ROYCE GRACIE, PETER DE JONG & FOKUS HIDUP

Percaya atau enggak, sampai artikel ini diturunkan saya masih bisa merasakan betapa dahsyatnya tenaga kuncian Royce Gracie.

Senin 17 Juli 2017 (17717), data waktu yang bak nomor ponsel cantik itu, menjadi salah satu hari perwujudan mimpi terbaik. Berkat undangan dari PT Hyundai Mobil Indonesia, saya bisa bertemu dengan Royce Gracie juara UFC 1, 2 dan 4.

Bagaimana ceritanya saya pernah “berhutang budi” pada pria berkebangsaan Brasil yang beratnya dari masa jaya hingga waktu saya ketemu bisa “statis” di 80 kg atau sama dengan saya yang bobotnya 13 cm lebih pendek (Gracie 185 cm)… 🙂

Begini awal muasal ceritanya…

Dulu saat masih kos di seputaran Tamalanrea KM. 10, entah kapan waktu tepatnya, saya hanya ingat menonton pertarungan bebas di dalam cangkang tanpa sarung tangan di layar TPI. Seorang petarung sangat menyita perhatian saat itu, namanya Royce Gracie.

Pakar Brazilian Jiu-Jitsu ini selalu berlaga dengan baju karate dan sabuk. Perawakannya cenderung biasa, juga tidak kekar. Setidaknya jika dibanding lawan-lawan dia umumnya yang acap kali tampil hanya mengenakan celana gulat dengan badan yang kekar seperti Hulk.

Ah, paling kalah…,” kataku yang acap kali nonton sendirian.

Untuk sahabatku, Mr. Abdul Haris Suardi (kang Doel)

Tapi dugaanku selalu keliru. Saat bertarung di bawah (ground fighting), Gracie malah membalikkan prediksi. Meski berada di bawah, dia malah acap kali menang dengan mengunci lawan-lawannya yang lebih besar dan jauh lebih kekar.

Wow, jujur kehebatannya menjadi candu baru untuk ditonton. Sayang, saat itu saya hanya punya satu teman baik yang antusias untuk berbagi cerita soal Royce Gracie. Bahkan, kawan baikku ini jauh lebih berapi-api saat menceritakan tentang teknik pertarungan Royce Gracie yang luar biasa.

Buat saya, Royce Gracie telah mengajarkan satu makna penting saat menghadapi masa-masa galau mau kemana selepas kuliah, “Jika sekecil apapun badanmu dan modalmu, jika dirimu fokus dan bersungguh, maka kans kemenangan dan kemuliaan bukanlah hal yang mustahil.”

Kata-kata “fokus” juga saya dapatkan dari ayahnya Martjin De Jong, Peter De Jong (74 Tahun) di hari dan tempat yang sama (di dojo Tatsujin MMA Indonesia). Peter bilang, “Fokuslah dengan jalan hidup yang telah kau pilih. Jangan pernah berhenti di tengah jalan.”

Sip, I just believe, “This is one the greatest day in my life.”

Terima kasih untuk pak Mukiat Sutikno dan pak Hendrik Wiradjaja dari PT Hyundai Mobil Indonesia atas undangannya bisa bersua langsung dengan legenda hidup MMA Royce Gracie.

Catatan Tambahan

  • Hari itu dimana saya bertemu langsung Royce Gracie, sampat juga kutanyakan pertanyaan titipan kawan baikku Abdul Haris Suardi, khususnya tentang Floyd Mayweather Jr vs Conor McGregor.
  • Gracie menjawabnya demikian, “Di era saya banyak yang mengharapkan pertarungan saya dengan Mike Tyson. Saya bilang petarung terbaik itu bertarung dengan tanpa sarung, jadi Mike Tyson bukanlah petarung terbaik dia hanyalah petinju terbaik. Untuk Floyd Mayweather vs Conor McGregor, saya bisa menjawab Floyd adalah petinju terbaik, sementara McGregor adalah petarung MMA terbaik.”
  • Saya coba mengartikan dengan konsep bertarung a la tinju, maka Floyd Mayweather lah yang akan menjadi pemenang.
  • Oh iya, Martijn De Jong adalah pakar beladiri campuran yang baru saja meresmikan berdirinya pusat kebugaran Tatsujin MMA Indonesia yang berlokasi di South Corner di daerah Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Saya rencana akan membuat artikel terpisah mengenai Martijn De Jong…
  • Jika Anda penggemar sejati UFC, rasanya tidaklah berlebihan jika menempatkan pemegang rekor kemenangan melalui kuncian ini (11x) memiliki level legendaris yang setara dengan Michael Schumacher di F1, Valentino Rossi di MotoGP, Pele di sepakbola, ataupun Michael Jordan di NBA.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s