RAGAM PROFESI HALAL DI KOLONG LANGIT

Business Team celebrating. Isolated on white background
Business Team celebrating. Isolated on white background

Masih adakah pekerjaan halal yang hina atau persepsi umum yang membuatnya terhina? Pertanyaan itu acap kali mengemuka di benakku di tengah makin banyaknya jenis profesi yang berkembang… 

Pemikiran itu kembali mengemuka ketika melihat deretan postingan foto di sosial media tentang acara di padepokan tempatku belajar 20 tahun lalu. Di sana tengah diadakan temu acara lintas angkatan yang diberi tajuk “reuni akbar”. Di acara itu mengemuka begitu banyak profesi yang digeluti kawan-kawan seperguruan, dan banyak pula yang sudah sukses di bidang profesinya masing-masing.

Ada yang jadi ahli busana modern di level nasional, ada yang bekerja di perbankan pusat, ada yang bekerja di perusahaan jaringan seluler, ada yang menjadi pejabat nomor dua di level kota, beberapa menjadi pengajar di beberapa PTN, beberapa menjadi petinggi di beberapa stasiun televisi, ada yang menjadi penulis dan pembicara handal di level nasional, beberapa menjadi abdi negara alias pegawai negeri, ada yang tengah mengejar program Doktor dan ada pula yang baru saja menyandang titel Doktor, serta begitu banyak profesi lain yang terlalu banyak disebut satu persatu.

Itu baru dari di bidang profesi, belum dari perspektif hasil kerja mulai dari rumah mewah, mobil bagus dan simbol-simbol pencapaian lain. Beberapa kawan pun menunjukkan kesuksesan dengan mudah membeli tiket pesawat di saat high season.

Di luar kawan-kawan seperguruan yang tengah bersenang-senang bereuni berbagi cerita tentang masa silam, masa kini dan masa depan, kusaksikan pula pecahan profesi-profesi lain yang tengah meraup hasil positif. Profesi lain yang dulu terlihat sepele, kini seiring perkembangan jaman dan teknologi telah mengubah hasil.

Ada kenalan yang berprofesi sopir sejak lama, kini sudah punya rumah yang cukup baik, satu mobil keluarga keluaran tahun 2000an, dan dua motor. Istrinya berdagang makanan siap saji di halaman rumah.

Lalu ada seorang pengemudi ojek online yang aku tumpangi minggu lalu bilang pendapatannya per bulan di kisaran Rp 7 juta – Rp 8 juta.

“Saya sudah enam bulan jadi pengemudi G*** B***, pak. Sebelumnya saya kerja di bursa efek. Saya pilih profesi ini dan semakin menikmati sebagai mainan baru. Saya harus kerja keras, karena anak saya lima dan istri saya minta mengurusi anak-anak saja. Kalau Senin sampai Jumat, saya tinggalkan rumah di perbatasan Depok – Kab. Bogor ke Jakarta sekitar jam enam pagi ke Jakarta. Sampai rumah rata-rata jam delapan malam. Kalau Minggu, saya ke Bogor untuk ganti suasana. Sabtu sih fleksibel bisa ke Jakarta, bisa ke Bogor,” kata bapak itu.

Saya pun bertanya apa hal terberat ketika migrasi dari karyawan kantor menjadi pengemudi ojek online, bapak itu menjawab, “Kuncinya mental. Siap gak kita diketahui lingkungan kalau berprofesi sebagai pengemudi ojek. Masalah mental juga muncul ketika membawa penumpang , karena tidak semua penumpang itu cocok dengan karakter kita dan menyenangkan.”

Kata-kata bapak itu pun masih tergiang-ngiang di kepalaku untuk memperkuat rencana ke depan. Ada bayangan menjadi penjual makanan siap santap, pengemudi ojek mobil berbasis aplikasi, atau kuliah lagi dengan biaya sendiri ambil program master di bidang bisnis untuk mempermantap rencana berbisnis.

Kalau suatu saat bisa punya rejeki agak berlimpah, mimpinya yah naik haji sama istri, bisa sekolahkan anak-anak di tempat terbaik khususnya di bidang agama seperti pendidikan pesantren yang terbaik. Selain bekal ilmu agama yang baik, saya dan istri sepakat biarlah anak-anak berkembang dengan bakat dan minatnya masing-masing yang penting halal dan tidak merugikan orang lain.

Setelah itu apa? Yah, tetap menikmati karunia di sisa hidup. Sambil tetap menjaga asah itu, jejari tanganku pun kembali lagi bermain di atas ke tuts-tuts keyboard di laptop, wadah penampung segala endapan di benakku yang terus riuh…

Bogor, 7 Mei 2016

 

 

 

2 Replies to “RAGAM PROFESI HALAL DI KOLONG LANGIT”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s