NICO ROSBERG: MUNDUR DI PUNCAK KARIR FORMULA ONE

 

Setelah 10 tahun berkiprah di F1, akhirnya Nico Rosberg berhasil menjadi juara dunia.
Setelah 10 tahun berkiprah di F1, akhirnya Nico Rosberg berhasil menjadi juara dunia.

Jumat (2/12) tentu bukan menjadi hari yang biasa bahkan dapat dikategorikan sebagai “shocking day” bagi penggemar Formula One di seantero jagat. Bukan karena ada aksi doa bersama di Monas, tapi karena keputusan pensiun sang juara dunia baru F1, Nico Rosberg. Hanya berselang lima hari setelah ia berhasil menjadi juara dunia 2016 di GP Abu Dhabi, Minggu (27/12).

Ya, mengejutkan, karena Rosberg pensiun di usia yang masih tergolong belum tua, 31 tahun (27 Juni 1985). Ada beberapa indikator untuk memperkuat pernyataan tersebut. Beberapa mantan juara dunia yang masih aktif di F1 saat ini memiliki usia lebih tua dibanding Nico Rosberg. Rekan setim sekaligus saingan terkuatnya, Lewis Hamilton, berusia lebih tua beberapa bulan darinya (7 Januari 1985). Lalu ada nama Fernando Alonso (29 Juli 1981) dan Kimi Raikkonen (17 Oktober 1979).

Di atas itu semua, melalui akun Facebooknya, Nico Rosberg telah mengemukakan alasan keputusannya pensiun dari ajang balap mobil termasyhur di dunia. Ya, balapan F1 memang kini tengah disorot mulai ditinggalkan penontonnya. Apalagi sejak diberlakukannya regulasi mesin baru 1.6-L V-6 turbo hybrid yang menggantikan mesin 2.4-L V-8 pada tahun 2014.

Regulasi ini telah membuat suara deru hingar bingar dari mesin dan saluran gas buang F1 yang khas saat melintas tidak lagi terdengar, padahal menurut sebagian penggemar setianya, faktor suara menggelegar inilah yang menjadi salah satu magnet menonton F1.

Puncak putaran mesin F1 di bawah regulasi baru ini juga disebut menurun drastis. Dari sebelumnya mencapai 18.000 rpm menjadi sekitar 12.000 rpm.

Nico Rosberg saat juara dunia GP2 tahun 2005.
Nico Rosberg saat juara dunia GP2 tahun 2005.

Kembali ke soal Nico. Suami dari Vivian yang menguasai lima bahasa ini (Finlandia, Jerman, Perancis, Italia dan Inggris) ini mengatakan keputusan pensiun dari F1, karena akhirnya ia bisa mewujudkan mimpi masa kecilnya menjadi juara dunia F1 setelah 25 tahun berkiprah di dunia motorsport. Wow, berarti doi mulai balapan di usia 6 tahun, guys

Nico juga berhasil mengulangi prestasi ayah kandungnya Keke Rosberg yang berhasil menjadi juara dunia F1 pada tahun 1982. Bedanya, sang ayah berdiri di bawah bendera kebangsaan Finlandia, sementara Nico berkebangsaan Jerman mengikuti tempat ia dilahirkan dan darah dari bundanya.

Sebagai pembalap, Nico punya karakter yang tidak semeledak rekan setimnya Lewis Hamilton ataupun juara dunia F1 dua kali Fernando Alonso yang dari beberapa kali dari pemberitaan media sangat ambisius untuk menjadi juara dunia. Untuk hal ini, Nico nampak mewarisi tradisi khas para pembalap F1 asal Finlandia seperti Mika Hakkinen dan Kimi Raikkonen yang cenderung kalem dalam berekspresi.

Ia pun dikenal sebagai pembalap cerdas. Pada tahun 2005, Nico pernah mendapat tawaran beasiswa ilmu aerodinamika dari Imperial College London, karena nilai matematika dan fisikanya yang bagus di bangku pendidikan, namun ditolaknya. Ia lebih tertarik menjadi seorang pembalap GP single seater.

LEPAS DARI BAYANG-BAYANG LEWIS HAMILTON

GP F1 Abu Dhabi menjadi saksi bisu keberhasilan Nico Rosberg lepas dari bayang-bayang Lewis Hamilton dan menjadi juara dunia.
GP F1 Abu Dhabi menjadi saksi bisu keberhasilan Nico Rosberg lepas dari bayang-bayang Lewis Hamilton dan menjadi juara dunia.

Saat memastikan gelar juara dunia F1 di Abu Dhabi, beberapa media mengulas keberhasilan Nico lepas dari bayang-bayang Lewis Hamilton yang lebih mentereng sejak muda dibanding dirinya. Alih-alih protes, Nico malah meminta media berhenti mengkritisi strategi Lewis Hamilton yang telah mengundang kontroversi, karena sengaja melambatkan laju mobilnya di beberapa lap terakhir menjelang garis finish di Abu Dhabi.

Lewis yang masih punya kans tipis menjadi juara dunia sengaja melambatkan laju mobilnya dan memilih membangkang instruksi dari team-nya, dengan harapan Sebastian Vettel dan Max Vestappen bisa melalui Nico finish di posisi podium. Lewis bisa jadi juara dunia F1 2016, jika Rosberg finish di luar posisi tiga besar. Bagi sebagian orang, strategi Lewis ini agak kotor dan menunjukkan ambisinya yang berlebih serta menghalalkan banyak cara untuk menjadi juara.

Selama karir balapnya, Nico pun secara tersirat mengakui sangat lama di bawah bayang-bayang Lewis yang memang lebih digjaya sejak muda. Dibanding tropi juara Lewis yang seabreka-abrek termasuk sekali juara dunia GP2 (2006) dan tiga kali juara F1 (2008, 2014, 2015), Nico kalah pencapaian meski juga sempat menjadi juara dunia GP2 pada tahun 2005.

Pencapaian juara dunia F1 di Abu Dhabi juga menegaskan ia telah berhasil lepas dari bayang-bayang Lewis Hamilton, setelah “hanya” berhasil menjadi runner-up pada GP F1 2014 dan 2015.

“25 tahun berkarir di motorsport (termasuk 10 tahun berkiprah di F1), saya hanya punya satu tujuan yaitu menjadi juara dunia formula 1. Telah banyak hal yang saya korbankan untuk ini termasuk rasa sakit, kerja keras dan keluarga. Minggu di Abu Dhabi, saya tahu ini akan menjadi balapan terakhir saya. Ini saat yang tepat sebelum saya pergi untuk menikmati setiap detik belapan dan cahaya perlombaan terakhir saya,” katanya.

Saat lampu start padam di Abu Dhabi, Nico Rosberg sadar akan melalui 55 lap balapan terpanjang dan paling bersejarah dalam hidupnya, dan keinginan untuk mempersembahkan sebuah kemenangan paling gemilang untuk istri tercinta, Vivian.

Well done, Nico. You deserve it…

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s