MENGUKUR SELERA MINAT BELI MOBIL BARU DI GIIAS 2017

Hanya dalam waktu 11 hari di GIIAS 2017, Mitsubishi Xpander bisa membukukan angka penjualan 5.281 unit.

Sebelum mengulas inti artikel sesuai judul, lihat data unik dari Gaikindo yuk…

Berdasarkan data Gaikindo selama tujuh bulan pertama 2017 (Januari – Juli), minat beli konsumen terbesar di tanah air ternyata tidak lagi berada di segmen mobil keluarga tujuh kursi penumpang berdesain compact (baca: segmen low MPV). Padahal di situ ada nama-nama mentereng seperti Toyota Avanza, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga dan Daihatsu Xenia.

Penjualan di segmen low MPV selama tujuh bulan pertama 2017 “hanya” 143.650 unit atau setara dengan pangsa pasar 23,45%. Pangsa pasar segmen low MPV ini pun turun dibandingkan pada semester satu 2017 (Januari – Juni) sebesar 24,05%.

Rupanya segmen LCGC yang disatukan dengan segmen City Car oleh Gaikindo mendulang minat konsumen paling tinggi selama tujuh bulan pertama yaitu 159.903 unit dengan pangsa pasar 26,1%. Pangsa pasar di segmen LCGC + City ini pun naik dibandingkan semester 1 2017 (Januari – Juni) sebesar 25,7%.

Di segmen City Car + LCGC ini sejumlah model yang diminati konsumen di antaranya Toyota Calya 1.2, Honda Brio Satya 1.2, Toyota Agya 1.2, Daihatsu Ayla 1.2, Daihatsu Sigra 1.2 dan Suzuki Ignis 1.2.

Fakta ini menunjukkan jika kepercayaan konsumen terhadap mobil berkapasitas mesin 1,2-liter atau 1.200cc mengalami perkembangan positif.

SELERA KONSUMEN HANYA BERPINDAH

Sang juara Toyota Avanza kali ini kembali menemui lawan berat baru yang coba mengusik singgasana juara yang telah dipegang hampir 14 tahun di segmen low MPV.

Pasca usainya pameran GIIAS 2017 pada tanggal 20 Agustus, data mengenai perbandingan pangsa pasar di segmen low MPV dan segmen City Car + LCGC nampaknya akan berubah.

Ada beberapa indikasi mengenai hal ini, berikut penjelasannya:

Pergeseran Selera Konsumen Berdasarkan Data 2 Tahun Terakhir

Sudah dua tahun terakhir (2015 – 2016) pasar penjualan mobil di Indonesia tidak lagi dapat menembus 1,1 juta unit. Pada tahun 2015 penjualan sebesar 1.023.291 unit, dan pada tahun 2016 sebesar 1.062.716 unit.

Di tahun 2017 juga Gaikindo “hanya” mencanangkan target penjualan 1,1 juta unit. Ini berarti secara fakta dan prediksi, angka penjualan mobil baru di Indonesia belum bisa menyamai periode puncak penjualan di tahun 2012 – 2014 yang membukukan angka penjualan di atas 1,1 juta unit hingga di atas 1,2 juta unit per tahun.

Fakta tiga tahun terakhir sekaligus menunjukkan jika hanya terjadi pergeseran selera konsumen khususnya di segmen low MPV dan City Car+LCGC. Atau bahasa mudahnya, yah kalau tidak beli low MPV 1.400-1.500cc yah beli City Car atau LCGC 1.200cc.

Kok bisa begitu, yuk, simak fakta lainnya…

Pergeseran Selera Konsumen Di GIIAS 2017 & Prediksi Setelahnya

Di GIIAS 2017, dua pendatang baru di segmen low MPV yaitu Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero nampaknya akan kembali mengubah selera konsumen.

Mudah untuk melihat dan memprediksi hal itu jika melihat 11 hari penyelenggaraan GIIAS 2017, dimana minat beli konsumen kepada kedua pemain baru itu terhitung positif. Khusus untuk Mitsubishi Xpander bahkan terhitung luar biasa, karena mampu membukukan angka penjualan 5.281 unit.

Selain sang raja Toyota Avanza, hanya Honda Mobilio yang mampu membukukan angka penjualan di atas 5 ribu unit dalam durasi satu bulan. Setelah peluncuran versi terbaru pada bulan Januari 2017, di bulan Februari Honda Mobilio bisa terjual 5.538 unit dan di bulan Maret sebanyak 5.501 unit.

Namun setelah itu penjualan Honda Mobilio terus merosot, puncaknya di Juni 2017 hanya terjual 1.761 unit dan di Juli 2017 cuma bisa meraup penjualan 739 unit.

Efek Xpander? Sangat bisa jadi, mengingat seperti disebutkan di atas pangsa pasar di segmen low SUV justru mengalami penurunan dimana sesama pemain saling menggerogoti pangsa pasar. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, pasar low MPV disebut mampu terjual di kisaran 30 – 35 %.

Bagaimana dengan Wuling Confero selama di GIIAS 2017? Meski tidak sebombastis penjualan Mitsubishi Xpander, namun mobil keluarga berkapasitas tujuh kursi penumpang dari merek China ini nampaknya cukup mampu mengubah pandangan miring masyarakat pada produk kendaraan asal Negeri Bambu.

Pihak produsen Wuling di Indonesia menyebut selama periode 11 – 19 Agustus 2017 di GIIAS tercatat sudah 500 unit Wuling Confero terjual ke konsumen dan ada lebih dari 1.200 orang yang mengujinya di fasilitas test drive yang disediakan di areal ICE -BSD City, Tangerang.

Baik Mitsubishi melalui Xpander dan Wuling melalui Confero telah melalui fase ujian awal di GIIAS 2017, namun tantangan tidak kalah beratnya telah menanti di urusan distribusi dan layanan purna jual yang baik.

Pihak Mitsubishi Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan jumlah layanan dealer 3Snya. Begitu pula dengan Wuling, layanan purna jualnya nampak siap menyetarai milik pabrikan Jepang. Setidaknya hal ini bisa dilihat di layanan dealer 3S Wuling yang ada di jalan raya Kartini (Depok) dan di jalan Pajajaran (Bogor).

Ya, seperti hasil utak-atik data sekaligus prediksi di atas, nampaknya segmen City Car + LCGC versus segmen low MPV akan terus saling berebut minat beli konsumen di rentang daya beli Rp 100 juta – Rp 250 juta.

Bagaimana menurut Anda, ada pendapat lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s