Film “Time Out of Mind”: Pudarnya Era Keemasan Richard Gere

sumber foto: wikipedia

sumber foto: wikipedia

Semalam saya bersama istri nonton “Time Out of Mind” (2014) di kepingan DVD di rumah.  Nonton film ini seperti nonton film semi dokumenter yang dibintangi Richard Gere yang memerankan tokoh wisma bernama George.

Sepanjang alur film, saya merasakan alur cerita yang monoton. Sampai pertengahan film, saya dan istri masih menanti kejutan tentang serba-serbi kehidupan tuna wisma di Amerika atau kenapa dia bisa jadi gelandangan, namun ternyata tidak ada sepanjang film.

Film “Time Out of Time” hanya menggambarkan kelamnya kehidupan tuna wisma di Amerika Serikat. Dengan usia yang tidak lagi muda, George digambarkan tidak memiliki pekerjaan, tidak punya kartu identitas kependudukan dan hubungan yang buruk dengan anak perempuan satu-satunya Maggie yang dimainkan aktris Jena Malone.

Film “Time Out of Time” hanya menawarkan alur sepenggal kepingan kehidupan George di tempat penampungan yang temaram dan banyak tikus di ruang makannya, menjadi pengemis di jalanan ataupun menjual jaketnya di toko baju bekas untuk membeli beberapa kaleng bir.

Buat saya, film ini menyampaikan pesan yang klasik, jika jangan sia-siakan masa muda dan keluarga (termasuk anak tentunya). Di manapun, masa muda yang tidak bertanggungjawab dan tanpa persiapan hanya menyisakan sosok seseorang yang terbuang seperti George.

Di luar itu, saya jadi mengelompokkan Richard Gere seperti halnya Bruce Wills yang selama beberapa tahun terakhir sebagai aktor senior yang rela main di film kelas dua atau kelas tiga demi tetap tampil di pentas perfilman Hollywood.

Sepertinya era keemasan Richard Gere yang berakting bak konglomerat di Pretty  Woman (1990) atau tampil sangat patriotik di First Knight (1995) sudah berakhir…

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Film and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s