MOBIL MURAH TIDAK LAGI MURAH?

New Daihatsu Ayla 1.2 harganya Rp 146,25 juta, on the road Jakarta dan kepemilikan pertama.

Ketika pemerintah di era SBY melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 76/PMK.011/2012 dan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 33/M-IND/PER/2013 tentang kebijakan khusus mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC), pasar mobil di Indonesia dapat dikatakan lebih bergairah.

Pasalnya melalui kebijakan tersebut, pasar mobil LCGC tidak dikenai Pajak Penambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) sebesar 10 persen.

Sederhananya, konsumen bisa mendapatkan mobil baru di rentang harga mobil bekas. Harga awalnya di bawah Rp 100 juta ataupun kalau lebih dapat dikatakan tidak banyak.

Insentif yang diberikan pemerintah ini terbukti cukup disambut baik konsumen pembeli mobil baru pertama. Indikatornya dapat dilihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kuartal pertama 2017, penjualan mobil di segmen LCGC masih cukup baik.

Para pemain seperti Toyota Calya 1.2, Daihatsu Sigra 1.2, Toyota Agya, Daihatsu Ayla dan Honda Brio Satya masih bisa terjual di angka 2.000 unit per bulan. Calya bahkan rata – rata tembus 9.000 unit per bulan.

Hanya Suzuki Wagon R dan Datsun Go yang nampak mulai keteteran dari persaingan di segmen ini dengan angka penjualan “hanya” ratusan unit per bulan.

New Toyota Agya 1.2 tipe tertinggi sudah tembus di atas Rp 150 juta on the road Jakarta dan kepemilikan pertama.

BENARKAH LCGC ADALAH MOBIL MURAH & TERJANGKAU?

Honda Brio Satya 1.2 tipe tertinggi juga sudah di atas Rp 150 juta on the road Jakarta dan kepemilikan pertama.

Jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari 2013 hingga 2016, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia terus naik.

Pada tahun 2013, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia Rp 38,37 juta per tahun. Tahun 2014, Rp 41,9 juta per tahun. Tahun 2015, 45,18 juta per tahun. Lalu pada tahun 2016 lalu mencapai Rp 47,96 juta per tahun atau setara US$3.605,1.

Jika mengacu pada data BPS tersebut, kebijakan pemerintah soal LCGC nampak sejalan dengan kenaikan pendapatan masyarakat di Indonesia. Apalagi mega investasi dari masing – masing pabrikan dalam memproduksi mobil LCGC di Indonesia mencapai angka triliunan rupiah, menyerap banyak tenaga kerja dan tentu lebih menghidupkan mata rantai ekonomi di tanah air.

Namun persoalan dan cara pandang pada pasar mobil LCGC akan agak berbeda jika kita melihatnya dari segi harga jual yang ditetapkan masing – masing produsen.

Jumat, 7 April 2017, Toyota resmi memperkenalkan New Agya 1.2 (1.200cc) dimana harga varian tertinggi menembus angka Rp 151 juta. Beberapa jam sebelumnya, Daihatsu juga sukses memperkenalkan New Ayla 1.2 (1.200cc) dengan Rp 146,25 juta. Harga tersebut dalam kondisi on the road Jakarta dan kepemilikan pertama.

Rival beratnya di segmen city car LGCC yaitu Honda Brio Satya 1.2 untuk varian tertinggi juga telah menembus angka Rp 151,5 juta on the road Jakarta dan kepemilikan pertama.

Angka harga di rentang Rp 150 juta per unit tentu tidak dapat lagi dikatakan murah, khususnya untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.

WACANA PENGHAPUSAN KEBIJAKAN LCGC

Wacana penghapusan kebijakan LCGC sebenarnya sudah berkumandang sejak tahun 2014, khususnya setelah peralihan pemerintahan dari era SBY – Budiono ke Jokowi – JK.

Wacana ini kembali menghangat di akhir Maret 2017, setelah I Gusti Putu Suryawirawan mengemukakan di hadapan awak media jika program LCGC kemungkinan akan dihapus, meski belum tentu sepenuhnya dengan rencana dimasukkan ke dalam payung kebijakan yang lebih besar bernama Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Program LCEV ini sedianya berupa kebijakan insentif dari pemerintah kepada manufaktur kendaraan yang melokalkan produksi mobil irit BBM, hybrid, mobil listrik, dan mobil berbahan bakar alternatif.

Dua petinggi PT Toyota Astra Motor melalui Yoshihiro Nakata selaku Presiden Direktur dan Henry Tanoto selaku Wakil Presiden Direktur mengemukakan pendapatan yang sama pada saat peluncuran New Agya 1.2 yaitu pihaknya akan tetap mendukung kebijakan apapun yang ditetapkan oleh pemerintah.

Artinya jika Anda sepakat harga jual di angka Rp 150 juta per unit tidak lagi murah, berarti tidak ada bedanya jika pajak PPnBM akhirnya turut dibebankan di segmen kendaraan LCGC dan membuat harga mobil setidaknya bisa lebih mahal 10 persen.

Bagaimana menurut Anda?

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Otomotif Roda Empat and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s