Pesan Moral Dari Kisah Angeline di Bali

angelineSaya hanya sekali membaca kronologis tentang kisah Angeline, gadis perempuan usia 8 tahun yang meninggal secara tragis dan dalam kesendirian di tengah lingkungan yang memang tidak ramah bagi dirinya. Sebagai ayah dari banyak anak, saya pasti terenyuh dengan kisah bidadari kecil itu dan mengutuk keras sang pembunuh, serta keluarga angkatnya yang tidak merawatnya dengan baik.

Yang aku tahu, kisah tragis Angeline sudah dimulai sejak dia masih berada di perut ibunya. Sang ayah yang tidak sanggup membiayai persalinan telah mengundang rasa iba dari seorang pria asing. Pria bule ini kemudian dipercaya sebagai ayah angkatnya untuk merawat Angeline.

Dari sini saya percaya, dalam hidup mestinya kita harus bisa terus bekerja keras. Tujuannya supaya bisa mempertanggungjawabkan setiap keputusan hidup. Bukankah Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum bila kaum itu tidak ada upaya untuk mengubahnya. Sederhananya, jika sang ayah bisa bertanggungjawab, Angeline tentu tidak perlu diadopsi dan hidup jauh dari orang tua kandungnya. #Tragis1.

Setelah itu, pria bule yang menjadi ayah angkatnya itu menikah dengan janda beranak. Kabarnya pria bule ini kaya dan meninggalkan warisan, termasuk untuk Angeline. Kabar yang satu ini memang hembusan angin ke telinga saya dan tidak ada keinginan untuk menelusuri lebih jauh.Hanya saja jika benar, kisahnya bak serupa dongeng tentang kisah-kisah dengki seperti di narasi sebagian besar sinetron Indonesia yang tidak mendidik tentang perebutan warisan.

Anak dara usia 8 tahun itu pun harus disingkirkan dengan cara apapun di negeri yang aparat dan undang-undang hukumnya laksana lembaga jasa keamanan, siapa yang bisa bayar akan dibantu. #Tragis2.

Dewi bidadari yang harus memberi memakan puluhan ternak dan berjalan kaki setiap hari bersekolah dengan badan yang bau itu kini telah tiada. Dia memang meninggal secara tragis, namun itu jelas cara Tuhan memuliakan hidupnya di tengah dunia di sekitarnya yang memang tidak mencintainya.

Bagiku, Angeline meneriakkan satu pesan, “Jangan lakukan hal yang hanya semata mengikuti emosi dan nafsu pribadi kita saja, sehingga harus mengorbankan orang lain. Dunia ini lebih dari cukup bagi semuanya, tapi memang selalu kurang bagi yang serakah dan berakal pendek. Seolah di sini adalah abadi, hingga kelak malaikat maut memanggil.”

Jagalah syahwat dan nafsu sesaat… #Tragis 3

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Umum and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pesan Moral Dari Kisah Angeline di Bali

  1. Teh Blesstea says:

    Memang sulit sekali membayangkan apa yang dilakukan kepada Engeline, sangat biadab, saya sangat geram ketika menonton berita ini. Apa lagi setelah pengacara Sitompul yang jdi pengacara si Margaret, Makin Geram saya liatnya. Kok ada manusia yang begitu kejam sampai kehilangan hati nurani nya..ibu angkat nya memang psikopat kayaknya. Dan
    Pasti pelaku nya bukan hanya Agus Tai, , pasti ada pelaku lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s