Bab 4: Perjuangan Menuju Denpasar

Rute jalur Utara dari Gilimanuk menuju Denpasar relatif lebih sepi, sekaligus lebih menantang. Waspada!

Rute jalur Utara dari Gilimanuk menuju Denpasar relatif lebih sepi, sekaligus lebih menantang. Waspada!

Setiba di pelabuhan Gilimanuk, pengendara umumnya lebih senang memilih rute Selatan menuju Denpasar. Melewati Negara dan Tabanan. Aku sendiri memilih jalur Utara menuju Singaraja yang relatif lebih sepi. Belokan kiri menuju arah Singaraja sendiri cukup dekat dari pelabuhan Gilimanuk. Mungkin hanya sekitar dua atau tiga kilometer.

Begitu masuk arah tikungan itu, pengendara langsung melewati hutan yang asri, Taman Nasional Bali Barat. Jika Anda beruntung bisa melihat kerumunan monyet liar berada di pinggiran jalan. Sebuah pemandangan yang meneduhkan hati. Monyet – monyet itu biasanya berdiri di pinggir jalan jika ketersediaan makanan di dalam hutan sedang sedikit, khususnya di musim kemarau. Mereka menunggu para pengguna jalan melemparkan makanan ke mereka.

sumber foto: KabarNusa.com

sumber foto: KabarNusa.com

Sayang, di pertigaan Seririt aku keliru memilih rute. Mobil aku arahkan ke arah Kanan sesuai petunjuk jalan menuju Denpasar. Hal ini membuatku harus melintasi kawasan perbukitan Buleleng yang penuh tanjakan tajam dan tikungan sempit. Rute Buleleng menuju Denpasar kemudian menjadi pengalaman paling menegangkan pada perjalanan turing ini.

Rute Buleleng menuju Denpasar dipenuhi jalan tanjakan dan turunan tajam, serta tikungan yang agak sempit. Perlu kewaspadaan lebih ketika melintasinya, khususnya saat hujan deras. Embun bisa mengaburkan jarak pandang. Plus, di sini kerap terjadi tanah longsor.

Rute Buleleng menuju Denpasar dipenuhi jalan tanjakan dan turunan tajam, serta tikungan yang agak sempit. Perlu kewaspadaan lebih ketika melintasinya, khususnya saat hujan deras. Embun bisa mengaburkan jarak pandang. Plus, di sini kerap terjadi tanah longsor.

Di sebuah tikungan, ada sebuah bus berukuran besar dari arah berlawanan yang melaju cukup kencang pada posisi turunan. Aku hanya bisa memepetkan mobil pada posisi paling kiri jalan, lalu diam. Selebihnya pasrah, karena di sebelah kiri jalan langsung berbatasan dengan tebing. Beruntung sang sopir masih sempat mengendalikan laju bus yang sempat kehilangan kendali, sesaat sebelum potensi kecelakaan terjadi.

Itu baru permulaan dari kejadian menegangkan di rute Buleleng. Di tengah kesadaranku yang mulai menurun akibat kurang istirahat, tiba – tiba hujan turun deras sekali. Aku lihat anak – anak dan istriku masih terlelap. Wiper kaca depan dan belakang sudah digerakkan pada posisi paling kencang. Tapi rupanya belum cukup. Lalu momen paling mendebarkan hadir, kaca pandang berembun dan jarak pandang ke depan tidak sampai satu meter.

Kulihat beberapa mobil memilih berhenti di pinggiran jalan. Di tengah situasi mencekam itu, aku berusaha terus melajukan mobil sambil mengelap embun di kaca depan dengan sapuan tangan. Aku tidak boleh berhenti, lampu besar mobil aku nyalakan agar pengguna jalan lain dapat mengetahui posisi mobil kami.

Menurutku lebih berbahaya jika berhenti di rute ini. Selain tanjangan dan turunan tajam, serta tikungan sempit, aku ngeri dengan bahaya longsor yang bisa saja datang tiba – tiba.

Istriku yang terbangun kemudian nampak panik melihat pandangan ke depan yang terhalang embun. Di tengah situasi pandangan ke depan yang semakin jelas tidak terlihat, akhirnya aku putuskan berhenti sejenak di pinggir jalan yang menanjak dan menyalakan lampu hazard. Beberapa mobil dan motor di belakang kami membunyikan klakson berulang kali saat melintas. Mungkin saja mereka kesal, kami berhenti.

