Furious 7 Peninggalan Terakhir Paul Walker

Furious-7Seorang kenalan bilang Fast & Furious 7 bukanlah film yang baik untuk ditonton. Film ini mengajarkan orang berperilaku jahat dan kebut-kebutan melanggar peraturan. Itu ungkapnya.

Bagiku, Fast & Furious 7 seperti ziarah ke makam Paul Walker, memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu aktor idola. Ada dua hal kehidupan Paul Walker di luar film yang aku ketahui dan menjadi kesamaan, yaitu dia suka dunia otomotif dan suka berwisata alam. PW dikabarkan acap kali ke Indonesia, khususnya ke pulau Mentawai.

Review Fast & Furious 7

Aku baru sempat nonton film ini di hari ketiga pemutarannya di Indonesia. Ada satu hal yang sebaiknya dipahami, jika hendak menonton film ini. Seperti yang diutarakan Frank Petty (Kurt Russell) pada Dominic Toretto (Vin Diesel) dan timnya jika mereka lebih memiliki berkah ketimbang kemampuan istimewa. Sederhananya, tanggalkan logika. Ini aksi-aksi orang yang diberkahi karunia lebih a la Hollywood.

Ungkapan yang ada benarnya. Ada banyak hal yang tidak masuk akal di sini, di antaranya Hobbs (Dwayne Johnson) bisa tetap hidup meski jatuh dari ketinggian, atau Deckard Shaw (Jason Statham) yang tetap hidup di akhir film meski jatuh dari reruntuhan gedung, atau bagaimana supercar Lykan Hipersport bisa terbang di tiga menara Etihad Towers.

Nikmati saja alurnya, karena film ini lebih kepada penghormatan kepada”kepergiaan” seorang “sahabat”.

Mungkin jika ada hal lain yang menyita perhatian adalah sistem GPS canggih “God’s Eye”. Sistem ingin bisa disebut sungguh mengerikan, karena tidak ada lagi orang yang dapat bersembunyi dalam waktu lama. Perangkat ini konon dapat menemukan persembunyian Osama Bin Laden dalam waktu dua jam. Padahal di kehidupan nyata, Amerika Serikat butuh waktu 10 tahun.

Bagiku film ini laksana hiburan sekaligus napak tilas masa kecil. Aku ingat mulai suka nonton sendiri di bioskop sejak kelas tiga SD. Itu sekitar tahun 1984. Saat itu di kota Makassar, bioskop termahal adalah Makassar Thater. Di bawahnya ada bioskop yang namanya Artis 1 dan Artis 2. Aku sendiri menonton pertama kali di bioskop Artis pada jam tayang siang. Pasalnya kalau siang harga tiketnya lebih murah dibanding harga tiket pemutaran malam hari.

Memori dari 31 tahun silam itu yang kembali mencuat pada Jumat 3 April 2015 di Cineplex Platinum Cibinong. Di tanganku sudah ada sebuah kacamata tiga dimensi yang siap terpasang melihat pertunjukkan pamungkas Mr. PW.

Sebuah peninggalan terakhir yang berkesan dari Brian O’Connor. #ForPaul seperti yang ditembangkan Whiz Khalifah, “See You Again.” (Klik di sini)

2 Replies to “Furious 7 Peninggalan Terakhir Paul Walker”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s