Dunia Bergerak Dengan Cara Berbeda

Sumber image: fineartamerica.com

Sumber image: fineartamerica.com

Kemarin sore Jumat 3 Juli 2015 saat dalam perjalanan ke kantor, aku melihat seorang pria bule berkacamata duduk di kursi depan sebuah angkot di jalan raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ekspresi wajahnya biasa saja, sama halnya dengan pribumi ketika naik angkot. Hanya saja bedanya dia seorang pria bule.

Sekejap benakku melakukan komunikasi internal dan menciptakan kesimpulan jika dunia telah bergerak dengan cara berbeda.

Ini bukan pertama kali aku melihat bule berkendaraan umum. Pernah beberapa kali aku melihat cewek bule ber-Metro Mini ria di sekitar Mampang dan Kalibata, seolah menyebarkan pesan jika bule tidak lagi eksklusif. Bule juga bisa kere seperti halnya ketika industri otomotif terbesar di dunia General Motors menyatakan diri bangkrut pada Juni 2009, atau ketika Yunani menjadi negara maju pertama yang dinyatakan bangkrut pada tanggal 30 Juni 2015 karena gagal membayar kewajiban utang pada IMF.

American dream stays in Hollywood movies. Masihkah bule kere menjadi eksklusif? Bisa jadi, buat para individu yang bermimpi anaknya bisa jadi pesinteron dengan perawakan indo yang rupawan. Cara instan untuk kaya raya dengan skenario murahan dan tidak mendidik anak bangsa. Obsesi seperti itu yang mungkin pernah terjadi di dekat sekolah Oka anakku waktu masih TK. Ibu muda itu berhasil punya anak kecil rupawan dari bule seorang bule kere yang tidak bertanggungjawab. Alhasil sang ibu muda berniat mencari orang kaya yang bersedia menikahi menghidupi dia dan anaknya.

Kembali pada kisah perjalananku kemarin. Malamnya selepas acara buka puasa kantor, dan dalam perjalanan pulang, mataku tertegun pada satu pemandangan dua anak lelaki kecil yang duduk manis di dalam gerobak pemulung di depan Aca Hardware di Margonda – Depok. Dua anak laki-laki itu masih terjaga, padahal malam itu jarum jam telah melewati pukul 21.00 WIB. Seketika aku memanjatkan syukur, karena masih diberi rejeki untuk menyediakan tempat tidur di dalam sebuah kamar kecil berpendingin udara buat kedua putra kecilku.

Dua momen itu semakin menguatkan perspektifku, jika dunia telah semakin banyak menciptakan poros kecil. Mungkin ini implikasi dari era post strukturalis. Dunia telah menciptakan banyak kepentingan, banyak jalan. Tidak ada lagi yang eksklusif, termasuk bebas memaki presiden, hukum, bahkan yang kelewatan Tuhan pun tidak urung dimaki.

Aku sendiri tetap coba menikmati seni kehidupan dan jalur pertarungan yang ada, termasuk ketika harus memaki balik dan menantang duel seorang jurnalis tua yang sok jago. Dunia memang telah bergerak dengan cara yang berbeda. Semoga kita semua tidak lantas kehilangan arah dan masih tetap menikmati seni kehidupan yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta Kehidupan, amin ya rabbal alamin.

Tidak ada yang abadi dalam hidup, kecuali Sang Pemilik Kehidupan. Tetaplah bekerja keras dan berdoa pada Tuhan YME, disertai rasa cinta…

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Umum and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s