Aku berusaha mencari akal, agar bisa tetap melajukan mobil. Tombol pengatur AC aku naikkan lebih dingin dengan harapan dapat mengusir embun di kaca. Tenyata cukup berhasil menyapu embun di kaca. Aku lalu terus melajukan mobil secara perlahan. Rasa panik kami pun mulai turun, meski semakin ke depan kami bertemu dengan kondisi jalan semakin padat. Deretan mobil – mobil berplat DK makin banyak datang dari arah berlawanan. Hari itu, 26 Desember 2014, sehari sebelum puncak perayaan hari raya Kuningan bagi masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu.

Hari raya Kuningan merupakan rangkaian upacara Galungan yang jatuh 10 hari sebelumnya, 17 Desember 2014. Menurut kepercayaan masyarakat Hindu di Bali, di hari suci ini Ida Sang Hyang Widi dipercaya turun ke dunia untuk memberikan berkah kesejahteraan buat seluruh umat di dunia. Pelaksanaan upacara dilakukan sebelum tengah hari, sebelum waktu para Dewa, Barata dan Pitara kembali ke sorga.

****

Aku bersyukur bisa melewati situasi yang sangat menegangkan di Buleleng. Saat hujan mulai reda dan melintasi kondisi jalan yang nampak aman dari ancaman bahaya longsor, mobil aku tepikan. Kali ini mesin mobil dimatikan, udara di luar masih cukup dingin dan hujan masih turun dengan intensitas sedang.

Kaca mobil di dua pintu depan sedikit aku turunkan, biar udara dari luar bisa masuk ke dalam kabin. Setelah menurunkan sandaran kursi, aku pun terlelap sekitar jam. Istri dan ketiga anakku yang masih kecil – kecil itu pun masih pulas dalam tidurnya. Harus kuakui, luar biasa ketahanan yang diberikan Tuhan kepada mereka dapat melewati petualangan ribuan kilometer.

Saat memasuki wilayah Ubung di Denpasar Utara, aku dan istri masuk ke sebuah hotel di jalan H.O.S Cokroaminoto. Dari informasi di sebuah situs panduan wisata, harga kamar di hotel tersebut hanya Rp 254 ribu. Plus, kami punya voucher diskon Rp 100 ribu yang didapat setelah mengisi BBM RON 92 di SPBU Shell di tol Jagorawi. Itu berarti kami hanya perlu membayar Rp 154 ribu. Lumayan murah, khan…

Sayang, pembayaran kamar jika ingin memanfaatkan voucher tersebut mesti melalui kartu kredit. Sesuatu yang aku dan istriku tidak ingin memilikinya lagi. Bagi kami, kartu kredit semacam laten atau semacam racun yang tidak disadari tapi mematikan.

Pengalaman tersebut membuat kami tidak lagi ingin memaksakan diri mencari hotel. Di tengah musim puncak liburan sekolah dan jelang pergantian tahun, harga kamar hotel di Denpasar pasti lagi naik gila – gilaan. Seorang bapak yang kami temui di jalan menginformasikan, saat seperti ini tarif hotel di Denpasar minimal naik Rp 100 ribu per malam dibanding tarif normal. Informasi ini benar adanya. Hotel yang kami singgahi tadi naik Rp 150 ribu dari tarif normal.

Di tengah hujan yang awet turun sejak pagi, plus kondisi kumal kelima penumpang mobil, kami Sempat berputar – putar tidak karuan di Denpasar. Sampai suatu waktu, kami masuk di jalanan kecil di wilayah Kerobokan di Kuta Utara. Di sini, Tuhan kembali menunjukkan rasa sayangNya. Di jalan Gunung Salak Utara, kami menemukan sebuah pondokan. Agak masuk gang sekitar 20 meter memang, tapi tempatnya bersih. Mobil pun bisa diparkir tidak jauh dari kamar, sesuai keinginan istriku. “Enak kalau parkirnya dekat kamar, jadi mudah ambil dan taruh barang,” katanya.

Harga kamar pun masih sesuai batas atas anggaran yang kami tetapkan, Rp 250 ribu per malam. Ruangan kamar luas dan bersih, serta sudah dilengkapi fasilitas air panas. Di sini, kami menyewa kamar selama dua malam. Lokasinya tidak jauh dari jalan By Pass Sunset Road di Denpasar.

Selepas bersih – bersih, suguhan nasi goreng dan teh hangat menjadi suguhan makan malam di Denpasar. Kami bersyukur telah tiba di Denpasar dengan selamat. Mudah – mudahan makanan yang kami makan barusan halal. Bismillah.

Yeah, saatnya untuk liburan…:)

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Travelling and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s