Personal Branding: Lonte jadi Battousai

Rurouni KenshinPersonal branding, Anda juga mungkin makin sering mendengar istilah ini. Saya coba menafsirkannya sebagai citra diri yang menunjukkan kelebihan dan sisi positif pada seseorang. Jika harus dipersingkat, personal branding seperti merek dagang yang melekat pada tiap individu.

Jika demikian, pertanyaannya adalah selalu “Siapa saya?”, karena dari kacamata personal branding aset terbesar dalam perkembangan karir bahkan bisnis adalah individu itu sendiri.

Salah satu profesiku, agen asuransi mobil Garda Oto bersertifikasi.

Salah satu profesiku, agen asuransi mobil Garda Oto bersertifikasi.

Saya sendiri pada beberapa tahun terakhir kerap mencitrakan diri sebagai lonte. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata ini bermakna sebagai pelacur. Tendensinya tentu negatif, hanya saja saya belum menemukan kata yang lebih tepat.

Kenapa harus lonte, karena saya mengingat rekam jejak profesionalitas diri yang tidak pernah setia. Kujajakan kemampuanku, khususnya di bidang komunikasi, terlebih lagi di bidang jurnalistik, pada siapapun yang berani membayar.

Pada berbagai kesempatan, terkadang saya bertemu juga orang – orang yang tidak menyenangkan atau kurang sesuai dengan karakterku. Acap kali juga masuk ke dalam sistem yang tidak menyenangkan atau kurang sesuai dengan pembawaanku. Ini juga salah satu alasanku memilih kata “lonte”, karena ada kesamaan situasi. Senang atau tidak senang yang penting bisa jalankan profesi.

Seiring waktu berjalan, ternyata ada kesamaan lain antara saya dan profesi lonte. Lonte mungkin mendapat bayaran lebih jika kerjanya berhasil memuaskan pelanggan. Saya juga merasa demikian, beberapa kali mendapat ganjaran lebih karena dianggap atau dinilai memuaskan.

Selama berkarir sebagai pekerja media, saya tidak pernah menetap lama di sebuah kantor, kecuali di majalah Motor Trend 3,5 tahun. Setelah itu wira – wiri tidak karuan, atau mungkin lebih pas disebut sebagai lonte intelektual. Tapi di saat itu pula, justru prestasi juara di bidang penulisan dan fotografi beberapa kali berhasil kugapai. Bahkan beberapa di antaranya dengan menjadi juara satu.

Penilaian sebagai lonte intelektual berprestasi itu menurutku berjalan cukup murni, mengingat saat meraih prestasi saya tidak tengah atau sedang tergabung dengan media yang telah memiliki nama besar dan usia bisnis yang panjang. Singkatnya, prestasi karena kemampuan diri.

Sebagai jurnalis di bidang otomotif, saya juga beberapa kali menang lomba mengemudi mobil dan go kart. Ya, mayoritas memang di dunia otomotif. Ruang bermain yang memang kusenangi sejak kecil dan menjadi profesi. Bahkan sejak tahun 2014 lalu, kesenanganku pada dunia otomotif mengantarkan pada peran kerja baru, sebagai penjaja polis atau mitra asuransi mobil Garda Oto.

Tuhan memang penuh dengan kejutan. Mini compo dari Garda Oto itu hadir sebagai kejutan buat istriku di hari ulang tahunnya.

Tuhan memang penuh dengan kejutan. Mini compo hadir melalui door prize Garda Oto buat istriku di hari ulang tahunnya.

Yah, lumayanlah hasilnya. Termasuk bonus door prize mini compo yang harganya sekitar dua jutaan rupiah. Hadiah ini kudapat pada acara gathering awal tahun antara BOD dan manajemen Garda Oto dengan para mitra Garda Oto seperti diriku. Syukurnya lagi, hadiah kejutan itu kudapat persis di hari ulang tahun istriku, 29 Januari lalu. Alhamdulillah.

Rangkaian kisah di atas klop rasanya menunjukkan rasa ketidaksetiaanku, kecuali jelas pada Tuhan, diriku sendiri dan keluarga kecil di rumah (baca: istri dan anak – anak).

Lagi – lagi kata “lonte” menjadi polemik di dalam diri. Sempat terpikir untuk memilih kata “mafia oportunis” a la John Smith yang diperankan Bruce Willis di Last Man Standing (1996). Ada kesamaan memang, karena Smith hanya setia pada dirinya sendiri. Hanya saja Smith terkesan kejam dan mengadu domba. Saya berusaha tidak demikian dan arahnya memang tidak kesana.

Terpikirkan pula menggunakan istilah “Ronin” sebagai citra diri, tapi Ronin adalah status buat para samurai yang tidak lagi bertuan. Sementara saya sesekali masih bertuan.

Polemik pemilihan istilah ini akhirnya usai, ketika aku ketemu penjual DVD bajakan langganan di mal sekitar Cibinong. Dia menawarkan DVD trilogi Rurouni Kenshin, kisah tentang pendekar samurai terhebat di era Revolusi Meiji. Di awal tahun 2000an, kisah serial kartun Kenshin hampir tidak pernah saya lewatkan di layar kaca.

Setelah Revolusi Meiji berakhir, Kenshin memang hanyalah seorang pengembara yang hanya menjaga orang – orang yang dicintainya. Meski mewarisi ilmu pedang Hiten Mitsurugi Ryu dari Seijuro Hiko yang super dahsyat dan berjuluk sebagai Hitokiri Battousai (Pembantai Terhebat), Kenshin tidaklah kejam dan oportunis seperti Smith. Ia juga tidak selalu serius a la Ronin, bahkan Seijuro Hiko selalu memanggilnya sebagai murid yang bodoh.

Memang benar, ia akhirnya harus membunuh gurunya sebagai syarat untuk menguasai jurus pamungkas dari ilmu pedang Hiten Mitsurugi Ryu, Amakakeru Ryu no Hirameki. Kejadian terbunuhnya sang guru sendiri di tangan murid kesayangan bukanlah karena kekejaman dan sikap oportunis Kenshin.

Ada pesan moral di situ yang kutangkap untuk tetap belajar dan berjalan. Lebih fokus dan rendah hati dalam menjalankan peran kehidupan. Dari kisah Kenshin ini, rasanya saya harus melepas atribut sebagai lonte. Mengubah citra diri dari yang bertendensi negatif menjadi positif, dengan memperkenalkan diri sebagai “Battousai si Penjaja Polis Asuransi Mobil”.

Rasanya julukan ini lebih pas sebagai personal branding. Setidaknya sementara ini. Nah, buat yang mau mengasuransikan mobilnya, khususnya para pengguna mobil Toyota, silakan langsung japri atau PM saja, gan.

Telpon/WhatsApp 0812 8492 0911, email derry.journey@gmail.com, twitter @jbkderry.

 

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Umum and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s