RESENSI FILM POWER RANGERS (2017): RAHASIA MENJADI MANUSIA SUPER

Salah satu bagian film terbaik adalah ketika Ranger Pink dan Ranger Kuning sudah berubah.

Kamis (23/3), saya mengajak putra saya Rasy menonton Power Rangers di sinema XXI – Cibinong City Mall. Ya, Rasy memang penggemar robot kelas berat.

Saya pun senang dia betah nonton film ini sampai selesai, rasanya terbayar harus berdiri mengantri tiket sekitar 25 menit.

RESENSI FILM POWER RANGERS (2017)

Antrian tiket pas nonton, Kamis (23/3), padahal untuk jam tayang 13:15 WIB.

Film ini dibuka oleh pemuda yang juga atlet olahraga berbakat bernama Jason Lee Scott (diperankan Dacre Montgomery), namun kerap membuat masalah yang membuatnya harus dikeluarkan dari sekolah.

Di sebuah kota kecil yang nampaknya menjadi kota pelabuhan, Jason Lee Scott bertemu dengan empat teman baru yang juga memiliki latar belakang kehidupan pribadi yang bermasalah.

Perhatikan desain kostum Ranger Pink dan Ranger Kuning… 😉

Ada gadis cantik dan populer namun misterius Kimberly Hart (Naomi Scott), ada pemuda autis namun punya kemampuan teknikal yang brilian Billy Cranston (RJ Ciller), ada pemuda misterius keturunan Asia Zack Taylor (Ludi Lin), dan gadis molek yang introver Trini Kwan (Becky G).

Singkat cerita, kelimanya terpilih sebagai Power Rangers setelah Zordon dan Alpha 5 (robot kecil) menunggu lebih dari 60 tahun kehadiran mereka.  Jason Scott sebagai Ranger Merah, Kimberly sebagai Ranger Pink, Billy sebagai Ranger Biru, Zack sebagai Ranger Hitam, dan Trini sebagai Ranger Kuning.

Bersama abang Rasy ganteng. Alhamdulillah dia senang. Berikutnya Spidey new movie yah, nak…

Terpilihnya mereka untuk mengantisipasi niat jahat Ranger Hijau yang bernama Rita Repulsa (Elizabeth Banks) dan robot raksasa jahat terbuat dari emas Gordon.

Meski telah terpilih, kelima pemuda bermasalah ini tidak dapat berubah menjadi Ranger. Kendalanya adalah mereka diceritakan tidak jujur dengan diri sendiri, terus lari dari masalah diri, egois dan berjalan sendiri – sendiri.

Ketika akhirnya mereka menyadari kesalahan – kesalahan tersebut, kelimanya pun bisa menjadi Power Rangers bahkan bersatu a la Megatron.

Saya menangkap pesan dari film ini adalah jangan pernah lari dari masalah, hadapilah seberat apapun itu. Jujurlah pada diri sendiri, termasuk berani untuk menghargai diri sendiri seperti yang diutarakan Jason Scott (Ranger Merah) pada Kimberly (Ranger Pink).

Film ini tidak terlalu mengundang kekerasan terlalu vulgar, meski abang Rasy mulai mencengkeram lengan ayahnya ketika Rita si Ranger Hijau beraksi. Sementara saya agak menarik napas ketika Ranger Pink dan Ranger Kuning sudah berubah, wow…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s