CATATAN AKHIR TAHUN 2016; AGAMA, FILSAFAT, ILMU PENGETAHUAN DAN GAYA HIDUP

de omnibus dubitandum est, cogito ergo sum.
de omnibus dubitandum est, cogito ergo sum.

Dalam beberapa jam ke depan tahun 2016 akan berlalu. Rasanya kurang lengkap, kalau belum meninggalkan catatan tutup tahun.

Mungkin dimulai kejadian tadi malam yah. Seorang pria usia 40an – 50an tahun berperawakan dari kawasan timur memekik cukup lantang di depan rumahku. Dengan gaya agak kesal, aku pun membukakan pintu.

“Rumah pak RT di sini, dimana?” katanya cukup lantang.  Continue reading “CATATAN AKHIR TAHUN 2016; AGAMA, FILSAFAT, ILMU PENGETAHUAN DAN GAYA HIDUP”

BEDAH BUKU “ALIRAN POLITIK & AQIDAH DALAM ISLAM”

Buku ini secara garis besar menceritakan dinamika proses kepemimpinan dan aliran pemikiran pasca wafatnya Sang Nabi.
Buku ini secara garis besar menceritakan dinamika proses kepemimpinan dan aliran pemikiran pasca wafatnya Sang Nabi.

Sudah beberapa waktu terakhir, saya merasa cukup risau melihat kondisi berbangsa di negeri ini. Maka di pagi ini diiringi lagu “Tanah Airku” yang monumental karya Ibu Saridjah Niung atau lebih akrab disapa Ibu Soed, kutuliskan lagi yang kutahu untuk kedamaian bangsaku, negeriku…

Lirik Lagu “Tanah Airku”

Tanah airku tidak kulupakan
‘kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak ‘kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai dikata orang
Tetapi kampung dan halamanku
Di sanalah ku merasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan

Tanah airku tidak kulupakan
‘kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak ‘kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai Continue reading “BEDAH BUKU “ALIRAN POLITIK & AQIDAH DALAM ISLAM””

PRESTASI TIMNAS: REFLEKSI KETIDAKADILAN SEBAGIAN KITA

Terima kasih, timnas. Kalian sudah maksimal, dan yang terpenting bisa mengingatkan kita kembali sebagai satu bangsa.
Terima kasih, timnas. Kalian sudah maksimal, dan yang terpenting bisa mengingatkan kita kembali sebagai satu bangsa.

Timnas Indonesia kembali terpuruk untuk kelima kalinya di partai puncak AFF. Buat saya, perjuangan timnas sudah sangat maksimal, dan yang terpenting bisa menyatukan Indonesia lagi, meski hanya sesaat.

Saat pluit 45 menit babak kedua leg kedua ditiupkan di Rajamangala Stadium, serta merta Indonesia kembali pecah seperti sedia kala. Kalangan nyinyir pun bersorak-sorai mencibiri pencapaian timnas. Sesaat terasa wajar, karena itu juga menunjukkan kerinduan mereka agar Indonesia bisa jadi juara di level Asean. Continue reading “PRESTASI TIMNAS: REFLEKSI KETIDAKADILAN SEBAGIAN KITA”

AHOK MANING, AHOK MANING…

 

nih buku belum gw baca tuntas, tapi isinya menurut gw sejauh ini sangat menarik perhatian gw.
nih buku belum gw baca tuntas, tapi isinya menurut gw sejauh ini sangat menarik perhatian gw.

Hok, ahok, kasus lu bener-bener menyita perhatian dan energi gw. Lu tuh Kristen dan China lagi, tapi sayangnya lu sebangsa setanah air gw. Saat gw merasa lu teraniaya, gw terpanggil untuk mendukung lu, membela lu sebisa gw sebagai saudara sebangsa setanah air.

Kenapa? Karena lu gw anggap saudara sebangsa setanah air gw. Dari negeri yang indah ini, gw semakin menikmati karunia kehidupan. Apalagi sejak beranakpinak, pupus sudah mimpi ane untuk melanglang buana. Gw tinggal dan menetap khidmat di negeri ini, itu keputusan gw. Moga-moga kelak anak turun yang berani mimpi dan melangkah jauh lebih tinggi dibanding babenye.

Kembali ke soal lu, Hok. Continue reading “AHOK MANING, AHOK MANING…”

SEJENAK BELAJAR PERGERAKAN DEMOKRASI DI JEPANG

Rak buku yang terbuka ini setidaknya cukup  mampu menggugah semangat membaca yang mengendap setelah sekian lama.
Rak buku yang terbuka ini setidaknya cukup mampu menggugah semangat membaca yang mengendap setelah sekian lama.

Sudah lama nian rasanya saya tidak membaca buku. Dua hari lalu, akhirnya saya kembali membaca. Bukunya pun bukan buku baru.

 
Buku karya I Ketut Suradjaja itu bahkan usianya lebih tua dari istri saya, terbitan tahun 1984.

Continue reading “SEJENAK BELAJAR PERGERAKAN DEMOKRASI DI JEPANG”