford. Saat berkesempatan menguji Ford Fiesta EcoBoost di Bali dan Ford EcoSport di Bukit Tinggi, aku melihat kualitas material yang digunakan dan pemasangan karet pintu lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s