MUDIK IDUL ADHA 2016 KE CIAMIS

Anak-anak bersama kakeknya (bapak mertuaku) di Ciamis.
Anak-anak bersama kakeknya (bapak mertuaku) di Ciamis.

Waktu mudik lebaran Idul Adha 2016 lalu di Ciamis, saya ketemu teman yang kenalkan sama bundanya anak-anak. Istri teman itu tantenya bini.

Sebenarnya, jarak rumah kami cukup dekat untuk hitungan ibukota. Dia di Jagakarsa, tapi karena kesibukan masing-masing, kami sudah lama tidak bersua. Maklumlah, hobi kami sama yaitu beranak pinak, jadi harus lebih giat bekerja untuk menafkahi keluarga.

Saat di Ciamis, temanku itu kembali menguak memoar lama.

“Dulu inget waktu lu diajak touring ke Ciamis susahnya minta ampun, Der. Sekalinya mau, alasannya karena setia kawan. Taunya pas sampai sini gak mau balik,” katanya tertawa puas.

Istrinya pun siap mengejekku, tapi sebelum pasutri yang sangat berjasa itu buka mulut lagi, saya langsung potong, “Halah, daripada banyak bacot lu pade berdua ke Tasik yuk, nonton warkop DKI. Ntar gw bayarin.”

Jadilah singkat cerita kami berempat jalan-jalan nonton di Tasikmalaya 21 di Asia Plaza.

Waktu balik ke ibukota sempat mampir makan di Pascal Food Market. Menurutku, rasa makanan2nya mengecewakan dan harganya agak mahal.
Waktu balik ke ibukota sempat mampir makan di Pascal Food Market. Menurutku, rasa makanan2nya mengecewakan dan harganya agak mahal.

Masuk kota Tasikmalaya, ada kenangan kuat di sini. Dulu, di kota ini ada kafe namanya D’Amor, tempat pertama kali saya ajak calon bundanya anak-anak jalan berdua naik Honda Tiger kesayangan waktu itu.

Di lebaran Idul Adha kemarin, saya juga sempat bawa bini, anak-anak kami, adik ipar dan anaknya ke wisata air panas Gunung Galunggung.

Sembilan tahun lalu di tempat yang sama dan di bawah sinar rembulan, saya tatap wajah yonna sambil berdoa semoga dia mau jadi istriku. Semoga Tuhan mempermudahnya.

Ya, saya sangat kegirangan waktu itu. Bukan lagi seperti anak kecil yang dapat mainan kesukaannya, lebih daripada itu…

Pose dulu sebelum kembali ke realitas, bekerja dan sekolah.
Pose dulu sebelum kembali ke realitas, bekerja dan sekolah.

Ya, bini sebenarnya berani mendobrak budaya puluhan gram emas di kampung halamannya demi menikah dengan pria perantau yang hitam dan dekil ini. “Waktu itu ada sepupu yang ngetawain emas pemberian ayah. Katanya kayak sarang laba-laba kecil di langit-langit rumah.”

Kembali ke perjalanan ke kawasan wisata Gunung Galunggung. Akses jalan menuju tempat wisata tersebut pun kini sudah sangat mulus, tidak lagi berlubang meski ruas jalannya tetap sempit.

Masih ada beberapa rintangan memang menuju ke sana, khususnya saat berpapasan dengan truk atau pikap yang melaju kencang, tapi tidak sesulit dulu.

Ya, tidak sesulit dulu, seperti harapanku pada kelanjutan hubungan kami, manteman…

Di perbatasan Depok dan Kab. Bogor (21 September 2016)

*****

PUISI PAGI

Pagi itu datang dengan diiringi derai hujan, tetiba memunculkan rasa sentimental yang selama ini tersisih sekian lama.

Pagi itu ditemani kepingan-kepingan tangkai pepohonan yang berjatuhan, tidak lagi kuat menempel di induknya.

Pagi itu, rasa sunyi mendera di keramaian. Di atas kursi Kopaja 19 yang besi kursinya masih sereyot dulu tercetuslah beberapa bait tentang rindu…

Aku ingin senantiasa mendekapmu seperti deretan ranting Pinus yang mampu meredam dinginnya angin.

Aku ingin selalu merindumu seperti kabut yang setia memeluk pagi.

*****

PUISI SORE

Aku ingin kembali ke masa lalu, bukan untuk menjadi orang lain atau memperbaiki apa yang salah.

Aku ingin merasakan setiap detik dan makna di jalurku secara lebih baik. Menghirup setiap berkah dengan lebih seksama. Mensyukuri detak kehidupan lebih dalam.

Hanya itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s