Selembar Catatan Tentang Go-Jek

23P_20150813_122412Beberapa waktu terakhir, saya mulai semakin intens menggunakan Go-Jek. Seturun dari Commuter Line, umumnya saya langsung aktif dengan smartphone-ku untuk mengorder Go-Jek.

Sepanjang perjalanan dengan mereka, saya biasanya berkomunikasi mencari bahan buat tulisan dan informasi sebanyak-banyaknya tentang profesi yang di semester kedua 2015 ini semakin “seksi” dikonsumsi banyak kalangan.

Seorang rekan menyebut, pendapatan pengemudi Go-Jek ada yang tembus Rp 16 juta per bulan. Pendapatan masih lebih besar dibanding pendapatanku saat kerja di kantor asing atau orang bule asal Amrik beberapa waktu lalu.

Dari salah seorang pengemudi Go-Jek, kudapat informasi pendapatan bersih antara Rp 250 ribu – Rp 400 ribu per hari. Ia hanya bekerja di waktu jam kerja, enam kali dalam sepekan. Artinya sekitar 26 hari dalam sebulan ia bekerja, dengan pendapatan antara Rp 6,5 juta hingga Rp 10,4 juta per bulan. Wow.

Terbersit di benakku jujur juga untuk mencoba peruntungan menjadi Go-Jek, namun ternyata mekanisme pendaftaran via SMS itu susahnya minta ampun, selalu “message not sent”.

Beberapa waktu kemudian setelah gagal mengirim aplikasi selama sepekan, saya kembali naik Go-Jek. Sepanjang perjalanan dari Hyundai Pondok Indah menuju Stasiun Pasar Minggu, saya kembali mengajak sang pengemudi Go-Jek berbincang. Ia menuturkan hal, jika sejak tarif antar penumpang Go-Jek naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu pada tanggal 11 Agustus 2015, mekanisme kerja di Go-Jek ternyata ada perubahan.

Entah informasi ini benar atau tidak, namun menurut bapak pengemudi bernama Hisam itu, pendapatannya agak menurun sejak berlakunya sistem baru. Apa pasal? Menurut Hisam, sistem order yang masuk sekarang seperti terbagi per wilayah. Hisam misalnya mengaku hanya diberi order dari sekitar kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Hal ini menurutnya, membuat pengemudi Go-Jek sudah seperti ojek pangkalan. Bedanya di sistem order saja. Di akhir pertemuan, Hisam memberi saran padaku, jika orang-orang yang tertarik menjadi pengemudi Go-Jek jangan terburu-buru meninggalkan pekerjaan utamanya, karena ia dengar ada sampai sekelas manajer dengan gaji sekitar Rp 7 jutaan per bulan memilih keluar kerja dan beralih menjadi pengemudi Go-Jek dengan iming-iming pandapatan yang lebih besar.

Menurut Hisam, minat mengemudi Go-Jek juga harus mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya mengemudi Go-Jek memang mungkin masih laris manis ketika musim kemarau, tapi bagaimana ketika musim hujan tiba?

Kalimat retorik dari Hisam itu menjadi bahan pembanding di dalam pikiranku. Terlebih kita Go-Jek membuka peluang kerja di Senayan pada tanggal 13 Agustus 2015, ribuan orang mendaftar.

Situasi ini membuatku teringat pada salah satu dari tujuh kesalahan berpikir jaman masih kuliah dulu. Saya lupa teori detailnya, hanya kira-kira bunyinya adalah, “Sebuah kesalahan jika kita lantas ikut bergerak ke arah yang sama, ketika arah itu tiba-tiba booming dan orang-orang berbondong-bondong bergerak ke arah yang sama secara massif.”

Ya, setiap orang memang harus bergerak, meski tidak harus bergerak ke arah yang sama. “That which does not kill us, makes us stronger (Friedrich Nietzsche).

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in OTOMOTIF RODA DUA and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Selembar Catatan Tentang Go-Jek

  1. Ruby Les says:

    jika kemarau atau panas orang lebih enak naik gojek tapi saat musim hujan mungkin berpikir kembali kecuali mau kehujanan..
    mungkin saat mencapai puncaknya atau stagnan akan bernasib seperti taxi …orderan dan pendapatan akan stagnan di angka tertentu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s