Presiden & Industri Otomotif Nasional

Sumber foto: www.etco.com

Sumber foto: http://www.etco.com

Pemerintahan kabinet Indonesia Hebat seperti gagal mendukung pertumbuhan dunia otomotif di Indonesia. Hal ini dapat diindikasikan pada fakta beberapa pelaku bisnis otomotif yang akhirnya memilih gulung tikar atau menutup operasi bisnis di Indonesia.

Di roda dua, ada nama PT Mabua Harley-Davidson dan  PT Supermoto Indonesia (Ducati Indonesia) yang akhirnya gulung tikar. Kedua importir moge itu menyebut kebijakan pemerintah Jokowi – JK menaikkan Pajak Penambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM) menjadi salah satu faktor utama makin terpuruknya roda bisnis mereka.

Demikian pula di bisnis roda empat, PT General Motors Indonesia telah menutup pabriknya pada tahun 2015, diikuti Abarth Indonesia dan Proton Indonesia yang seperti hidup segan mati tidak mau, lalu yang paling terbaru dan mencengangkan adalah tutupnya PT Ford Motor Indonesia di awal tahun 2016.

Upaya pemerintah untuk menggenjot penerimaan dari sektor pajak tidak hanya memakan “korban” dari para pelaku industri, namun juga dari kalangan internal pemerintahan sendiri. Dirjen Pajak Sigit Pradi Pramudito pada 1 Desember 2015 menyatakan mundur dari jabatannya, karena mengaku bertanggungjawab tidak dapat merealisasikan target pemasukan pajak sebesar Rp 1.294 triliun.

Uniknya di awal tahun 2016, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengumumkan jika untuk pertama kalinya pemerintah mampu merealisasikan penerimaan pajak di atas Rp 1.000 triliun.

Jika bisa dihubungkan, maka premisnya adalah penerimaan pemerintah dari sektor pajak meningkat, namun di sisi lain telah menyebabkan para pelaku industri otomotif gulung tikar ataupun kalaupun bertahan dalam kondisi “tiarap”.

Tidak hanya di bidang industri otomotif, sektor bisnis elektronik seperti Toshiba dan Panasonic pun diterpa tekanan bisnis dengan menutup pabrik dan melakukan PHK besar-besaran.

Rangkaian paket kebijakan ekonomi yang digulirkan pemerintah ternyata belum mampu menggerakkan minat beli masyarakat. Menurut ekonom dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, harga pangan pada bulan Januari 2016 semakin buruk dibandingkan bulan Desember 2015, CNN Indonesia (2/2).

Saya jadi tiba-tiba ingat dua hal dari jaman kuliah soal economy risk (iklim ekonomi yang kurang kondusif, sehingga membuat investor dari luar negeri sangat mempertimbangkan untuk berinvestasi) dan capital flight (investasi yang sudah ada ditutup dan dialihkan ke negara lain).

Kedua hal tersebut bisa jadi berkaitan dengan dua hal lainnya yang cenderung membuat nilai kepercayaan publik semakin rendah, yaitu rencana revisi UU “pasal karet” UU ITE yang dapat menekan nilai kritis di negeri ini, serta rencana revisi UU KPK yang disebut dapat mengurangi keperkasaan KPK memberangus para maling beratribut koruptor di negeri ini.

Saya pribadi tadinya berharap, pak Jokowi yang datang dari garis horisontal bisa menghadirkan warna perubahan, tapi melihat kondisi akhir-akhir ini, jujur saya mulai agak ragu…

Semoga dugaan saya keliru.

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in OTOMOTIF RODA DUA, Otomotif Roda Empat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s