Naik Motor Sambil Telepon? Jangan Dong!

1Beberapa saat lalu di bulan Oktober 2015 ini, mertua seorang rekan saya di kantor mengalami insiden di kota Bandung. Sang mertua yang menggunakan sepeda motor bertabrakan dengan sebuah mobil. Penyebabnya adalah sang bapak mertua ternyata sedang menggunakan handphone atau telepon seluler saat berkendara.

Insiden seperti ini tentu bukan barang baru buat pengguna jalan. Kesadaran mematuhi peraturan lalu lintas untuk tidak menggunakan telepon seluler selama berkendara ternyata masih kerap dilanggar para pengguna kendaraan. Untuk itu, motorinanews pun meminta pandangan pakar Jusri Pulubuhu sebagai Training Director sekaligus pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengenai permasalahan ini.

Berikut petikan tanya jawab dengan Jusri Pulubuhu:

Bagaimana pendapat Anda mengenai penggunaan telepon seluler saat bermotor?

Pada kenyataannya masih banyak pengguna kendaraan juga yang gusar ketika diingatkan mengenai hal ini. Alasan mereka di antaranya “Sok sibuk, sok ngatur”, “Motor-motor ane, hape-hape ane, kok pake dilarang-larang”, atau “Naik motor gak punya SIM atau gak pake plat nomor nah itu masuk akal kalau di larang.

Padahal larangan mengenai hal ini sudah disebutkan di dalam UU LAJR 22/2009 pasal 283, bahwa pengendara yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi seperti diatur dalam Pasal 106 Ayat (1) akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Bagaimana implementasi mengenai pelaksanaan tersebut, termasuk pendapat Anda?

Larangan ini dibuat semata-mata sebagai langkah antispatif mengurangi peluang kecelakaan di jalan raya. Ketika di jalan raya, sebagaimana yang sudah saya sampaikan banyak kali di beberapa kesempatan, jika keselamatan kita atau siapa saja yang ada dijalan sangat–sangat terancam.

Jalan raya BY DEFAULT merupakan sebuah lingkungan tidak aman. Fakta sudah mendukung tidak ada jumlah kematian manusia hingga puluhan ribu setiap tahun terjadi disebuah lingkungan lain, sekalipun medan perang kecuali di jalan.

Tindakan bijak, jika kita merencanakan beraktifitas di jalan adalah mengerahkan segala upaya agar kita bisa selamat tiba di tempat tujuan.

Apakah ada hasil riset atau penelitian yang mendukung pendapat tersebut?

Sebuah penelitian yang dilakukan Fakultas Psikologi Utah University di Amerika Serikat pada tahun 2003, menyatakan bahwa mengemudi mobil sambil menelpon lebih berbahaya ketimbang mengemudi sambil mabuk di atas ambang batas alkohol nasional AS yang dilegalkan.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan, dibanding pengendara dengan kadar alkohol dalam darah melebihi batas normal, pengemudi yang berbicara melalui telepon seluler memiliki kecenderungan 18% lebih besar untuk menabrak kendaraan di depannya dan bersenggolan dengan mobil di samping dan belakang.

Kalaupun tidak terjadi kecelakaan, laju kendaraan mereka cenderung lebih lambat, sehingga mengganggu alur lalu lintas yang akhirnya menyebabkan jalanan macet.

Sebuah penelitian lain oleh University of South Caroline juga membandingkan bahaya antara percakapan di telepon saat mengemudi dengan percakapan dengan orang di sebelah pengendara. Hasilnya adalah percakapan melalui telepon mengandung bahaya 4 kali lipat ketimbang percakapan langsung dengan penumpang, penelitian tersebut juga ditemukan bahwa sukarelawan yang menggunakan ponsel saat berkendara cenderung kehilangan konsentrasi terhadap rambu-rambu jalan dua kali lebih sering ketimbang saat mereka mengemudi tanpa menggunakan ponsel. Mereka juga terbukti lebih lambat bereaksi terhadap rambu jalan yang sempat dia lihat.

Fakta ilmiah sudah membuktikan, permasalahan kenapa larangan atau peraturan tersebut ditegaskan, ini menyangkut bukan keselamatan si pengguna telepon saat mengendarai saja, namun ini menyangkut keselamatan orang lain, pengguna jalan lain yang dapat saja menjadi korban akibat kelalaian si pengendara yang tidak bertanggung jawab mengunakan telpon tersebut.

NHTSA di Amerika Serikat juga menyebutkan, jika cedera serius pengendara sepeda motor dalam sebuah kecelakaan lalulintas 39 kali ketimbang pengendaraan kendaraan bermotor lainnya.

Bagaimana kuncinya agar perilaku berbahaya menggunakan telepon seluler saat berkendara tidak dilakukan?

Ini masalah konsentrasi, siapa saja ketika sedang mengoperasikan kendaraan bermotor di jalan raya lebih – lebih jika ia pengendara sepeda motor maka full konsentrasi adalah kunci keselamatannya.

Mengendarai sambil berbicara di telepon bukan persoalan fisik multi tasking saja tetapi lebih kepada mental disturbance.

Isi pembicaraan apakah itu adalah subject – subject yang menggembirakan pun akan memecahkan konsentrasi si pengendara (berita dari calon pacar yang mengatakan ia menerimamu sebagai pacarnya, ini akan membuat hatimu berbunga-bunga hingga tiang listrik pun serasa guling yang menunggumu atau berita promosi jabatan yang ditunggu-tunggu).

Lebih – lebih kalau saat kamu menerima telpon berita duka, kehilangan kerabat keluarga yang kamu cintai dengan kronolgis kejadian yang memilukan, jelas konsentrasi hilang.

Kamu akan mengalami dis-orientasi, persepsi terhadap bahaya dan peraturan akan menurun, konsekuensinya peluang kecelakaan akan semakin tinggi sebagaimana hasil – hasil penelitian di atas.

Bagaimana, apakah kamu masih bagian dari kelompok yang menolak aturan – aturan tadi atau kelompok yang memiliki pemahaman mengendarai sepeda motor sambil menelpon atau SMS adalah perilaku berbahaya, perilaku yang tidak bertanggung jawab?

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in OTOMOTIF RODA DUA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s