AHOK MANING, AHOK MANING…

 

nih buku belum gw baca tuntas, tapi isinya menurut gw sejauh ini sangat menarik perhatian gw.

nih buku belum gw baca tuntas, tapi isinya menurut gw sejauh ini sangat menarik perhatian gw.

Hok, ahok, kasus lu bener-bener menyita perhatian dan energi gw. Lu tuh Kristen dan China lagi, tapi sayangnya lu sebangsa setanah air gw. Saat gw merasa lu teraniaya, gw terpanggil untuk mendukung lu, membela lu sebisa gw sebagai saudara sebangsa setanah air.

Kenapa? Karena lu gw anggap saudara sebangsa setanah air gw. Dari negeri yang indah ini, gw semakin menikmati karunia kehidupan. Apalagi sejak beranakpinak, pupus sudah mimpi ane untuk melanglang buana. Gw tinggal dan menetap khidmat di negeri ini, itu keputusan gw. Moga-moga kelak anak turun yang berani mimpi dan melangkah jauh lebih tinggi dibanding babenye.

Kembali ke soal lu, Hok.

Beberapa hari ini gw kembali tertarik membaca. Buku kedua yang gw baca judulnya “Aliran Politik dan Aqidah dalam Islam” karya Prof. Dr. Imam Muhammad Abu Zahrah.

Lagi-lagi bukan buku baru, Hok. Ini koleksi lama gw terbitan tahun  1996, alias bini gw masih umur 10 tahunan waktu buku ini diterbitkan… hahaha…

Dalam buku ini di halaman 4 (empat), Nabi gw nih (Muhammad SAW) kabarnya pernah bersabda, “Yang paling aku takuti terhadap umatku adalah orang munafik yang dari pembicaraannya terlihat pintar, tetapi hatinya tidak bijaksana. Ia mengubah mereka dari kefasihan dan kejelasannya di dalam berbicara serta menyesatkan mereka dengan kebodohannya.”

Kalau itu masih kurang, di halaman 7 disebutkan tentang firman Allah SWT, “Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kami saling mengenal…” (Q.s. al-Hujarat, 49:13).

Di halaman yang sama, gw mendapatkan sabda Nabi yang lain yang semakin meneguhkan kepercayaan gw tentang “fanatisme”, “Bukanlah dari golongan kami orang yangmenyerukan untuk bersikap fanatik.”

“Semua kamu berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Tidak ada keistimewaan bagi bangsa Arab terhadap bangsa yang lain kecuali dari segi ketakwaan.”

Akhir-akhir ini, gara-gara lu, Hok, surah Al-Maidah jadi popoler. Sayangnya cuma ayat saja yaitu 51, padahal masih banyak ayat lain di Surah tersebut, di antaranya ayat ke-8 yang menyebutkan, “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kami untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwa kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Di halaman 8 buku itu juga dibahas firman Allah SWT yang lain, “Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu.” (Q.s. al-Hujarat, 49:13).

Mengacu pada Pandangan-Pandangan Suci di agama gw itu, hok, gw merasa lu diperlakukan gak adil. Ini petikan ucapan lu yang kemudian menjadi masalah besar, “… Kan bisa saja dalam hati kecil, bapak, ibu enggak bisa pilih saya karena dibohongi (orang) dengan surat Al Maidah (ayat) 51 macam-macam itu. Itu hak bapak, ibu.”

Atau versi lebih panjangnya sebagai berikut:

“Berikut kutipan utuh ucapan Ahok dari menit ke 23:40 sampai 25:35:

Jadi bapak ibu enggak usah khawatir, ini pemilihan kan dimajuin. Jadi kalau saya tidak terpilih pun bapak ibu, saya berhentinya Oktober 2017. Jadi kalau program ini kita jalankan dengan baik pun, bapak ibu masih sempat panen sama saya sekalipun saya tidak terpilih jadi gubernur. Jadi saya ingin cerita ini supaya bapak ibu semangat. Jadi enggak usah pikiran ‘Ah nanti kalau enggak kepilih pasti Ahok programnya bubar’. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa-red). Itu hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja. Jadi bapak ibu enggak usah merasa enggak enak. Dalam nuraninya enggak bisa pilih Ahok, enggak suka sama Ahok nih. Tapi programnya, gue kalau terima, gue enggak enak dong sama dia. Kalau bapak ibu punya perasaan enggak enak nanti mati pelan-pelan lho kena stroke. (Orang-orang tertawa-red).

Jadi,ang…bukan anggap. ini adalah hak semua bapak ibu sebagai warga DKI. Kebetulan saya gubernur mempunyai program itu. Jadi tidak ada hubungannya dengan perasaan bapak ibu mau pilih siapa. Ya saya kira itu. Kalau yang benci sama saya, jangan emosi terus dicolok waktu pemilihan colok foto saya, wah jadi kepilih nanti saya. Jadi kalau benci sama saya, coloknya musti berkali-kali baru batal. Kalau cuma colok sekali, wah kepilih lho gue entar (Orang-orang tertawa).

Petikan itu gw ambil dari BBC.com. Ini sumbernya. Dan ini link video ucapan lengkap lu di Pulau Seribu yang gw ambil dari Detik.com. Dua sumber itu gw anggap sumber berita punya kredibilitas alias laik dipercaya.

