PENGALAMAN SERUNYA TEST DRIVE VOLVO TRUCKS FMX SEHARGA RP 2 MILIAR

Sebuah pengalaman tidak terlupakan penuh kesan, setidaknya untuk 3 km saya merasa sudah seperti Lincoln Hawk di Over the Top.

Saat masih kecil salah satu film yang paling berkesan menurutku adalah “Over the Top” (1987). Sebuah film ikonik dari Mr. Sly (Silverster Stallone) tentang kehidupan sopir truk mewah super gede bernama Lincoln Hawk di Amerika.

Kenapa saya ingat film itu saat ingin menulis artikel ini? Sederhana, karena kemarin Rabu 17 Mei 2017 saya dapat kesempatan mengemudikan Volvo Trucks FMX 6×4 Rigid dengan mesin berkapasitas 13.000cc bertenaga 400 hp dan torsi super berlimpah 2.000 Nm. Harganya jangan salah, ada di kisaran USD150.000 atau sekitar Rp 2 miliar kalau di kurs Rp 13.300. Itupun harga masih dalam keadaan off the road.

Bersama Mr. Jurn Terpstra, Direktur Marketing Volvo Trucks Indonesia yang posturnya tinggi banget. Saya jadi seperti hobbit di foto ini :p

“Volvo Trucks merupakan truk premium terbaik di dunia. Bukan hanya terbaik, tapi terbaik di antara yang terbaik,” kata Jurn Terpstra, Direktur Marketing Volvo Trucks Indonesia yang dalam beberapa kali kesempatan pertemuan senantiasa ramah dan bersahabat saat memberi penjelas produk.

Sebelum saya menceritakan pengalaman saya mengendarai truk mewah ini, saya ingin ceritakan sekilas pemaparan Jurn soal mengapa truk produksi Volvo Trucks itu merupakan yang terbaik di antara yang terbaik. Padahal di Indonesia, setidaknya ada dua brand premium lain yang main di segmen truk mewah yaitu Mercedes Benz dan Scania.

“Kami memang memproduksi truk – truk dengan formulasi teknologi terbaru dan dapat disebut menjadi yang terbaik di antara yang terbaik di segmen truk premium. Beberapa keunggulan yang dapat dirasakan adalah kontruksi poros roda yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu mengurangi bobot beban kendaraan terhadap permukaan jalan yang dilintasi. Kami juga menggunakan aplikasi material baja terbaik sehingga konstruksi sasis tidak perlu terlalu gambot (besar dan tebal) dan manfaatnya bisa memperbesar volume angkut (payload) yang berarti keuntungan lebih buat perusahaan konsumen kami. Kelebihan lain adalah pada teknologi mesinnya dimana torsi maksimal bisa didapat secara merata pada putaran mesin rendah di kisaran 1.000 hingga 1.400 rpm. Atau dengan kata lain teknologi mesin kami sangat efisien dalam konsumsi BBM, tentu saja untuk kebutuhan jarak jauh bukan dalam kebutuhan jarak dekat dan “stop and go” seperti di dalam kota Jakarta,” kata Jurn panjang lebar.

Sebenarnya masih ada pemaparan penting lain dari Mr. Jurn, tapi udah ah, kan ini artikel test drive… 😉

PENGALAMAN TEST DRIVE TRUK MEWAH SEHARGA RP 2 MILIAR

Sebuah kesan istimewa dari Volvo Trucks Indonesia, saya bisa mengemudikan truk mewah seharga Rp 2 miliar. Terima kasih, Volvo Trucks Indonesia.

Masuk ke dalam kabin Volvo Trucks FMX 6×4 Rigid ini sudah kayak mendaki, guys, tinggi euy…

Untung ada pijakan kaki dan handel genggaman buat akses naik ke atas kabin.

Saat naik ke dalam kabin tenyata Mr. Jurn juga ikutan naik di kursi penumpang. Wah, sebuah kejutan yang menyenangkan ada petinggi perusahaan Volvo Trucks Indonesia yang berkenan saya sopiri. Saya jadi satu – satunya peserta dari kalangan media yang ditemani oleh Jurn, ini sebuah kehormatan.

Setelah menaruh action camera di celah panel instrumen dan memasang sabuk pengaman, Pak Hadi yang menjadi utusan dari Volvo Trucks Indonesia sebagai mentor pendamping memberi penjelasan dasar mengemudikannya.

Di antaranya bagaimana cara melepas fitur parking brake yang berbentuk tombol model tuas tarik yang berada di dashboard di sebelah kiri arah setir (dari sudut pandang mengemudi). Caranya yaitu menekan pedal rem lalu menarik tuas parking brake tersebut.

Setelah itu Pak Hadi juga menjelaskan soal teknik pengoperasian gigi transmisi manual 6-percepatan. Sistem kerjanya unik, karena gerak tuas transmisi untuk posisi 1-2-3 dengan 4-5-6 itu sama. Yang membedakannya kalau mau up shifht alias naik gigi ada tombol tuas di tuas transmisi. Pada saat posisi gigi 3 mau pindah ke 4, tuas itu diangkat ke atas sebelum pindah gigi. Sementara kalau mau diturunkan dari 4 ke 3, tuas tersebut diturunkan.

Setelah paham dengan sistem kerjanya, saya pun mulai menjalankan kendaraan di areal tanah merah yang sengaja diset khusus sepanjang 3 km tersebut, dengan melalui kontur jalan yang cukup sulit dan sempit, serta ada sedikit medan turunan untuk menguji kenyamanan kaki-kaki dan handling dari truk mewah ini.

Saya yang sudah lama tidak mengendarai mobil bertransmisi manual harus melakukan penyesuaian lebih lanjut saat mengoperasionalkan truk ini, khususnya pada saat momentum perpindahan gigi dan bukaan gas. Pasalnya torsi maksimal sudah didapatkan pada gigi dan putaran mesin yang rendah.

Feel ini yang saya jujur masih butuh penyesuaian beberapa saat. Hal lain yang saya rasakan adalah putaran kemudinya yang mantep banget dan terasa mudah mengendalikannya. Wuih, ternyata begini toh enaknya jadi pengemudi sopir truk mewah.

Selesai sesi mengemudi dan turun dari truk mewah ini saya langsung bergegas. “Hey, Mr. Jurn bolehkah saya mendaftar jadi sopir truk di Volvo Trucks?” ujarku terburu – buru mengiringi langkah – langkah kaki panjang pria asal Belanda yang dua kali panjang langkahku itu…

Eh iya, saya juga sudah menyiapkan bahan untuk video blognya di kanal Youtube “Derry Journey”. Jangan lupa nanti mampir, subscribe dan tinggalkan komentarnya yah. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s