KESAN AWAL PERFORMA & KONSUMSI BBM HYUNDAI TUCSON GLS 3RD GENERATION

Sebuah mimpi yang terwujud, mudah-mudahan sampai lunas 😉

Salah satu kekwatiran awal saya pindah dari mobil berkapasitas 1.500cc (Nissan Grand Livina) ke 2.000cc (Hyundai Tucson 3rd generation) adalah konsumsi BBM.

Kekhawatiran saya pun setidaknya cukup terjawab hari ini, Selasa 13 Juni 2017, bahwa tidak ada yang perlu dikhawatiran. Referensi yang saya dapat sebelum membeli ternyata benar, jika mesin Nu 2.0 Mpi dengan teknologi D-CVVT plus transmisi 6-kecepatan konsumsi BBMnya nyaris mirip dengan mobil saya sebelumnya.

Asumsi awal tembus 8 km/liter (mungkin bisa tembus 9 km/liter) untuk konsumsi dalam kota. Artinya untuk keluar kota masih bisa tembus 11 – 12 km/liter, gak beda jauh dengan Nissan GL 1.5 saya dulu yang di kisaran 13 km/liter. 

Saat pengujian performa di tol Jagorawi, 6 Juni 2017.

Dan secara pengeluaran pun bisa lebih hemat, karena compact SUV yang kini terparkir di garasi rumah itu masih bisa menelan RON 90 (Pertalite) meski kalau diisi RON 92 (Pertamax) pasti lebih moncer (lebih oke). Berbeda dengan Nissan GL 1.5 saya dulu mesti dipasok RON 92 supaya gak ngelitik.

Begini cerita asumsi pengujian saya hari ini…

Hari ini bini minta diantar ke rumah sakit di Depok, dia kena infeksi saluran kemih gara-gara bandel terus makan sambel. Ini sudah ketiga kali dia masuk rumah sakit gara-gara sambel.

Singkat cerita, pergi pulang perjalanan dari rumah ke rumah sekitar 40 km dan konsumsi BBM sekitar 5 liter atau dengan kata lain tembus 8 km. Untuk jarak segitu tadi saya hanya isi Pertalite Rp 50 ribu (6,7 liter @Rp 7.500). Indikasi lain adalah pas sampai rumah pulangnya indikator bensin masih sedikit di atas indikator pas mau berangkat tadi, jadi asumsi saya masih ada spare sekitar 1 (satu) liter kelebihan.

Atau dengan kata lain hanya sekitar 5 liter yang diserap mesin selama perjalanan.

Bagaimana dengan konsumsi BBM luar kota kalau mobil ini bisa lebih irit. Begini ceritanya…

Tanggal 6 Juni 2017, saya ajak bini dan anak-anak ngabuburit ke Botani Square di Bogor. Pulangnya saya sengaja lewat tol Jagorawi. Dan begini fakta yang saya dapat selama di tol…

– Tes 1: rpm 1.500 dapat kecepatan 80 km/jam

– Tes 2: rpm 1700/1800 dapat kecepatan 90 km/jam

– Tes 3: rpm 2000 tembus 100 km/jam

Pengalaman ini mengingatkan saya mengendarai All New Ford Ranger pada tahun 2012 Jakarta ke Semarang dan juga Jakarta – Batu Karas. Apa hubungannya?

Begini kedua mobil ini dilengkapi dengan transmisi 6-percepatan, dan fungsi gigi 6 yang saya rasakan fungsinya lebih sebagai overdrive yang membuat kinerja mesin lebih ringan dan lebih efisien dalam konsumsi BBM.

Dua uji coba ini semakin meyakinkan saya jika teknologi mesin dual-cvvt yang dipadankan dengan transmisi otomatis 6- percepatan pada Hyundai Tucson GLS 3rd Generation membuat konsumsinya cukup irit.

Tapi ada catatan khusus untuk mendapat performa mobil yang (cukup) maksimal tadi tapi tetap efisien BBM yaitu bukaan gas menganyun saja, jangan disentak.

Saya rencana hitung lebih detail kalau jadi mudik ke kampung bini di akhir bulan nanti.

Demikian info sementara, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s