Kembali ke soal buku yang gw tengah gw baca, Hok. Di halaman 11 ada firman Allah SWT yang lain dari Q.s. Ali Imran, 3:7), isinya, “Dialah yang menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi al-Qur’an, dan yang lainnya (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong dalam kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang dalam ilmunya berkata, “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan kami tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.”

Jika mengacu pada firman Tuhan gw, Hok, dan gw hubungin dengan pernyataan lu, gw masih yakin pada pelajaran SD jaman gw SD, kalau ucapan lu sama sekali gak menistakan agama gw. Yang lu maksud adalah orang-orang yang menggunakan ayat suci untuk kepentingan pribadi keduniaannya. Sayangnya masih banyak yang bisa diprovokasi. Salah satunya adalah seorang kepala sekolah yang gw kenal baik, Hok. Dia gak tahu ucapan lu yang menghina Islam, bu kepala sekolah hanya tahu lu sudah menistakan Islam. Maka laki ama anak-anaknya yang masih kecil pun dibawa untuk gerakan 411 dan 212.

Dalam buku itu juga dibahas, Hok, mengenai perpecahan umat Islam pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW mengenai masalah ke-Khalifahan.

Dalam sebuah hadist yang lain diriwayatkan bahwa Nabi bersabda, “Kaum Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, kaum Nashrani terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umatku akan terpecah pula menjadi tujuh puluh tiga golongan.”

Di buku tersebut (hal. 23) dijelaskan tentang sempatnya muncul pertanyaan, “Mengapa al-Qur’an tidak menjelaskan dasar-dasar kekhalifaan serta syarat-syarat dan sifat-sifat orang yang akan menjadi khalifah?”

Jawabnya, al-Qur’an telah menetapkan tiga dasar pemerintah Islam yaitu keadilan, musyawarah dan kepatuhan kepada uli al-amr, baik dalam hal-hal yang disukai maupun tidak disukai oleh orang Mu’min, kecuali ali al-amr itu memerintahkan kedurhakaan kepada Allah, maka dalam keadaan demikian ia tidak boleh didengar dan dipatuhi.

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (Q.s Ali Imran, 3:159)

Di halaman yang sama disebutkan, “Menjadikan musyawarah sebagai prinsip hukum dalam semua urusan kaum Muslimin mengenai hal-hal yang tidak ada nashnya. Prinsip ini dijelaskan dalam firman Allah sebagai berikut,

Dan urusan mereka dimusyawarahkan di antara mereka. (Q.s al-Syura, 42:38)

Ibnu Khaldun membagi penguasa menjadi tiga macam: penguasa alami, penguasa politis dan penguasa kenabian. Penguasa alami mengerahkan seluruh rakyatnya sesuai dengan tuntutan keinginan dan nafsunya. Penguasa politis mengarahkan rakyat sesuai dengan pandangan akal untuk meraih kemaslahatan duniawi dan menghindarkan bahaya. Adapun penguasa kenabian mengarahkan rakyat sesuai dengan pandangan syari’at untuk kemaslahatan akhirat dan dunia yang merujuk pada akhirat dan dunia yang merujuk pada akhirat. Segala hal di dunia ini menurut Peletak Syari’at (Allah) merujuk pada kemaslahatan akhirat. Kekhalifahan itu pada hakikatnya adalah pelimpahan kekuasaan dari Peletak Syari’at untuk memelihara agama dan mengatur dunia.”

Sebenernya, Hok, di negeri kita, ada budaya musyawarah. Tapi khusus kasus lu, yang gw super bingung ada yang terburu-buru untuk menyingkirkan lu dari pentas politik di DKI. Gak ada musyawarah khusus buat lu, Hok. Ini salah satunya yang menurut gw jadi gak fair…

Untuk satu ini gw juga rada-rada nyalahin lu, sob. Lu mestinya gak terpancing, lu khan minoritas secara agama dan warna kulit. Ada hukum tidak tertulis yang masih dianut banyak orang rasis di negeri ini, jika minoritas itu harus lebih bisa menjaga sikap, ucap dan perbuatan. Ngapain sih lu harus bawa-bawa ayat kitab suci di Kepulauan Seribu, jadi kedapetan celah lu buat diplintir.

Sebenarnya gw masih ingin menjabarkan soal golongan “Khawarij’ yang juga dijabarkan di buku itu dan (IMHO) bisa memberikan penjelasan mengenai prilaku kalangan yang nyalahin lu itu, tapi berhubung gw mesti jalan sama bini dan anak-anak gw sekarang, udahan dulu deh…

Hok, sebagai saudara sebangsa setanah air, gw doain lu selamat dari kasus ini. Tapi kalau di dalam hati lu bener-bener ada niat melecehkan agama gw, ge tetap gak bakalan ikut demo. Gw doain aja biar Allah SWT melaknat lu selaknatnya, dan biar fair, kalau lu bener seperti pendapat gw, gw doain hal yang sama buat para inisiator yang menjadikan lu sebagai bulan-bulanan kampanye hitam terkejam selama gw hidup di negeri ini.

Gitu aja, Hok.

Bogor, 14122016

Salam Indonesia, Islam Rahmatan Lil’Alamin…

Assalamulaikum,

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s