SEGMEN SUV YANG MAKIN BERKEMBANG & DIMINATI

Mr. Darth Vader waktu dipakai mudik Lebaran kemarin. (lokasi: Taman Dirgantara – Majalengka)

Berdasarkan data klasifikasi Gaikindo, segmen kendaraan SUV di Indonesia terbagi ke dalam dua segmen yaitu SUV dan low SUV.

Secara pangsa pasar pada semester satu 2017, kedua segmen ini masing-masing menyumbangkan 5,6% (SUV) dan 10,14% (low SUV). Secara data kuantitatif, pasar SUV menyumbang angka penjualan 29.586 unit dan low SUV tercatat 53,592 unit.

Secara volume dan pangsa pasar jika digabungkan segmen tersebut memang masih berada di bawah pangsa pasar terfavorit low MPV yang pada semester satu 2017 membukukan pangsa pasar 24,05% dengan angka kuantitatif penjualan 127.156 unit.

Meski demikian dari kacamata yang lain, antusiasme minat beli di segmen SUV dan low SUV masih berada di atas segmen MPV yang membukukan angka penjualan 40.424 unit (7,6%) padahal di situ ada nama besar Toyota Kijang Innova.

Perkembangan di Segmen SUV Berdimensi Besar

Salah satu primadona penjualan Mitsubishi di GIIAS 2017, Pajero Sport.

Dari beberapa referensi di mancanegara ataupun di tanah air, seiring tumbuhnya minat beli konsumen di segmen SUV berimbas pada perkembangan desain dan segmentasi model kendaraan SUV.

Di segmen SUV ukuran reguler yang tetap mengedepankan kesan tangguh, kekar, tangguh dan “boxy” a la DNA SUV sejati, konsumen bisa mendapatkannya pada Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, Chevrolet Trailblazer dan Isuzu mu-X.

Lalu ada pula segmen Large SUV yang secara dimensi nampak berada di kelas yang sama dengan kelas SUV di atas, namun ada satu hal yang umumnya membedakan yaitu pada konsep struktur chassis yang dianut. Segmen Large SUV ini mengusung struktur chassis monokok sementara segmen di atas menggunakan struktur chassis ladder on frame.

Berdasarkan beberapa informasi dari beberapa sumber di antaranya dari Auto Express (Inggris), Autocar (Inggris) dan Drive (Australia), di segmen ini di antaranya ada Land Rover Discovery Sport, BMW X3, Mazda CX-9, Toyota Kluger, Volvo XC90 dan Hyundai CX-9.

Perbedaan ini membuat tampilan mobil secara umum lebih berbeda di antara kedua segmen tersebut adalah kesan yang ditampilkan, jika segmen SUV reguler nampak besar dan tinggi maka kelas Large SUV nampak besar dan lebar.

Anda bisa berbeda pendapat dan itu sah-sah saja, tapi saya teringat dengan momen berdiskusi dengan Shigeru Takayanagi yang merupakan Senior Executiver Advisor – Product Planning & Development Division PT Toyota Astra Motor, pada saat peluncuran New Toyota Agya 1.2 beberapa waktu lalu.

Saat itu Takayanagi-San mengungkapkan jika di Jepang semakin lebar dimensi kendaraan maka semakin besar pajak yang dikenakan. Ia juga mengungkapkan jika mobil-mobil yang dikembangkan dengan citarasa dan standar Eropa biasanya lebih mengejar dimensi lebar.

“Salah satu pertimbangannya adalah mobil yang dimensinya lebih lebar secara umum akan lebih stabil, dan hal ini bisa dilihat dengan mudah di Autobahn,” kata Takayanagi-San pada saya waktu itu.

Soal kecepatan kendaraan di Autobahn mudah Anda lihat di Youtube, cukup masukkan kata kunci “Autobahn”.

Compact SUV

Renault Koleos juga tampil di GIIAS 2017

Dari beberapa referensi yang saya dapatkan, segmen compact SUV memiliki dimensi yang sedikit lebih kecil dibanding segmen Large SUV.

Segmen ini berkembang cukup pesat di dunia, dengan sekian pertimbangan di antaranya karena dimensinya yang lebih kecil itu tadi sehingga lebih praktis sesuai dengan embel-embel yang menyertai segmennya yaitu “compact” atau kira-kira dapat diartikan “lebih kecil”.

Di segmen ini, pemainnya termasuk banyak di Indonesia di antaranya ada Jeep Compass, Nissan X-Trail, Mazda CX-5, Honda CR-V, Kia Sportage, Renault Koleos, serta mobil yang terparkir di rumah saya saat ini Hyundai Tucson.

Pasar di segmen ini bisa jadi semakin berkembang. Senin 14 Agustus dalam perjalanan ke GIIAS 2017, saya sempat bertemu dengan Toyota Rav4 warna putih dan plat putih. Meski tidak sempat memotretnya, saya jadi bertanya-tanya apakah compact SUV yang penjualannya cukup laris di Eropa ini masuk lewat jalur APM Toyota atau versi importir umum? (Mungkin Anda bisa bantu jawab di kolom komentar).

Sub Compact SUV

Kalau bener masuk Indonesia, bakal “gahar” nih mobil di segmennya.

Nah, seiring perkembangan muncul lagi segmen sub compact SUV yang merupakan turunan segmen compact SUV dengan dimensi yang lebih kecil.

Di Indonesia, pemain di segmen ini di antaranya ada Nissan Juke, Honda HR-V, Mazda CX-3 dan Chevrolet Trax. Itu belum termasuk jika seandainya Toyota akan membawa Toyota C-HR ke Indonesia dalam waktu dekat.

Iming-iming angka penjualan di segmen ini tentu menggoda pihak APM Toyota di Indonesia untuk turut bermain.

Well, semoga sharing informasi ini bermanfaat untuk Anda, khususnya bagi yang tertarik membeli mobil berdesain SUV…

About jbkderry

jbkderry.com ada karena ada banyak hal dalam hidup yang baik untuk diabadikan. jbkderry.com mengurai ceritanya melalui lima kanal yaitu Mobil, Motor, Film, Travelling dan Hal - Hal Umum yang menarik untuk diangkat dan didiskusikan.
This entry was posted in Otomotif Roda Empat and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s