RISE UP THE COMPETITION BAR, YAMAHA

Dengan banderol harga “hanya” Rp 34,5 juta, Yamaha All-New R15 membuat konsumen bisa membeli motorsport sarat teknologi dan fitur dengan harga relatif lebih terjangkau.

Sudah beberapa hari terakhir saya ingin menulis dengan judul seperti itu. Alasan pertama adalah sudah bukan rahasia lagi jika pertarungan pasar sepeda motor di Indonesia adalah Honda versus Yamaha.

Saya ingin memulainya dengan pengalaman sekitar tahun 2009/2010 saat masih dipercaya menjadi menjadi Managing Editor majalah Roda Dua Adira. Karena tuntutan pekerjaan dan tanggungjawab, saya pun lebih intens mencari pengetahuan roda dua agar dapat menjadi karya jurnalistik yang laik konsumsi.

Bukan apa-apa, di awal terbit majalah ini oplahnya sudah tembus 50 ribu eksemplar. Lalu kemudian naik menjadi 100 ribu eksemplar, walaupun sebagai orang yang masih bergaji saat itu hal ini tidak mempengaruhi income (curcol, gan… hahahaha). 

Yamaha Xeon tahun 2011 yang saya pakai sampai tahun 2016 lalu, sebelum dijual karena masalah di sistem pengapian.

Kembali ke soal Yamaha. Saya masih ingat sekitar tahun 2009/2010 saya mendapat undangan peluncuran dan test ride Yamaha Xeon di Bali. Pengalaman yang seru karena sempat berpapasan dengan The Doctor.

Selain pengalaman mengesankan satu itu, pihak engineer Yamaha Indonesia menjelaskan jika Yamaha Xeon telah dilengkapi dengan diasil silinder dan forged piston. Saya tidak akan menjelaskan secara teknikal hal tersebut, jika penasaran tinggal masukkan kata kunci tersebut di google.

Tapi secara manfaat, Yamaha ingin menunjukkan jika mereka sangat fokus dalam pengembangan mesin yang handal dan reliabel dibanding kompetitor.

Soal Yamaha Xeon ini saya punya dua catatan spesial. Pertama, saya sempat menjadi juara ke-5 penulisan soal skutik 125cc ini. Kedua, pada tahun 2011 saya sempat membeli Yamaha Xeon dan saya pakai sampai tahun 2016 lalu.

Jujur, saya suka banget dengan performa mesin Yamaha Xeon. Motor ini juga yang sempat saya pakai waktu dapet proyek dari Shell Advance pada tahun 2012. Kalaupun akhirnya saya jual tahun lalu, karena akinya suka tekor. Menurut pak Slamet, kepala bengkel JG Motor Yamaha Bojong Gede, persoalan kelistrikan Yamaha Xeon memang belum ketemu solusinya kalau sudah “kena”.

Sudah sempat diakali dengan pakai sistem kelistrikan Yamaha Byson tapi tetap sama masalahnya, akinya tetap tekor. Itulah akhirnya saya terpaksa lego skutik ini dan dibeli dengan tukang ojek depan perumahan dengan harga “terbanting”, kurang dari Rp 6 juta.

Imho, arah fokus pengembangan Yamaha berbeda dengan Honda yang lebih fokus pada desain dan fitur. Sebut saja di skutik Honda di era itu lebih dulu dilengkapi fitur kunci pengereman (agar motor tidak mundur di tanjakan) serta mesin akan otomatis mati atau tidak dapat hidup jika standar samping masih turun atau belum naik penuh.

Fitur semacam ini selain mengedepankan kenyamanan dan keselamatan. Fitur lain dari skutik Honda adalah ruang bagasi yang lebih lapang.

Mungkin ini terkait biaya R&D dari masing-masing merek. Waktu pun terus berjalan, seiring Honda yang semakin jor-joran selama beberapa tahun terakhir, terlebih sejak angka penjualan mereka pada tahun 2010 nyaris terlewati oleh Yamaha. Hasil akhir, angka penjualan Honda di angka 3,4 jutaan unit, Yamaha di kisaran 3,3 jutaan unit.

Di tahun 2011 pun penjualan sepeda motor Yamaha masih cukup mampu menyaingi penjualan sepeda motor Honda. Angka penjualan sepeda motor Honda di angka 4,2 jutaan unit, Yamaha turun di angka 3,1 jutaan unit.

Sejak 2012 – 2014, Honda seperti menunjukkan kekuatan modalnya yang lebih besar dalam pengembangan sepeda motor. Selama kurun tiga tahun itu, angka penjualan sepeda motor Honda berada di angka 4 juta unit hingga 5 jutaan unit. Yamaha terpaku di angka 2,3 jutaan – 2,4 jutaan unit.

