LEKUK TUBUH SCARLETT JOHANSSON DI GHOST IN THE SHELL

Lekuk tubuh Scarlett Johansson sepertinya tidak cukup kuat untuk mendongkrak performa film Ghost in the Shell yang alurnya ceritanya motonon dan tidak mudah dicerna.

Semalam, Minggu (14/5), akhirnya saya iseng nonton Ghost in the Shell. Satu – satunya alasan utama nonton film ini adalah liat teaser-nya Scarlett Johannson dengan atribut super seksi, sekilas tanpa busana karena warna atributnya yang putih nampak seperti kulit pemeran Black Widow di The Avengers ini.

Ya, siapa sih pria normal yang napasnya yang gak langsung menghangat melihat aksi Black Widow…

Film Ghost in the Shell yang dirilis pada tahun 2017 dan diadopsi dari komik ini menurutku kurang menarik, setidaknya menurut seleraku.

Situs Deadline.com, film Ghost in the Shell akan rugi puluhan juta USD, bahkan bisa mencapai 100 juta USD.

Kisah futuristis tentang manusia cyborg (rekayasa manusia dengan teknologi canggih). Ya, ceritanya Major a.ka. Motoko Kusanagi (Scarlett Johannson) adalah manusia cyborg yang berhasil dihidupkan (kembali), setelah percobaan – percobaan sebelumnya gagal.

Setidaknya inilah pesan yang saya tanggal dalam film yang berdurasi sekitar satu jam 40 menit itu.

Di tengah film, Major yang menjadi cyborg super sakti mulai mempertanyakan asal usulnya, dan ternyata dia hanyalah korban rekayasa lalu mulai berbalik menentang “penciptanya”.

Menurut saya film ini punya cerita yang agak menjemukan, mungkin agak berbeda kalau nontonnya di sinema XXI atau CGV Blitz yang punya kualitas audio mumpuni untuk membantu menutupi alur cerita Ghost in the Shell.

Menurut informasi di salah satu situs, film Ghost in the Shell akan mengalami kerugian setidaknya US$60 juta, bahkan bisa mencapai US$100 juta. Baca link beritanya di sini.

Ya, okelah Scarlett Johannson seperti jalan tol di saat mudik yang padat merayap, tapi berspekulasi hanya bergantung pada hal itu rasanya sulit untuk memikat para moviegoers untuk berbondong antri tiket di bioskop.

Saya jadi ingat kisah Kevin Costner beberapa tahun silam. Setelah sukses berat di film Robin Hood: Prince of Thieves (1991) dan The Bodyguard (1992), Costner dapat dikatakan melakukan blunder fatal di film Waterworld (1995). Film ini rugi besar dan setelah itu Costner seperti kehilangan masa keemasan kejayaannya, serta sulit kembali ke puncak.

Saya pribadi berharap, kalaupun Ghost in the Shell rugi seperti artikel di Deadline.com itu, publik masih dapat memaafkan Scarlett Johannson.

Tidak menghukumnya dengan tuduhan penistaan peran. Pasalnya seperti saya bilang, siapa sih pria normal yang tidak tersengal-sengal napasnya melihat Black Widow, eh, Scarlett Johannson… 😉

#Peace

Bogor, 15 Mei 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s