BISAKAH PROFESI SOPIR OJEK ONLINE DIJADIKAN MATA PENCAHARIAN UTAMA?

uberSepekan lalu, informasi mengenai Uber yang rugi Rp 16,8 triliun pada semester pertama 2016 telah banyak diberitakan media nasional. Salah satu penyebab utama kerugian yang diderita adalah besaran subsidi yang diberikan kepada mitra pengemudi. Salah satu link beritanya.

Kerugian ini nampak seperti akan mengulangi kejadian 2015, dimana raksasa penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi dari Amerika Serikat ini mengalami kerugian Rp 26,4 triliun.

Saya lantas berpikiran, subisidi dalam bisnis hanyalah langkah awal, karena bisnis mestinya untung bukan memberikan subsidi.

Dan baru saja kemarin, Jumat (2/9), saya melihat iklan Uber di Facebook yang masih membuka peluang menjadi mitra pengemudi dengan iming-iming potensi pendapatan Rp 3 juta – Rp 9 juta per bulan, tanpa disebutkan ini potensi pendapatan bersih atau kotor (belum termasuk uang bensin, pulsa, makan dan lain-lain).

What, Rp 3 juta – Rp 9 juta per bulan? Yup, begitulah bunyi iklannya…

Saya lantas berpikir bagaimana nasib para mitra pengemudi yang sudah nekat ambil cicilan mobil dengan angsuran sekitar Rp 5 jutaan per bulan?!

Masihkah profesi sebagai mitra pengemudi bisa dijadikan sumber penghasilan utama sekarang dan ke depan?

Saya sempat membaca seorang pria asal Indonesia yang bisa mendapatkan pemasukan sekitar Rp 100 juta per bulan. Ia menjalankan tiga profesi sekaligus yaitu sopir Uber, loper koran dan penyedia jasa tivi kabel. Lihat link beritanya di sini.

Jika berita itu dapat dijadikan acuan, maka pekerjaan sebagai sopir ojek online belum dapat dijadikan profesi utama, bahkan di Amerika Serikat sekalipun.

Lantas, bagaimana langkah yang sebaiknya diambil mengenai peluang ini sebagai sopir ojek online atau mitra pengemudi?

Ingatan saya menerawang ke waktu beberapa tahun lalu, ketika banyak pekerja kantoran meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi mitra Go-Jek dengan iming-iming pendapatan hingga belasan juta rupiah per bulan.

Faktanya sekarang? Saya telah beberapa kali ngobrol pengemudi Go-Jek. Dapat saya katakan ini merupakan hasil observasi atau pengamatan kecil-kecilan, bukan sebuah riset layaknya pakar atau akademisi. Sebutlah sebagai obrolan “warung kopi”.

Hasilnya…

“Paling banter sehari Rp 150 ribulah bersih,” demikian rata-rata pendapat para pengemudi yang saya temui.

Artinya kalaupun dikalikan 30 hari kerja jumlahnya “hanya” Rp 4,5 juta per bulan. Jauh dari iming-iming awal bisa menembus dua digit per bulan.

“Yah, dapatlah kalau enam juta per bulan,” kata seorang pengemudi Go-Jek asal Sumatera suatu ketika pada saya yang mengantar dari bilangan stasiun T.B. Simatupang ke stasiun Lenteng Agung.

Ada beberapa penyebab yang mereka kemukakan di antaranya tarif yang diturunkan, jumlah mitra pengemudi yang tambah banyak baik internal maupun para saingan, serta fluktuasi minat penumpang.

Uniknya, Senin 29 Agustus 2016, saya masih melihat antrian panjang peminat mitra pengemudi Go-Jek dan Go-Car di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

“Hampir setiap hari seperti ini, pak,” kata seorang perempuan yang bertugas sebagai salah satu staf administrasi di tempat tersebut.

Fenomena yang agak mencemaskan sebenarnya, kalau para pendaftar kemudian menyandarkan ikhtiar barunya ini sebagai  satu-satunya sandaran utama.

Menurut saya pekerjaan ini seperti jebakan batman buat orang yang berharap bisa mendapatkan penghasilan besar. Ya, awalnya iya, tapi yang namanya konsep ride sharing dari beberapa informasi berita yang saya dapatkan tidaklah manis terus-menerus. Ketika subsidi sudah dicabut, bersiaplah kembali ke kenyataan, jika ini semua hanyalah soal bisnis…

Buat Anda yang ingin mulai belajar berwirausaha, peluang ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang tambahan pendapatan.

Seorang jurnalis otomotif senior pernah mengatakan pada saya, “Don’t push your luck.” (Jangan paksakan keberuntunganmu).

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah ketahanan tubuh saat di belakang setir kemudi. Jangan sampai karena antusias mengejar potensi pendapatan, Anda lengah memperhitungkan ketahanan tubuh. Ingatlah tetaplah utamakan faktor keselamatan untuk keluarga yang telah menanti di rumah.

Semoga bermanfaat…

Depok, 3 September 2016

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s