MENEMBAK SEPRESISI DAN SECEPAT JOHN WICK (SINOPSIS CHAPTER 2)

Kabarnya film sekuel tentang pembunuh bayaran kelas wahid ini telah meraup pendapatan US$165 juta (sekitar Rp 2 triliun) di seluruh dunia.

Menonton selama dua jam menonton “John Wick: Chapter 2”, suguhan utamanya adalah kemampuan menembak Jonathan “John” Wick yang sangat cepat dan presisi.

Hal lain yang saya tangkap dari film ini adalah air muka John Wick yang nampak dihinggapi keraguan sesaat sebelum dan setelah beraksi. Sepertinya Keanu Reeves dan Chad Stahelski (sutradara) ingin menunjukkan dilema John Wick untuk tetap pensiun atau kembali beraksi sebagai pembunuh bayaran kelas wahid.

Kalau benar dugaan saya, berarti akting Keanu Reeves kali ini sudah pas…

Ya, di awal – awal film, Wick memang telah digambarkan mengubur seluruh alat persenjataan di ruang bawah tanah rumahnya. Disemennya “alat kerja legendarisnya” itu di bawah tanah, lalu duduk merenung menatapnya seolah sebagai tanda perpisahan abadi.

Sendirian? Eenggak, deng… John Wick ternyata sudah punya anjing baru yang nampak lebih gambot dan sangar, tapi “dingin” seperti tuannya.

Namun ketenangannya untuk pensiun tidak berlangsung lama. Sebuah ketukan pintu dari Santino D’Antonio di rumahnya menjadi pertanda sinyal panggilan dari masa lalu. Permintaan D’Antonio dengan membawa “marker” (semacam tanda hutang budi dengan cap jempol darah) ternyata sempat ditolak oleh Wick.

D’Santinio yang dilukiskan sebagai salah mafia dunia kelas atas murka atas penolakan Wick. Tiga kali tembakan dari senjatanya langsung meluluhlantakkan rumah Wick.

Atas anjuran Winston (Ian McShane), John diminta memenuhi permintaan D’Antonio, karena dalam “aturan” di dunia mereka, permintaan dengan “marker” wajib dipenuhi.

Singkat cerita, D’Antonio (sengaja saya lewatkan detailnya, gak enak buat yang belum nonton 😉 ) melakukan pengkhianatan. Dia membuka sayembara senilai US$7 juta untuk membunuh John Wick.

Melihat kemampuan John Wick menaklukkan Cassian (Common) dan kemampuan menembaknya yang cepat dan presisi, tidak perlu diragukan lagi dia mampu menghabisi semuanya.

Ya, sama halnya ketika dia harus mengkhianati peraturan di hotel Continental dengan menembak D’Antonio tepat di depan mata Winston.

Winston bilang kira – kira begini, “Waktumu cuma satu jam dari sekarang, John. Berlarilah, karena setelah ini sayembaranya dibuka untuk skala international. Hanya itu yang saya bisa bantu untuk terakhir kalinya.”

Sebelum berlari sekencang – kencangnya keluar dari taman, John sempat membalas ujaran Winston, “I’ll kill them. I’ll kill them, all!

Ngeri atau penasaran? Nontonlah… 😉 (y)

 

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Film and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s