Bab 9: Mobil – Mobil Murah Jakarta Tembus Bali

sumber gambar: 4vector.com

sumber gambar: 4vector.com

Kelas menengah berdaya beli di Indonesia memang sedang tumbuh. Saya termasuk orang yang percaya hal itu. Dalam perjalanan turing wisata ke Bali di akhir Desember 2014, banyak sekali kulihat mobil – mobil LCGC (Low Cost Green Car) berplat nomer B di sepanjang perjalanan. Bahkan tidak sedikit yang sampai di Bali.

Tidak terbayangkan sebelumnya, mobil – mobil bermesin 1.000cc hingga 1.200cc itu yang diperuntukkan untuk kebutuhan berkendara dalam kota ataupun luar kota jarak pendek serta menengah, akan mampu menembus ribuan kilometer dan membelah jalur lintas lima hingga tujuh propinsi di negeri ini. Negeri yang banyak dipenuhi orang – orang bertabiat jahat yang ingin mengendalikan negeri.

Sepertinya migrasi kelas menengah dari roda dua ataupun mobil bekas ke segmen LCGC bukan isapan jempol. Bagi masyarakat urban, mobil selain menjadi simbol prestise dan pencapaian hidup, juga dapat membantu mereka untuk mengangkut lebih banyak penumpang dan barang bawaan dengan lebih nyaman serta aman.

  1. Suzuki Karimun Wagon R

Di antara mobil – mobil LCGC yang kami temui sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Bali, saya paling salut ketika bertemu city car satu ini. Ya, Karimun Wagon R. Dengan bodinya yang mungil dan mesin “hanya” tiga silinder 998cc.

Menurutku, kepiawaian Suzuki dalam mendesain mobil kecil dan memanjakan penumpang teruji melalui mobil ini. Untuk kendaraan sekelasnya, mobil mungil ini menawarkan kabin yang lebih lapang, karena mengusung konsep mobil keluarga.

Mobil ini juga terhitung pas sebagai pilihan kaum hawa, di antaranya keberadaan fitur under seat tray alias ruang penyimpangan di bawah kursi (pada tipe tertentu) dan gear shift indicator yang memandu kapan pergantian gigi transmisi sebaiknya dilakukan.

  1. Datsun Go+

Inilah satu – satunya di segmen LCGC yang memiliki komposisi duduk untuk tujuh penumpang. Lebih tepatnya lima plus dua, karena kursi baris ketiga lebih cocok untuk anak-anak atau orang yang bertinggi maksimum 150cm. Lebih dari ukuran itu, siap hadapi resiko lutut mentok dan ruang yang kepala sempit.

Secara posisi harga, Datsun Go+ ada di bawah Toyota Agya dan Honda Brio Satya. Ini juga merupakan pesona dari mobil satu ini. Saya sendiri kurang suka dengan desainnya yang terkesan memaksakan kapasitas penumpang, namun bisa mengejar batas maksimum radius putar 4,6 m yang diatur peraturan kementerian perindustrian RI soal mobil LCGC.

Datsun Go+ didukung mesin 1,2-liter, sehingga dari kapasitas mesin hanya Brio Satya yang mampu menyamainya di segmen LCGC.

Soal duet Agya dan Ayla, ataupun Brio Satya yang mampu tembus Jakarta – Bali pada akhir tahun 2014 juga layak mendapat apresiasi. Bukan hanya karena ketangguhan mobilnya, melainkan jika para penumpangnya adalah konsumen yang migrasi dari roda dua atau mobil bekas ke mobil baru.

Jika itu tercapai, berarti kebijakan pemerintah soal LCGC sudah tepat sasaran. Namun jika tidak, berarti LCGC hanyalah bentuk down spec dari orang-orang yang sudah terlanjur kaya untuk menambah koleksi mobil.

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Otomotif Roda Empat, Travelling and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s