YAMAHA AEROX 155 VVA R-VERSION FIRST RIDE IMPRESSION

Karena mestinya kita harus selalu butuh mimpi untuk menggerakkan kesadaran, dan inilah salah satu mimpiku kini 🙂

Rabu (10/5) nyaris pukul tiga sore di depan Cibinong City Mall, “Mau coba riding (Yamaha) Aerox 155 VVA (R-Version)?” tanya penggawa permanatriaz.com.

Sebuah tawaran yang tidak mungkin kutampik, ini adalah motor yang paling kuimpikan saat ini, skutik premium dengan livery biru a la Movistar Yamaha MotoGP… 😉 

Harganya Rp 24,05 juta on the road Jakarta dan kepemilikan pertama (harga sewaktu – waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan).

Kesan pertama di atasnya, meski gambot (gede bodinya), dengan postur sekitar 173 cm saya gak perlu jinjit agar kedua kaki saya tetap napak di jalan pas duduk di sadelnya.

Buat saya, posisi ini penting khususnya untuk pertimbangan keamanan dan keseimbangan pada saat posisi motor berhenti, di lampu merah misalnya.

Menurutku, skuter premium ini masuk kategori “value for money“, bahkan (imho) sebenarnya Anda mendapatkan lebih dari yang dibayarkan.

Saatnya merasakan sensasi pertama mengendarainya. Alasan pertama saya jatuh cinta pada motor ini adalah aplikasi teknologi Variable Valve Actuation (VVA), yang tidak Anda temui di motor lain sekelasnya.

Teknologi VVA ini memiliki fungsi agar output tenaga dan torsi tenaga dan torsi maksimal bisa dirasakan pengendara secara maksimum di setiap putaran mesin.

Berdasarkan spesifikasi pabrikan, output tenaga puncak mesin liquid cooled SOHC 4-langkah silinder tunggal mampu meletupkan tenaga puncak 14,75 hp / 8.000 rpm dan torsi maksimal 13,8 Nm / 6.250 rpm.

Menurut review om Permana Triaz, data performa tenaga dan torsi skuter premium ini terbesar di kelasnya. “Ini skutik premium rasa motorsport,” kata om Triaz.

Yup, saya setuju. Di sepanjang jalan Tegar Beriman – Pemda Cibinong, gas saya betot dan hasilnya sangat fun (baca: menyenangkan) berkendara bersama Yamaha Aerox 155 VVA. Sederhananya, tidak ada jeda yang terasa untuk mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Bahkan agak melebihi ekspektasi saya.

Jadi kebayang bisa riding sampai Lombok naik motor ini bersama biniku tercinta… :d

Semoga bukan sekedar angan, tapi mimpi yang bisa membumi, aaaamiiin.

Selepas perempatan lampu merah McD simpang jalan Tegar Beriman dan Sukahati, gas kembali saya betot. Indikator digitalnya yang keren menunjukkan angka 98 km/jam. Buatku itu sudah lebih dari cukup buat ekspektasi kesenangan berkendara ke luar kota bersamanya.

Masih ada atau mungkin banyak napas tenaga di bukaan gasnya, tapi buat rider 41 tahun seperti saya masalah safety dan bahkan defensive riding gak perlulah sekencang Om Triaz yang baru 28 tahunan :p

Lebar setangnya pun terasa pas dan gagah. Saya tahu pasti dalam hati, “Semoga Allah SWT memberikanku rejeki lebih untuk meminang motor ini dalam waktu dekat. Versi standarnya yang 22 juta rupiah warna kuning pun sudah lebih dari cukup, aaamiiin.”

Demikianlah first riding impression yang saya rasakan sekitar 15 – 20 menit berada di atasnya. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Jangan lupa tinggalkan komentar di bawah ini jika ingin berdiskusi dan follow jbkderry.com, sehingga Anda akan selalu menerima notifikasi setiap ada artikel baru yang saya unggah melalui alamat email masing – masing.

Anda juga dapat berkunjung ke kanal youtube saya di “Derry Journey” dan subscribe.

Have nice day… (y)

Bogor, 10 Mei 2017

5:48 PM

PS: Untuk info spesifikasi produk bisa klik di sini.

2 Replies to “YAMAHA AEROX 155 VVA R-VERSION FIRST RIDE IMPRESSION”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s