MAZDA ON THE ROAD TO PREMIUM

sumber foto: insidemazda.mazdausa.com

Lebih dari satu dekade silam waktu masih jadi jurnalis di majalah Motor Trend Indonesia ( 2003 – 2005), ada dua mobil merek Jepang yang menurut saya paling enak dikendarai.

Pertama, Subaru Forester. Mengendarai SUV asal Jepang ini terasa pas semuanya mulai soal handling, kinerja kaki-kaki hingga output tenaga yang dihasilkan mesin bensin 2.0L. Kesan sporty juga kental terasa ketika memasuki ruang pengemudi dan melihat kaca jendelanya yang frameless alias tanpa bingkai.

Mobil kedua adalah kendaraan test drive berlabel “Mazda”. Saya masih ingat waktu Mazda RX-7 dengan mesin rotary-nya terparkir di halaman parkir kantor di kawasan Senayan. 

Satu dekade kemudian tepatnya tahun 2013, rasa cinta saya pada mobil berlabel Mazda kembali timbul. Saat itu, saya sempat test drive Mazda CX-5 ke Bandung bareng bini, anak-anak dan asisten rumah tangga kami (saat masih punya asisten, sekarang sudah sekitar 2 tahun gak pake asisten lagi di rumah).

Mengendarai kendaraan berdesain compact SUV ini berhasil mengundang kembali antuasiasme saya untuk mengemudi. Akibatnya di tahun 2016 saat ke pameran IIMS, seorang wiraniaga menghampiri waktu saya tengah melihat-lihat CX-5. “Kalau bapak tertarik, saya bisa kasih diskon Rp 40 juta. Bahkan kalau serius, saya bisa coba upayakan diskon lebih,” katanya.

Saya sempat menceritakan pada bini soal tawaran menarik ini. Sayang, bini kurang suka dengan efek kinerja kaki-kaki Mazda CX-5 khususnya untuk penumpang di baris kedua. Batallah niatan itu, meski demikian saya masih menempatkan mobil-mobil produksi Mazda sebagai salah satu merek asal Jepang yang fun to drive alias enak dikemudikan.

Keinginan membeli CX-3 sebaiknya didasari pada kecintaan pada produk Mazda, mengingat varian tertinggi harganya sudah setara Honda CR-V 1.5 Turbo.

Singkat cerita beberapa hari lalu, saya membaca sebuah artikel berjudul “Mazda’s Masahiro Moro: On the road to premium” di situs AutoNews.com.

Masahiro Moro merupakan chief Mazda di Amerika Serikat. Di dalam artikel itu Moro-San mengatakan, upayanya untuk meningkatkan loyalitas atau nilai kesetiaan konsumen Mazda di Amerika Serikat yang terpaku di kisaran 2 persen.

Sama halnya dengan di Indonesia, Mazda di Amerika Serikat juga mengandalkan tiga model kendaraannya yaitu Mazda2, Mazda CX-3 dan Mazda CX-5.

Tahun 2016, saya sempat naksir untuk membeli CX-5 di pameran IIMS sebelum tidak mendapat persetujuan bini.

Kata “on the road to premium” juga pas untuk melukiskan penjalanan Mazda di Indonesia saat ini. Sejak peralihan dari perwakilan prinsipal PT Mazda Motor Indonesia ke tangan distributor resmi PT Eurokars Motor Indonesia pada 1 Februari 2017, posisi Mazda secara otomatis terkatrol lebih tinggi.

Pasalnya sebelum Mazda ikutan masuk di Eurokars Group, di perusahaan milik taipan Karsono Kwee sudah ada beberapa merek premium yang dipasarkan yaitu Porsche, Rolls-Royce, Maserati dan BMW M.

Berdasarkan informasi di situs Mazda.co.id, harga-harga mobil Mazda bisa dikatakan agak cukup tinggi. Mazda CX-5 yang ditawarkan dalam 4 varian ditempeli stiker harga Rp 495,3 juta hingga Rp 524,1 juta.

Dengan kapasitas mesin 2,5L yang membekalinya, harga Mazda CX-5 agak lebih tinggi dibanding Nissan X-Trail 2.5 Rp 461,85 juta dan Renault Koleos 2.5 (Rp 460 juta – Rp 495 juta). Harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan dari masing-masing merek.

Demikian juga dengan Mazda CX-3 yang mengusung mesin bensin berkapasitas 2.0L. Harganya mulai Rp 388 juta hingga Rp 465,5 juta (tipe GT warna soul red/grey).

Meski mengusung mesin berkapasitas 2.0L, secara dimensi Mazda CX-3 lebih pas diposisikan di segmen light SUV seperti Honda HR-V, Chevrolet Trax, Nissan Juke dan Mitsubishi Outlander. Anda bisa googling jika harga Mazda CX-3 berada di atas keempat rival utamanya itu.

Salah satu situs untuk membandingkan harga di Indonesia adalah oto.com (saya jadi ingat waktu masih kerja di Carmall.com).

Harga Mazda CX-3 untuk tipe tertinggi juga lebih tinggi dibanding Honda CR-V 2.0L (Rp 432 juta), atau hanya terpaut Rp 500 ribu dari Honda CR-V 1.5 Turbo yang ditempeli stiker harga Rp 466 juta (data harga dari situs Honda-Indonesia.com, serta bisa berubah sewaktu-waktu).

Hmm, jika demikian memang ada benarnya ucapan Masahiro Moro di Amerika Serikat, Mazda memang harus lebih dahulu menjaga dan meningkatkan loyalitas konsumen setianya terlebih dahulu.

Anda paham yang saya maksud? Silakan tinggalkan komentar di bawah ini jika punya pendapat lain…

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Otomotif Roda Empat and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s