MENATAP CERMIN MASA LALU DI TRAINSPOTTING 2

Danny Boyle sukses mengembalikan kepingan cerita setelah 20 tahun di Trainspotting 2.

Setelah 20 tahun, Mark Renton (Ewan McGregor) akhirnya kembali ke Edinburgh. Rupanya selama itu, si Rent Boy (julukannya) menetap di Amsterdam membangun rumah tangga dan pekerja kantoran walaupun dilukiskan gagal pada akhirnya.

Kembali ke jalan masa lalu, Renton tetap menemui warna yang “gelap” di kota kelahirannya. Ibunya ternyata telah meninggal, demikian kata sang ayah saat ditemui. Komunikasi antara ayah dan putranya itu pun dilukiskan dingin dan miskin ekspresi.

Setelah itu Renton menemui sahabat lamanya Daniel “Spud” Murphy (Ewen Bremmer) yang ternyata masih menjadi seorang pecandu heroin. Renton bahkan menyelamatkan Spud dari upaya bunuh diri di apartemen setelah karir pekerjaan dan rumah tangganya hancur. 

Buat yang kangen tentang kehidupan 4 (empat) pria asli Edinburgh ini kudu nonton film ini, keren.

Ada narasi yang unik di film ini yang melukiskan Spud menyalahkan waktu yang berjalan satu jam lebih cepat sebagai biang kesalahan kehancuran hidupnya. Seketika memoriku kembali ke masa di Tamalanrea km. 10 saat orang-orang bergerak begitu cepat di depan tangga gedung FIS. 10.

Scene berikutnya, Renton dilukiskan membantu Spud lolos dari kecanduan seperti dirinya. Salah satunya dengan berlari menaiki bukit. Spud pun dilukiskan berhasil lepas dari ketergantungan dan mendapati dirinya ternyata memiliki kemampuan menulis cerita yang baik. Hal yang kemudian membantunya kembali berhubungan baik dengan Gail dan putranya Fergus.

Pria kedua yang ditemui Renton di Edinburg adalah mantan sahabatnya Simon “Sick Boy” Williamson (Jonny Lee Miller). Simon dilukiskan masih menjadi pecandu kokain, dengan menjalankan bisnis pub warisan bibinya dan membuat video cabul pemerasan bekerjasama dengan pacarnya Veronika, gadis muda asal Bulgaria.

Simon yang melihat Renton langsung menghajarnya habis-habisan. Masih tergiang di benaknya bagaimana Renton membawa kabur uang hasil kejahatan £16.000 termasuk jatahnya £4.000.

Renton yang dihajarnya sampai pingsan setelah siuman ternyata memberi Simon uang senilai £4.000 di dalam amplop. Situasi itu ternyata belum meredakan hubungan keduanya.

Baru setelah Renton dikabarkan tidak jadi terbang kembali ke Amsterdam dan mendatangi kediaman Simon, hubungan persahabatan mereka kembali cair. “Sesungguhnya kehidupanku di Amsterdam pun di ambang kehancuran. Aku segera bercerai dan kehilangan pekerjaan. Aku bingung sekarang harus kemana,” kata Renton.

Satu tokoh utama lain di Trainspotting 2 adalah Francis “Franco” Begbie yang dilukiskan melarikan diri dari penjara setelah menjalani hukuman 20 tahun. Franco yang belum kehilangan sisi temperamennya sebagai bajingan kelas cere mendapati situasi yang tidak diharapkan di rumahnya. Satu-satunya putra yang telah beranjak dewasa ternyata memilih menjadi pria yang baik dengan berkuliah.

Meski sempat gusar pada awalnya, Franco akhirnya memeluk putranya yang memilih jalan kebaikan untuk masa depannya.

Singkat cerita, Franco akhirnya bertemu dengan Renton yang seketika mengundang dendam di masa lalu. Dikejarnya Renton hingga sempat menikamnya di lengan. Lewat handphone Veronika yang disitanya, Franco berhasil menjebak Renton di gedung tua.

Simon yang berusaha meredam amarah Franco malah dibuat pingsan. Beruntung Spud menolak tawaran Veronika untuk memanfaatkan dana £100.000 yang didapatkan Renton dan Simon melalui sebuah presentasi bisnis. Spud pun berhasil menyelamatkan nyawa Renton di saat-saat akhir dari upaya pembunuhan yang ingin dilakukan Franco.

Franco kemudian dilukiskan kembali ke penjara setelah disekap tiga mantan sahabatnya di bagasi sebuah sedan, tepat di depan gerbang penjara dimana dia kabur.

Veronika diceritakan kembali ke Bulgaria untuk menemui putra tunggal dan kembali menjalani kehidupan di negaranya.

Renton tetap berdamai dengan Simon, namun ia memutuskan kembali ke rumah orang tuanya.

Saya suka ending film ini, Renton yang kembali ke kamarnya menyetel lagu “Lust for Life” sembari berdansa seorang diri menikmati berkah hidup dengan caranya (sebutlah “Britpop’s style dance” meskipun mungkin keliru) dan kamera pun berjalan menjauh.

Menonton Trainspotting 2, saya seperti bercermin dan bersyukur. Menjalani masa remaja seperti Mark Renton dan kini juga sama-sama memasuki usia 40 tahun, kami tetap berdansa dengan cara sendiri untuk mengekspresikan kegembiraan. Istriku hanya ketawa-ketawa kecil kalau aku melakukannya sesekali, my stupid movement dance. Gaya yang pernah disuka seorang perempuan bule asal Brussels, dulu.

Film ini juga mengingatkanku, meski kehidupan ini tidaklah gemerlap tapi juga senestapa Renton. Saya masih punya kehidupan bersama istri dan anak-anak yang cukup berbahagia setelah satu dekade berumah tangga.

Ya, saya masih melihat ada kepingan Renton, Simon, Spud dan bahkan Franco saat bercermin saat ini, tapi terpenting adalah bagaimana kita memilih jalan hidup dan mengembangkannya agar dapat berbahagia menjalani.

Semoga bermanfaat. Kalau sempat nontonlah ini film karya Danny Boyle, keren…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s