PERANG DISKON MOBIL BARU & KONSUMEN CERDAS

Salah satu fakta unik di industri otomotif Indonesia selama tiga tahun terakhir sejak tahun 2014 adalah perang diskon harga mobil baru berlangsung sepanjang tahun.

Padahal menurut pengalaman penulis, diskon mobil baru biasanya hanya berlangsung periodik khususnya menjelang akhir tahun atau justru di awal tahun. Gunanya untuk menghabiskan stok VIN (vehicle identification number) alias nomor rangka kendaraan lama. Diskon juga biasanya diberikan untuk model kendaraan lama jika akan muncul model kendaraan baru.

Namun seiring kritisnya masyarakat termasuk juga yang menyebabkan menurutnya minat beli, fenomena perang diskon sepanjang tahun ini ternyata tidak cukup kuat mendongkrak angka penjualan mobil nasional. Sejak tahun 2014, angka penjualan mobil di Indonesia cenderung statis bahkan turun.

Tidak ada lagi model kendaraan yang digdaya di atas 15.000 unit per bulan seperti fenomena Avanza sebelum tahun 2014. Kendaraan low MPV yang acapkali dijuluki kendaraan sejuta umat itu kini “hanya” terjual di bawah 10.000 unit per bulan. Banderol yang tidak lagi murah menembus angka Rp 200 juta per unit tentu tidak lagi dikatakan seksi untuk mayoritas konsumen kelas menengah.

Sebagai gantinya, Toyota memang punya primadona baru Calya, namun juga belum mampu menembus angka penjualan rata-rata 10.000 unit per bulan.

Apa yang terjadi? Diskon sudah banyak, harga jadi lebih murah, tapi minat beli belum beranjak. Apa karena adanya taksi online? Gak juga. Berdasarkan observasi dunia maya penulis, pendapatan pengemudi online pun semakin miris. Entah, karena jumlah penumpang yang menurun, pengemudi semakin banyak, atau tarif yang makin rendah dari pihak operator.

Fakta lain dari perang diskon adalah gugurnya makin banyak pemain seperti Ford lalu diikuti Mazda. Angka penjualan mobil Suzuki pun tidak lagi seseksi sebelumnya seperti Ertiga dan Karimun Wagon R. Demikian pula Nissan dengan Grand Livina, X-Trail dan Serena-nya. Ataupun Mitsubishi dengan Mirage dan Outlander-nya.

Honda yang sebelum kelahiran Calya –Sigra nampak optimis dengan kondisi marketnya pun tidak bisa sesumringah awal. Beberapa informasi yang penulis dapat, konsumen yang kritis bisa mendapatkan diskon yang lumayan untuk pembelian Mobilio dan BR-V. Kuncinya, jangan terburu nafsu membeli dan pintar-pintar “nembak” diskon maksimal ke setiap salesman yang ditemui, lalu bandingkan.

Kembali ke soal perang diskon dan korban pelaku industri seperti Ford dan Mazda, tentu menjadi kerugian buat konsumen karena pilihan mobil berkualitas makin sedikit. Okelah, Mazda tetap ada melalui jaringan distributor, tapi asumsi penulis harganya pasti terkatrol dibanding sebelumnya.

Perang diskon itu ibarat dua mata sisi, pertama beli mobil makin murah dan terjangkau seperti Calya, Sigra ataupun Renault Kwid. Namun di sisi lain, yang perlu diperhatikan adalah kenyamanan, keamanan, konsumsi bbm, serta jaminan layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang.

Membeli mobil tentu bukan investasi, karena ada penyusutan harga saat menjualnya. Membeli mobil juga sebaiknya tidak sekadar membeli kendaraan transportasi, tapi juga tidak kalah pentingnya keamanan dan kenyamanan selama berkendara.

IMHO, tidak papalah agak lebih mahal harganya yang penting nyaman dan aman dipakainya, serta layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang asli bisa dijamin. Mengapa? Dengan situasi jalan raya yang makin ramai dan perilaku pengendara yang semakin beragam, berkendara di jalan raya harus lebih waspada. Salah satu caranya yah, dengan membeli mobil yang nyaman dan aman itu tadi.

Anda bisa melihat Euro NCAP soal reliabilitas kendaraan yang ingin dibeli? Mengapa Euro NCAP, karena menurut hemat penulis, masyarakat paling kritis soal rancang bangun kendaraan termasuk kenyamanan dan keamanan tetap masih di benua biru.

Semoga bermanfaat…

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Otomotif Roda Empat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s