SAAT NEGARA DIKELOLA SEPERTI PERUSAHAAN IKAN CERE

ikan_cereSenin malam (15/8) saat melewati JPO dari arah Margo City ke Detos, saya sempat melihat seorang ibu dan anak perempuan yang mengemis. Di depan mereka berdua ada wadah untuk menampung uang dengan tulisan “buat biaya sekolah” di bagian luarnya. Mereka berdua tengah tertidur, sang anak perempuan menyandarkan kepalanya di salah satu palang besi JPO.

Pikiranku langsung melayang pada hal tanggungjawab negara. Ya, jangankan generasi pengemis yang kalah, untuk anak-anak berprestasi saja negara abai.

Saya ingat beberapa hari lalu ada seorang kenalan yang mengabarkan jika ada saudara sepupunya yang berprestasi di level internasional, tapi tidak mendapat dukungan negara. Atau soal seperti Gloria Natapradja Hamel.

Ya, negara ini tetap dikelola seperti korporasi, bukan seperti orang tua yang merangkul seperti keluarga dengan kasih sayang.

Di bidang lain di bidang perhubungan, para awaknya tengah sibuk menerapkan beragam kebijakan untuk menjerat uang para tukang ojek mobil online. Mulai dari KIR hingga SIM A Umum, demi duit yang masuk bukan untuk peradilan.

Mestinya para dunguers yang memegang kebijakan di dinas perhubungan bisa berpikir lebih besar. Jangan bidik para tukang ojek mobil onlinenya, tapi perusahaan penyedia jasanya. Kalau memang dilarang, para dunguers di dishub bisa melacak dan melarang perusahaan jasa ojek mobil online yang tidak memenuhi peraturan atau ketentuan yang berlaku.

Tapi sudahlah, toh ini memang bukan negara secara fakta, ini korporasi kelas ikan cere. Kalau mau bijak di level negara yah sediakan transportasi publik yang lebih layak, modern dan berbiaya lebih terjangkau. Serta lakukan tindakan yang sama pada pemilik dan sopir bus-bus, taksi dan angkot bobrok, baik dari kebijakan KIR dan Sim A Umum.

Again, hal ini tidak dilakukan, karena tidak ada duitnya. Dan teruskanlah hidupkan kebijakan akal-akalan untuk menghidupkan isi dapur, rumah, garasi dan gaya hidupmu, dengan duit yang kadar rejekinya bakal dicatat hasil dari akal-akalan juga oleh para malaikat.

Selamat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s