POLITIK DI DEPAN SECANGKIR TEH

TeaPolitik mungkin memang gak guna, licin, oportunis dan pergi kemana angin berhembus.

Politik mungkin tidak berprinsip, kecuali demi kursi yang dituju.

Suara kekecewaan pun berhembus, entah tulus atau dapat momen bagus untuk menyelinap dan memukul lebih keras kepala ahok yang memang sudah terlanjur keras.

Usaha mengumpulkan ktp untuk mendukung ahok maju lewat jalur independen pun gagal. Ahok akhirnya pilih naik mobil mewah ketimbang bus rame-rame.

Buat pendukungnya yang telah memberikan KTP sebenarnya gak perlu kecewa-kecewa amat. Toh, maju lewat manapun, kalau ahok terpilih Anda bisa senang karena jagoannya mimpin lagi untuk 5 tahun ke depan.

Soal naik kendaraan partai rawan aktivitas transaksional dan balas budi, tinggal dikawal dan bisalah Anda mencak-mencak galang petisi di jejaring sosial kalau ahok diduga melakukan penyelewengan jabatan kemudian hari.

Saya? Maaf, saya bukan penduduk Jakarta. Untunglah, jadi gak bisa murtad karena harus dukung ahok.

Kalau saya warga Jakarta? Okelah, mari berandai-andai yang bukan-bukan. Bisa jadi suara saya untuk ahok, bisa jadi. Atau saya milih jadi inisiator untuk galang dukungan KTP untuk Anies Baswedan maju secara independen.

Atau bisa jadi saya milih golput saja. Kalau yang sebenarnya yah, saya milih duduk bersandar di sofa, minum teh dan makan pisang goreng hangat buatan istri tercinta.

Bogor, 29 Juli 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s