Resensi Fast & Furious 8

Buat penggemar berat Dominic Toretto tetap kudu nonton film ini…

Sejujurnya setelah menonton Fast 6 dan 7, saya sempat kepikiran untuk berhenti nonton sekuel berikutnya dari aksi Dominic Toretto dan kelompoknya. Ya, menurutku hanya di Fast 5, saya menemukan pesan moral bagus khususnya justru dari tokoh antagonis Hernan Reyes (diperankan Joaquim de Almeida).

Jangan sampai salah baca nama yah… 🙂

Sementara Fast 6 dan 7, kalau bahasa anak Makassar, “Ka’alla’ – alla’ dudui ceritanya”. Artinya kira – kira, “Ceritanya terlalu berlebihan.”

Dominic Toretto terlalu jago level super kelewatan, melebihi nyawa kucing.

Tapi akhirnya Kamis sore 20 April 2017, saya tidak bisa menahan keinginan untuk melangkah ke sinema XXI deket rumah buat kembali menonton aksi terbaru Dominic Toretto. 

Ya, otomotif itu hobi saya banget dari kecil. Saya ingat salah satunya pas masih SD, saya betah banget berdiri di antara kepulan debu aksi para kroser nasional di sirkuit Baddoka (mudah2an gak salah tulis nama, lupa soalnya)…

Kembali ke film Fast 8. Aksi dibuka dengan aksi heroik khas Dominic Toretto yang mengalahkan jagoan balap Kuba dengan mobil yang lebih lamban. Ah, sudahlah gak ada yang perlu diceritakan di sini, paling pesan pentingnya adalah, “Bukan seberapa kencang mobilmu, tapi seberapa kencang dan jago yang bawa mobil…”

Gak baru khan pesannya…

Lalu muncullah Chipper (Charlize Theron) sang tokoh antagonis di Fast 8. Buat yang baru sempat nonton trailernya di Youtube pasti bertanya, “Kok bisa – bisanya Toretto sampai mengkhianati sahabat – sahabatnya khususnya Letty sang kekasih demi Chipper?”

Tenang, saya gak bakal bongkar hal itu di sini, karena itu inti ceritaya…

Hanya sedikit bocoran itu karena ada hal yang tidak kalah penting yang membuat Toretto harus berpaling dari teman – temannya. Toh, jelang akhir cerita Diesel, eh, Toretto balik lagi kok gabung sama teman – temannya.

Inti pesannya? Gak ada, ini hanya sekadar film action yang buat para penggemar Dominic Toretto tetap sebaiknya nonton. Meski tetap ka’alla’ – alla‘, eh, lebay, tapi itulah Toretto. Si jago balap dan berkelahi yang juga sayang buanget sama keluarga dan sahabat – sahabatnya…

Seperti kata – kata khasnya, “You don’t turn your back on family.”

Dan di akhir film seperti biasa ditutup dengan adegan berdoa dan bersyukur di meja makan bersama Toretto dan para sahabatnya termasuk Ias Shaw (Jason Statham). Lho kok, bukannya Shaw itu musuh?

Eits, jangan salah. Makanya nonton dong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s