Tahun 2015 – 2016, meski volume penjualan sepeda motor di Indonesia terus menurun. Honda masih mampu jualan di angka 4,3 jutaan – 4,4 jutaan. Yamaha di tahun 2015, penjualannya di angka 1,7 jutaan unit. Di tahun 2016 malah turun di angka 1,3 jutaan unit.

Data ini bisa dilihat di blog Juragan Rondo, Triatmono.info.

TAHUN 2017: RISE UP THE COMPETITION BAR, YAMAHA

Seolah pertanda bangkit dari tidur, di tahun 2017 ini PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing lebih greget menciptakan arah pengembangan sepeda motornya.

Okelah, sebelum tahun ini ada Yamaha MX-King dan Yamaha NMax, ataupun Yamaha X-Ride yang mengusung konsep desain yang breakthrough ke pasar, tapi tahun 2017 rasanya beda (imho).

Dimulai dengan peluncuran All New Yamaha R-15 dengan sederet asupan mumpuni dan harganya pun “cuma” Rp 34,5 juta on the road Jakarta dan kepemilikan pertama (harga bisa berubah sewaktu-waktu).  Anda bisa membaca ulasan khusus motorsport ini dengan memasukkan kata kunci “all new yamaha r15” di search engine jbkderry.com.

Karena mestinya kita harus selalu butuh mimpi untuk menggerakkan kesadaran, dan inilah salah satu mimpiku kini, Yamaha Aerox 155 VVA 🙂

Sebelumnya ada kejutan lain juga yang dihadirkan Yamaha di tahun 2017 ini yaitu kelahiran Yamaha Aerox 155 VVA. Menyusul di IIMS 2017 meluncur Yamaha Vixion R-Version yang digadang-gadang sebagai versi naked R15, dengan posisi harga kurang dari Rp 30 juta di Jakarta.

Saya pun naksir berat membeli Yamaha Aerox 155 VVA kalau ada rezeki lebih dalam waktu dekat.

Kenapa menurut saya tahun 2017 ini bisa menjadi momen kebangkitan Yamaha, di antaranya konsumen sudah bisa mendapatkan teknologi seperti assist & slipper clutch dan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) pada motor yang dibanderol “hanya” Rp 20 jutaan – Rp 30 jutaan.

Sederhananya, Yamaha seolah ingin berkata jika membeli teknologi pada sepeda motor jadi lebih terjangkau. Imho, fenomena ini hampir mirip dengan segmen mobil city car di Indonesia yang diisi oleh Toyota Agya 1.2, Daihatsu Ayla 1.2, Honda Brio 1.2 dan Suzuki Ignis 1.2.

Pabrikan tidak lagi bisa mengimingi konsumen sekadar harga murah, tapi kualitas pengembangan, aplikasi teknologi dan fitur pun harus lebih diperhatikan untuk lebih memikat konsumen untuk membeli.

Kembali ke soal Yamaha. Tidak cukup sampai di situ, di bulan Mei 2017 akhirnya Yamaha merilis harga Yamaha XMAX 250 dengan banderol harga “hanya” Rp 55 juta on the road Jakarta dan kepemilikan pertama (harga sewaktu – waktu dapat berubah).

Bayangkan skutik premium dengan fitur Traction Control hanya dibanderol segitu. Bandingkan saat Suzuki Indonesia memperkenalkan Burgman 200c dengan banderol Rp 57 juta, atau Honda PCX 150cc yang sudah tembus Rp 40 jutaan.

Kapan lagi bisa beli skutik premium 250cc dengan Traction Control System seharga Rp 55 juta, kalau bukan membeli Yamaha XMAX…

Artikel ini tidak ada maksud menjilat Yamaha ataupun dibayar, hanya sebagai motivasi agar Yamaha untuk dapat terus menaikkan level kompetisinya dengan Honda.

Hal ini menurut saya baik, agar konsumen sepeda motor di Indonesia lebih banyak punya pilihan yang berkualitas.

Sebagaimana kutipan kata-kata bijak dari seorang penulis perempuan asal Amerika Serikat, Nancy Pearcey, “Competition is always a good thing. It forces us to do our best. A monopoly renders people complacent and satisfied with mediocrity.”

Ya, syukur-syukur setelah baca artikel ini ada pihak Yamaha yang nelpon, “Mas, mau trade in gak Honda Vario 125 (Agustus 2016) dengan Yamaha Aerox 155 VVA tapi versi standar saja, mau gak?”

Wuih, mau banget… :p #NamanyaJugaUsaha

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in OTOMOTIF RODA DUA. Bookmark the permalink.

2 Responses to RISE UP THE COMPETITION BAR, YAMAHA

  1. ari murtono says:

    si om. yamaha memang makin ke depan makin menjadi idola

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s